Latihan soal TPA Bappenas dapat digunakan untuk mengenali kemampuan yang diukur dalam Tes Potensi Akademik, mulai dari bahasa, angka, hingga penalaran. Namun, bahan soal yang beredar di buku, situs belajar, atau file PDF tidak otomatis merupakan soal resmi yang pernah atau akan digunakan penyelenggara.
Sebagai acuan materi, dokumen teknis SKBT TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024 mencantumkan tiga subtes utama, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran. Format tersebut memiliki total 250 soal selama 180 menit. Karena dokumen tersebut berasal dari penyelenggaraan 2024, komposisinya lebih tepat digunakan sebagai referensi struktur, bukan jaminan bahwa seluruh sesi TPA Bappenas 2026 memakai format persis sama.
Struktur Materi yang Perlu Tercakup dalam Kumpulan Soal

Subtes Verbal dalam format resmi tersebut berisi Kosakata, Padanan/Lawan Kata, Analogi Verbal, dan Pemahaman. Kuantitatif mencakup Hitung Menghitung, Deretan Bilangan, Komparasi Kuantitatif, dan Soal Cerita, sedangkan Penalaran terdiri dari Logika Formal, Penalaran Analitis, Penalaran Keruangan, serta Penalaran Logis. Bappenas Recruitment
Dengan struktur tersebut, kumpulan soal yang hanya berisi sinonim, deret angka, atau silogisme belum menggambarkan keseluruhan kemampuan yang tercantum dalam referensi TPA Bappenas. Materi yang digunakan sebaiknya mencakup ketiga kelompok utama sehingga peserta mengenali perbedaan karakter pertanyaan dalam setiap subtes.
Pada dokumen SKBT TPA 2024, Verbal terdiri dari 90 soal, Kuantitatif 90 soal, dan Penalaran 70 soal. Masing-masing subtes mendapat waktu 60 menit sehingga jumlah keseluruhan mencapai 250 soal dalam 180 menit. Bappenas Recruitment
Baca juga Materi Jumlah Soal TPA Bappenas 2026 Verbal Kuantitatif Penalaran dan Durasi Tes
Ciri Soal Verbal Kuantitatif dan Penalaran
Soal Verbal menggunakan kata dan informasi tertulis sebagai dasar penilaian. Pada bagian Kosakata dan Padanan/Lawan Kata, peserta perlu memahami makna kata dengan tepat. Analogi Verbal berbeda karena pertanyaan berfokus pada hubungan antara dua konsep, sedangkan Pemahaman meminta peserta mengambil informasi atau kesimpulan berdasarkan bacaan.
Bagian Kuantitatif tidak hanya menguji kemampuan berhitung. Hitung Menghitung menggunakan operasi matematis, Deretan Bilangan meminta peserta membaca pola perubahan angka, Komparasi Kuantitatif membandingkan dua besaran, sedangkan Soal Cerita mengharuskan informasi dalam kalimat diterjemahkan menjadi hubungan matematis.
Pada subtes Penalaran, Logika Formal dan Penalaran Logis berkaitan dengan konsistensi premis dan kesimpulan. Penalaran Analitis dapat memberikan beberapa kondisi yang perlu dihubungkan, sedangkan Penalaran Keruangan berkaitan dengan posisi atau hubungan objek. Pembagian tersebut tercantum secara eksplisit dalam dokumen teknis Bappenas. Bappenas Recruitment
Baca juga Bentuk Soal TPA Bappenas Jenis Contoh dan Pembahasannya
20 Contoh Soal TPA Bappenas dan Pembahasannya

Catatan penting: 20 soal berikut dibuat sebagai contoh ilustratif untuk artikel ini. Soal-soal tersebut bukan soal resmi, bukan bocoran, dan tidak diklaim pernah digunakan dalam penyelenggaraan TPA Bappenas. Penyusunannya hanya mengikuti jenis kemampuan yang tercantum dalam struktur referensi resmi.
| No. | Jenis | Soal | Pilihan | Jawaban | Pembahasan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Verbal | Sinonim kata akurat adalah… | A. Samar B. Tepat C. Lambat D. Rumit E. Sementara |
B | Akurat bermakna tepat atau sesuai dengan keadaan sebenarnya. |
| 2 | Verbal | Antonim kata progresif adalah… | A. Modern B. Dinamis C. Konservatif D. Aktif E. Maju |
C | Progresif mengarah pada kemajuan, sedangkan konservatif cenderung mempertahankan keadaan lama. |
| 3 | Verbal | Dokter : Rumah Sakit = Dosen : … | A. Kampus B. Terminal C. Pasar D. Bank E. Pabrik |
A | Hubungannya adalah profesi dengan tempat utama menjalankan pekerjaannya. |
| 4 | Verbal | Sinonim kata fundamental adalah… | A. Tambahan B. Sementara C. Dasar D. Akhir E. Kecil |
C | Fundamental berarti mendasar atau pokok. |
| 5 | Verbal | Kamera : Foto = Mikrofon : … | A. Gambar B. Suara C. Cahaya D. Warna E. Gerak |
B | Kamera menangkap gambar, sedangkan mikrofon menangkap suara. |
| 6 | Kuantitatif | 25% dari 360 adalah… | A. 72 B. 80 C. 90 D. 100 E. 120 |
C | 25% = 1/4 sehingga 360 ÷ 4 = 90. |
| 7 | Kuantitatif | 3, 7, 15, 31, … | A. 47 B. 55 C. 61 D. 63 E. 65 |
D | Polanya ×2 + 1. Maka 31 × 2 + 1 = 63. |
| 8 | Kuantitatif | Perbandingan A : B = 3 : 5. Jika jumlahnya 64, nilai A adalah… | A. 20 B. 24 C. 28 D. 32 E. 40 |
B | Total bagian 8. Setiap bagian bernilai 8 sehingga A = 3 × 8 = 24. |
| 9 | Kuantitatif | Rata-rata 70, 80, 90, dan 60 adalah… | A. 70 B. 72,5 C. 75 D. 77,5 E. 80 |
C | Jumlahnya 300 kemudian dibagi 4 sehingga diperoleh 75. |
| 10 | Kuantitatif | Sebuah kendaraan melaju 60 km/jam selama 2,5 jam. Jaraknya adalah… | A. 120 km B. 130 km C. 140 km D. 150 km E. 160 km |
D | Jarak = kecepatan × waktu = 60 × 2,5 = 150 km. |
| 11 | Kuantitatif | Jika 3x + 5 = 20, maka x = … | A. 3 B. 4 C. 5 D. 6 E. 7 |
C | 3x = 15 sehingga x = 5. |
| 12 | Kuantitatif | Harga Rp200.000 turun menjadi Rp170.000. Persentase penurunannya adalah… | A. 10% B. 12% C. 15% D. 17% E. 20% |
C | Penurunan Rp30.000. Rp30.000 ÷ Rp200.000 × 100% = 15%. |
| 13 | Penalaran | Semua A adalah B. Sebagian B adalah C. Pernyataan yang pasti benar adalah… | A. Semua C adalah A B. Semua A adalah B C. Semua B adalah A D. Semua A adalah C E. Tidak ada B yang C |
B | Premis secara langsung menyatakan bahwa seluruh A termasuk B. |
| 14 | Penalaran | Jika P maka Q. Q tidak terjadi. Kesimpulannya… | A. P terjadi B. P tidak terjadi C. Q terjadi D. P dan Q terjadi E. Tidak dapat diketahui |
B | Kontraposisi dari P → Q adalah ¬Q → ¬P. |
| 15 | Penalaran | Rina datang sebelum Sari dan Sari sebelum Tono. Siapa yang datang terakhir? | A. Rina B. Sari C. Tono D. Rina dan Tono E. Tidak dapat ditentukan |
C | Urutannya Rina → Sari → Tono sehingga Tono berada paling akhir. |
| 16 | Penalaran | Seseorang menghadap utara, lalu belok kanan, kanan, kemudian kiri. Arah akhirnya… | A. Utara B. Selatan C. Timur D. Barat E. Barat laut |
C | Utara → timur → selatan → timur. |
| 17 | Penalaran | Semua peneliti membaca. Sebagian dosen adalah peneliti. Kesimpulannya… | A. Semua dosen membaca B. Sebagian dosen membaca C. Tidak ada dosen membaca D. Semua pembaca dosen E. Semua peneliti dosen |
B | Sebagian dosen termasuk peneliti dan semua peneliti membaca, sehingga sebagian dosen membaca. |
| 18 | Penalaran | Tidak ada mamalia yang merupakan burung. Paus adalah mamalia. Kesimpulannya… | A. Paus adalah burung B. Paus bukan burung C. Semua burung paus D. Sebagian burung paus E. Tidak dapat ditentukan |
B | Karena paus termasuk mamalia dan tidak ada mamalia yang merupakan burung, paus bukan burung. |
| 19 | Penalaran | Andi lebih tinggi dari Budi. Budi lebih tinggi dari Candra. Siapa yang paling pendek? | A. Andi B. Budi C. Candra D. Andi dan Budi E. Tidak dapat ditentukan |
C | Urutannya Andi > Budi > Candra sehingga Candra paling pendek. |
| 20 | Penalaran | Semua M adalah N. Tidak ada N yang merupakan P. Kesimpulan yang benar… | A. Semua P adalah M B. Sebagian M adalah P C. Tidak ada M yang P D. Semua N adalah M E. Sebagian P adalah N |
C | Semua M termasuk N, sementara N dan P tidak beririsan. Karena itu M juga tidak dapat menjadi P. |
Catatan: Seluruh soal pada tabel merupakan soal ilustratif yang dibuat untuk mengenalkan karakter kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran. Soal tersebut bukan soal resmi atau bocoran TPA Bappenas.
Baca juga Kumpulan Soal TPA Bappenas untuk Latihan Cek Jawaban dan Pembahasannya
Perbedaan Soal Ilustratif dan Soal Resmi
Peserta perlu berhati-hati ketika menemukan file atau artikel yang mencantumkan label seperti “soal asli TPA Bappenas”, “soal yang pasti keluar”, atau “bocoran”. Pada halaman publik yang dapat diperiksa, tidak tersedia bank soal lengkap resmi yang dapat dijadikan daftar pertanyaan yang pasti muncul pada pelaksanaan berikutnya.
JagoTPA juga membedakan kumpulan soal pembelajaran dengan soal resmi. Artikel Bank Soal TPA Bappenas menjelaskan bahwa soal dari buku, situs, maupun lembaga belajar sebaiknya dipahami sebagai materi ilustratif apabila tidak ada sumber resmi yang membuktikan bahwa pertanyaan tersebut berasal dari penyelenggara. Jago TPA
Dokumen resmi Bappenas bahkan melarang peserta merekam atau mengunduh isi tes ketika ujian berlangsung. Dalam tata tertib SKBT TPA, peserta juga dilarang menggunakan bahan bacaan serta perangkat digital lain selama tes. Ketentuan ini semakin penting untuk membedakan bahan belajar yang sah dari klaim kebocoran soal.
Hasil Pengerjaan Dapat Dibaca Berdasarkan Jenis Kemampuan
Kumpulan soal lebih informatif apabila hasilnya tidak hanya dilihat dari total jawaban benar. Nilai pengerjaan dapat dipisahkan berdasarkan Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran untuk mengetahui kelompok mana yang menghasilkan kesalahan paling banyak. Pembagian ini selaras dengan struktur tiga subtes yang tercantum pada dokumen teknis Bappenas.
Kesalahan pada Verbal dapat muncul karena pemahaman kosakata atau hubungan antarkata, sedangkan kesalahan pada Kuantitatif dapat berkaitan dengan operasi hitung, pola bilangan, perbandingan, atau interpretasi soal cerita. Pada Penalaran, kekeliruan lebih sering berkaitan dengan hubungan premis, urutan kondisi, atau kesimpulan yang tidak benar-benar didukung informasi soal.
Namun, skor dari kumpulan soal mandiri tidak boleh dianggap sebagai skor sertifikat TPA Bappenas. Penilaian resmi diterbitkan melalui proses penyelenggaraan tes, sedangkan nilai dari contoh soal hanya menggambarkan performa peserta pada materi yang dikerjakan.
Mini FAQ
Materi soal TPA Bappenas terdiri dari bagian apa saja?
Dalam format resmi SKBT TPA Bappenas 2024, tes dibagi menjadi Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran. Ketiganya masih terbagi lagi menjadi beberapa kelompok soal yang lebih spesifik.
Berapa jumlah soal TPA Bappenas?
Dokumen teknis SKBT TPA tahun 2024 mencantumkan 250 soal, terdiri dari 90 Verbal, 90 Kuantitatif, dan 70 Penalaran dengan total waktu 180 menit. Format pada sesi terbaru tetap perlu mengikuti ketentuan penyelenggara.
Soal pada artikel ini merupakan soal resmi Bappenas?
Tidak. Seluruh contoh pada artikel merupakan soal ilustratif untuk mengenalkan karakter materi dan tidak diklaim sebagai soal resmi, bocoran, atau soal yang pernah digunakan penyelenggara.
Bagian Kuantitatif berisi jenis pertanyaan apa saja?
Format referensi Bappenas mencantumkan Hitung Menghitung, Deretan Bilangan, Komparasi Kuantitatif, dan Soal Cerita sebagai kelompok dalam subtes Kuantitatif.
Bagian Penalaran TPA Bappenas mencakup materi apa?
Materinya mencakup Logika Formal, Penalaran Analitis, Penalaran Keruangan, dan Penalaran Logis pada struktur SKBT TPA yang menjadi referensi.
Ringkasan
Latihan soal TPA Bappenas sebaiknya mencakup tiga kelompok utama, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran. Dokumen teknis SKBT TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024 mencantumkan format referensi sebanyak 250 soal selama 180 menit, tetapi komposisi tersebut tidak sebaiknya dianggap sebagai ketentuan permanen untuk seluruh sesi pada 2026. Bappenas Recruitment
Contoh soal yang tersedia melalui artikel, buku, PDF, atau platform belajar perlu dibedakan dari soal resmi. Dua puluh contoh pada artikel ini bersifat ilustratif dan hanya ditujukan untuk memberikan gambaran tentang kosakata, analogi, perhitungan, pola angka, logika, dan penalaran yang berkaitan dengan kelompok kemampuan dalam TPA.
Sumber Referensi
- Kementerian PPN/Bappenas — Petunjuk Teknis Instalasi dan Tata Tertib SKBT TPA 2024. Memuat struktur Verbal, Kuantitatif, Penalaran, jumlah soal, alokasi waktu, serta tata tertib tes. Dokumen resmi Bappenas Bappenas Recruitment
- JagoTPA — Bank Soal TPA Bappenas Lengkap dengan Pembahasan. Menjelaskan penggunaan soal sebagai materi ilustratif dan perbedaan dengan soal resmi. Buka artikel Bank Soal TPA Bappenas Jago TPA
- JagoTPA — Kumpulan Soal TPA Bappenas untuk Latihan. Memuat contoh Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran beserta pembahasannya. Buka kumpulan soal JagoTPA



