Pascasarjana dalam bahasa inggris bikin gagal CV kamu?!

Pascasarjana dalam bahasa inggris – Banyak pelamar CASN dan BUMN mulai serius mempersiapkan studi lanjut, tetapi sering bingung saat mengisi form atau menulis CV dalam bahasa Inggris, khususnya ketika harus menuliskan istilah pascasarjana dalam bahasa inggris. Kebingungan kecil ini terlihat sepele, tetapi pada seleksi ketat seperti beasiswa Bappenas, LPDP, atau rekrutmen korporasi besar, kesalahan istilah akademik bisa memberi kesan kurang siap dan kurang paham sistem pendidikan global.

Di tengah persaingan yang mengandalkan Tes Potensi Akademik (TPA), bahasa Inggris, dan rekam jejak akademik, pemahaman yang tepat tentang istilah “pascasarjana”, jenis programnya, hingga cara menuliskannya di CV dan dokumen resmi menjadi poin teknis yang perlu dikuasai dengan rapi dan benar.

Tulisan ini akan mengurai secara sistematis apa arti “pascasarjana” dalam konteks internasional, bagaimana padanan bahasa Inggris yang tepat, apa bedanya dengan istilah lain seperti undergraduate dan graduate, lalu di bagian akhir kita kaitkan langsung ke strategi persiapan TPA dan seleksi beasiswa / sekolah lanjut, termasuk bagaimana menuliskannya dengan benar di CV, motivation letter, maupun formulir online.

Istilah dan Jenis Program Postgraduate

Istilah dan Jenis Program Postgraduate

Secara umum, pascasarjana dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai postgraduate. Dalam konteks pendidikan tinggi internasional, istilah ini mengacu pada semua studi yang ditempuh setelah seseorang menyelesaikan jenjang sarjana atau bachelor’s degree.

Di Indonesia, kita terbiasa dengan istilah:

S1: Sarjana
S2: Magister
S3: Doktor

Kosakata bahasa Inggris yang sejajar dengan itu, dalam sistem internasional, umumnya adalah:

Undergraduate: jenjang S1 atau bachelor
Postgraduate: jenjang setelah S1, yang mencakup S2 dan S3

Secara leksikal, postgraduate memiliki dua penggunaan penting:

1. Sebagai kata benda (noun)
Postgraduate berarti mahasiswa pascasarjana, yaitu seseorang yang tengah menempuh studi lanjutan setelah meraih gelar sarjana.
Contoh:
“She is a postgraduate at the University of Indonesia.”
Artinya: Ia adalah mahasiswa pascasarjana di Universitas Indonesia.

2. Sebagai kata sifat (adjective)
Postgraduate menjelaskan program, studi, atau kegiatan akademik yang berada pada jenjang setelah sarjana.
Contoh:
“He enrolled in a postgraduate program in Public Policy.”
Artinya: Ia mendaftar di program pascasarjana Kebijakan Publik.

Dalam beberapa kamus atau konteks, pascasarjana juga kadang diterjemahkan sebagai graduate, terutama dalam American English, yang sering menyamakan graduate dan postgraduate sebagai jenjang setelah bachelor. Di beberapa kamus bilingual, Anda mungkin juga menemukan terjemahan seperti master’s degree terkait pascasarjana, tetapi ini sebenarnya lebih spesifik ke jenjang S2 saja, bukan semua jenjang setelah S1.

Karena itu, untuk konteks umum dan netral internasional, bentuk paling aman dan paling tepat untuk pascasarjana dalam bahasa Inggris adalah: postgraduate.

Untuk bisa menuliskan riwayat pendidikan dengan akurat, terutama ketika mendaftar beasiswa, program Bappenas, atau seleksi BUMN yang meminta CV dalam bahasa Inggris, Anda perlu memahami struktur utama dunia postgraduate. Tidak cukup hanya tahu bahwa pascasarjana adalah postgraduate, tetapi juga apa saja bentuk program dalam level ini.

1. Master’s Degree (Magister / S2)

Jenis program pascasarjana yang paling umum adalah master’s degree. Di Indonesia, ini setara dengan jenjang S2 atau Magister. Secara internasional, bentuk programnya cukup beragam, dan hal ini sering muncul dalam formulir aplikasi beasiswa atau pendaftaran kampus luar negeri.

Beberapa contoh gelar master yang populer:

MA (Master of Arts): biasanya untuk bidang ilmu sosial dan humaniora, seperti Education, International Relations, Linguistics, atau Communication.
MSc / MS (Master of Science): umumnya untuk bidang sains dan teknik, seperti Engineering, Computer Science, Mathematics, atau Environmental Science.
MBA (Master of Business Administration): program Magister Manajemen Bisnis yang sangat populer di kalangan profesional yang ingin naik level ke posisi manajerial atau eksekutif.
LLM (Master of Laws): untuk mereka yang melanjutkan studi hukum tingkat lanjut.
MPA, MPP, dan sejenisnya: Master of Public Administration atau Master of Public Policy, yang sering menjadi target para ASN atau calon perencana kebijakan publik.

Dari sisi struktur pembelajaran, program master biasanya terbagi menjadi beberapa tipe berikut ini:

Master by Coursework
Fokus pada kuliah tatap muka, tugas, studi kasus, dan proyek. Tesis atau penelitian bisa saja tetap ada, tetapi porsi terbesarnya adalah perkuliahan. Tipe ini umum untuk program manajemen, bisnis, atau profesional lain.

Master by Research
Lebih menekankan penelitian mandiri dalam bimbingan dosen pembimbing. Mahasiswa mengembangkan proposal riset, mengumpulkan data, menganalisis, lalu menyusun tesis komprehensif. Cocok bagi yang ingin berkarier sebagai peneliti, akademisi, atau berencana lanjut ke jenjang doktoral.

Mixed / Combination
Menggabungkan coursework dan research dengan proporsi yang seimbang. Model ini cukup banyak ditemukan di berbagai universitas dunia.

Durasi normal master’s degree adalah 1 sampai 2 tahun studi penuh waktu (full-time). Namun, beberapa program paruh waktu (part-time) bisa memakan waktu lebih lama, terutama jika diikuti sambil bekerja, misalnya oleh pegawai BUMN atau ASN yang mendapat penugasan belajar.

Dalam CV atau form berbahasa Inggris, Anda dapat menuliskannya seperti:

“2019–2021: Master of Public Policy (Postgraduate), Universitas Gadjah Mada”
“Postgraduate student in Master of Management, Institut Teknologi Bandung”

2. Doctoral Degree (PhD / S3)

Pada level lebih lanjut, masih dalam payung postgraduate, terdapat doctoral degree. Di Indonesia sering disebut Doktor atau S3. Di luar negeri, istilah yang umum digunakan antara lain:

PhD (Doctor of Philosophy): sebutan generik untuk doktor riset di berbagai bidang ilmu.
EdD (Doctor of Education): untuk bidang pendidikan.
DBA (Doctor of Business Administration): untuk praktisi/eksekutif bisnis yang ingin mendalami riset aplikasi dalam manajemen.

Program doktoral bersifat sangat riset-sentris. Ciri khasnya:

Mahasiswa merancang dan mengeksekusi penelitian orisinal yang diharapkan memberi kontribusi baru bagi bidang ilmu.
Proses kuliah tatap muka biasanya terbatas di awal studi. Setelah itu fokus utama beralih ke riset, diskusi ilmiah, dan publikasi jurnal.
Di banyak universitas, syarat kelulusan PhD adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Secara internasional, jenjang doctoral ini tetap dikategorikan sebagai postgraduate. Jadi, ketika Anda sudah menyandang gelar Doktor, Anda telah menyelesaikan program postgraduate level tertinggi.

Penulisan di CV bisa seperti:

“2022–present: PhD candidate in Economics (Postgraduate Research), University of Melbourne.”
“Completed postgraduate doctoral program (PhD) in Environmental Engineering, 2025.”

3. Postgraduate Diploma dan Professional Certificate

Selain master dan doktor, dunia postgraduate juga memiliki format yang lebih pendek dan biasanya lebih terfokus ke kompetensi profesional:

Postgraduate Diploma
Durasi lebih singkat dibanding master, misalnya 1 tahun.
Kurikulumnya hampir setara dengan coursework master, tetapi tanpa tesis lengkap.
Sering menjadi jembatan bagi profesional yang ingin memperbarui kompetensi atau mengubah bidang karier.

Postgraduate Certificate / Professional Certificate
Durasi beberapa bulan hingga 1 tahun.
Tujuannya sangat praktis dan aplikatif, misalnya sertifikasi di bidang pendidikan, keuangan, atau teknologi.

Secara bahasa Inggris, istilah postgraduate tetap dipakai sebagai penanda bahwa program ini berada di atas level sarjana, meskipun bukan gelar penuh seperti master atau PhD.

Contoh penulisan:

Postgraduate Diploma in Education
Postgraduate Certificate in Project Management

Untuk pelamar CASN/BUMN yang ingin meningkatkan daya saing tanpa meninggalkan kerja terlalu lama, jenis program ini bisa menjadi pilihan strategis, terutama bila disesuaikan dengan kebutuhan institusi dan pengembangan karier jangka panjang.

Perbedaan Undergraduate, Graduate, dan Postgraduate

Banyak kebingungan muncul ketika mengisi form internasional, terutama saat harus memilih antara opsi undergraduate, graduate, dan postgraduate. Supaya tidak salah pilih dan tidak menurunkan kredibilitas, Anda perlu memahami perbedaan teknisnya.

Undergraduate: Level Sarjana (S1)

Undergraduate merujuk pada pendidikan jenjang sarjana atau bachelor’s degree. Di sini masuk berbagai program seperti BA, BSc, BEng, dan program S1 reguler di Indonesia.

Jika di formulir ada pertanyaan:

“Current level of study:
– Undergraduate
– Postgraduate”

Maka:
Jika Anda masih kuliah S1, pilih Undergraduate.
Jika Anda sedang kuliah S2 atau S3, pilih Postgraduate.

Undergraduate hampir tidak pernah digunakan untuk menyebut mahasiswa S2 atau S3, baik di konteks Indonesia maupun internasional.

Graduate: Antara Lulusan dan Mahasiswa Pascasarjana

Istilah graduate memiliki dua makna yang sering menimbulkan salah persepsi:

Sebagai kata benda
Graduate berarti seseorang yang sudah lulus dari suatu jenjang pendidikan.
Contoh:
“She is a graduate of Universitas Indonesia.”
Artinya: Ia adalah lulusan Universitas Indonesia.

Sebagai istilah level pendidikan (Amerika Utara dan beberapa negara lain)
Graduate programs sering kali menggambarkan program master (S2) dan kadang juga mencakup PhD. Dalam konteks ini, kata graduate hampir sejajar dengan postgraduate.

Karena perbedaan sistem penamaan, di beberapa negara:

Graduate dan postgraduate dianggap sinonim, sama-sama berarti pendidikan setelah bachelor.
Di penjelasan kampus atau portal beasiswa, Anda bisa menemukan frasa “graduate and postgraduate studies” yang sama-sama menunjuk jenjang di atas sarjana, kadang dengan penekanan yang sedikit berbeda.

Untuk keamanan istilah ketika menulis dalam bahasa Inggris:
Gunakan postgraduate untuk merujuk “pascasarjana” secara eksplisit.
Gunakan graduate jika konteksnya jelas, misalnya:
graduate student (mahasiswa pasca sarjana di sistem Amerika)
fresh graduate (lulusan baru)

Postgraduate: Istilah Paling Dekat dengan “Pascasarjana”

Dibanding graduate, istilah postgraduate lebih langsung merepresentasikan makna pascasarjana dalam konteks Indonesia:

Post = setelah
Graduate = lulus (dalam hal ini dari jenjang sarjana)

Jadi postgraduate secara literal berarti “setelah lulus sarjana”. Inilah alasan mengapa postgraduate adalah padanan paling tepat untuk pascasarjana dalam bahasa Inggris, mencakup:

Master’s degree (S2)
Doctoral/PhD (S3)
Postgraduate diploma / certificate

Jika Anda ingin menjelaskan status Anda sebagai mahasiswa S2 dalam sebuah motivation letter atau form online, contoh frasa yang tepat antara lain:

“I am currently a postgraduate student in Master of Management.”
“I am interested in pursuing a postgraduate degree in Public Policy.”
“I plan to enroll in a postgraduate program after completing my bachelor’s degree.”

Dengan memakai kata postgraduate, pembaca internasional akan langsung memahami bahwa yang dimaksud adalah studi di atas level sarjana, tidak terjadi ambiguitas menjadi S1.

Strategi Karier dan Penulisan Postgraduate

Strategi Karier dan Penulisan Postgraduate

Bagi banyak profesional dan fresh graduate di Indonesia, terutama yang menargetkan jalur karier di pemerintahan, lembaga riset, konsultan, atau korporasi besar, studi postgraduate bukan sekadar gelar tambahan, tetapi bagian dari strategi karier yang terukur.

Pendalaman Kompetensi dan Spesialisasi

Berbeda dengan S1 yang cenderung memberikan landasan luas, program pascasarjana bersifat lebih spesifik dan mendalam. Misalnya:

Dari S1 Ekonomi ke Master of Public Policy untuk fokus di perencanaan dan analisis kebijakan.
Dari S1 Teknik Sipil ke Master of Environmental Engineering untuk spesialisasi di lingkungan dan keairan.
Dari S1 Hukum ke LLM dengan fokus hukum bisnis internasional.

Pendalaman ini selaras dengan kebutuhan seleksi CASN dan BUMN yang mulai mencari profil dengan kompetensi tertentu. Di sisi lain, untuk beasiswa Bappenas atau program pengembangan pegawai, argumen tentang relevansi program postgraduate dengan kebutuhan instansi akan lebih kuat jika Anda memahami dengan jelas jenis dan tujuan programnya.

Peningkatan Daya Saing di Pasar Kerja

Dalam rekrutmen BUMN atau lembaga internasional, kandidat dengan kualifikasi postgraduate sering mendapat:

Poin tambahan di penilaian administratif.
Akses ke posisi yang mensyaratkan minimal S2 atau memiliki kata kunci “advanced degree preferred”.
Kemungkinan jalur percepatan karier, misalnya fast track management trainee untuk lulusan MBA.

Walaupun TPA dan tes kompetensi lainnya tetap menjadi filter utama, gelar postgraduate yang relevan menunjukkan bahwa Anda:

Mampu menyelesaikan studi lanjutan dengan disiplin.
Terbiasa dengan analisis mendalam, riset, dan pemecahan masalah kompleks.
Bisa berkontribusi pada perancangan kebijakan atau strategi jangka panjang institusi.

Kapasitas Riset dan Analis Kebijakan

Untuk jalur beasiswa, terutama yang berfokus pada policy studies, public administration, atau development studies, program postgraduate adalah jalur utama untuk membangun kapasitas analitis. Di banyak SOP atau motivation letter, Anda akan diminta menjelaskan:

Mengapa ingin melanjutkan ke postgraduate program tertentu.
Bagaimana rencana riset Anda akan berkontribusi pada pembangunan nasional atau unit kerja Anda.

Argumen tersebut akan lebih meyakinkan bila Anda mampu menggunakan istilah yang tepat secara teknis, seperti:

postgraduate research
master by coursework
doctoral program
policy-oriented postgraduate study

Kejelasan istilah menunjukkan bahwa Anda benar-benar memahami struktur dan tujuan studi yang Anda incar, bukan hanya sekadar ingin “kuliah S2 di luar negeri” tanpa perencanaan yang rinci.

Cara Menuliskan Riwayat Pascasarjana

Penulisan yang rapi dan konsisten adalah aspek teknis sederhana, tetapi sering menjadi pembeda antara aplikasi yang tampak profesional dan yang tampak asal jadi. Beberapa prinsip praktis:

Menyebutkan jenjang dan program
Gabungkan informasi berikut:
Jenjang: Master’s degree / Doctoral / PhD / Postgraduate diploma
Bidang studi: misalnya Public Policy, Civil Engineering, Economics
Status: completed, ongoing, planned, candidate
Institusi: nama perguruan tinggi

Contoh:

“Completed postgraduate Master of Public Administration, Universitas Indonesia, 2024.”
“Postgraduate student in Master of Management, Institut Teknologi Bandung (2023–present).”
“Planning to pursue a postgraduate degree (Master of Urban Planning) in 2027.”

Menggunakan istilah “postgraduate” secara tepat
Gunakan postgraduate untuk:
Menjelaskan jenjang: postgraduate degree, postgraduate program.
Menjelaskan status Anda: postgraduate student, postgraduate researcher.
Menjelaskan konteks umum: postgraduate education, postgraduate studies in Indonesia.

Contoh penggunaan dalam kalimat:

“I am preparing for postgraduate studies in economics, focusing on public sector policy.”
“My long-term goal is to complete a postgraduate doctoral program related to infrastructure development planning.”

Hindari mencampuradukkan undergraduate dengan postgraduate, misalnya menulis “I am an undergraduate master student.” Ini salah secara konsep. Jika sudah di S2, gunakan saja postgraduate atau graduate student sesuai sistem.

Menjelaskan “pascasarjana” di dokumen bilingual
Dalam beberapa dokumen resmi (misalnya proposal ke instansi pemerintah atau lembaga donor), Anda dapat menggunakan format penjelas seperti:

Program Pascasarjana (Postgraduate Program)
Mahasiswa Pascasarjana (Postgraduate Student)
Studi S2 Pascasarjana Kebijakan Publik (Postgraduate Master’s Degree in Public Policy)

Format ini membantu pembaca Indonesia dan luar negeri memahami konteks, sekaligus menjaga konsistensi istilah.

Kaitan Istilah Postgraduate dengan TPA dan Seleksi

Di permukaan, istilah pascasarjana dalam bahasa Inggris terlihat seperti sekadar vocabulary. Namun, dalam praktik seleksi CASN, BUMN, dan beasiswa, ada beberapa manfaat taktis jika Anda memahaminya secara benar dan lengkap.

Mengisi form dan CV tanpa kesalahan teknis
Banyak kandidat gagal di tahap awal bukan karena kemampuan akademik rendah, tetapi:

Salah memilih level of education di form (misalnya memilih undergraduate padahal sudah S2).
Salah menerjemahkan gelar sehingga menimbulkan keraguan keabsahan dokumen.
Tidak konsisten antara CV, motivation letter, dan dokumen pendukung.

Dengan memahami bahwa pascasarjana = postgraduate, dan perbedaan dengan undergraduate dan graduate, Anda mengurangi risiko kesalahan administratif yang tidak perlu.

Meningkatkan kekuatan narasi di motivation letter
Motivation letter yang kuat harus presisi secara teknis. Bandingkan:

Kurang kuat:
“I want to continue my study S2 abroad.”

Lebih profesional:
“I am committed to pursuing a postgraduate master’s degree in Public Policy to strengthen my capacity in evidence-based policy making within the public sector.”

Penggunaan frasa postgraduate master’s degree di sini menunjukkan bahwa Anda memahami jenjang studi, menghubungkan tujuan studi dengan peran profesional yang diincar, dan menyajikan narasi yang lebih kredibel.

Selaras dengan strategi belajar TPA dan persiapan akademik
Program postgraduate, khususnya di luar negeri, menuntut kemampuan:

Berpikir analitis dan logis (langsung terkait dengan materi TPA).
Mengolah data, membaca grafik, memahami teks panjang dalam bahasa Inggris.
Menyusun argumen tertulis yang terstruktur dan didukung data.

Dengan demikian, ketika Anda belajar TPA dan mempersiapkan tes bahasa Inggris (seperti TOEFL, IELTS, atau TPB Bappenas), sesungguhnya Anda juga sedang melatih seperangkat kemampuan yang akan sangat terpakai dalam studi postgraduate nanti. Memahami istilah dan struktur dunia postgraduate membantu Anda:

Menyusun target belajar yang lebih jelas.
Memilih materi tryout TPA dan pendampingan yang selaras dengan rencana studi lanjutan.
Mengantisipasi standar akademik yang akan Anda hadapi setelah lolos seleksi.

Pada akhirnya, memahami istilah pascasarjana dalam bahasa Inggris bukan sekadar urusan terjemahan kata, tetapi bagian dari kesiapan Anda memasuki ekosistem pendidikan dan rekrutmen yang semakin global. Postgraduate adalah padanan paling tepat dan netral untuk menggambarkan semua studi di atas level sarjana, mencakup master, doktor, serta berbagai diploma dan sertifikat profesional. Dengan mengenali perbedaan undergraduate, graduate, dan postgraduate, Anda tidak lagi ragu saat mengisi formulir, menyusun CV, ataupun menulis motivation letter berbahasa Inggris.

Jika Anda berencana mengejar beasiswa, meningkatkan posisi di BUMN, atau menembus jalur CASN yang kompetitif, kuasai dulu aspek teknis sederhana seperti istilah akademik ini, lalu kuatkan dengan latihan TPA, bahasa Inggris, dan penulisan akademik. Setiap detail teknis yang Anda kuasai akan menjadi satu langkah tambahan yang mendekatkan Anda pada kursi di ruang pascasarjana yang Anda impikan, baik di dalam maupun luar negeri. Mulailah merancang jalur postgraduate Anda dengan terencana, dan gunakan setiap seleksi sebagai ajang pembuktian bahwa Anda memang siap naik ke level berikutnya.

Baca Juga : Biaya pendidikan pascasarjana UI cara hitung sampai tuntas

sumber referensi

  • DEEPPUBLISHSTORE.COM – Postgraduate: Pengertian, Jenis, Dan Prospek Karier
  • GRAMEDIA.COM – Postgraduate: Pengertian, Jenis, Dan Perbedaannya Dengan Undergraduate
  • LANGEEK.CO – Definition Of Postgraduate In English
  • IDP.COM – Perbedaan Undergraduate, Graduate, Dan Postgraduate Degree
  • TITIKNOLENGLISH.COM – Apa Bedanya Undergraduate, Graduate, Dan Postgraduate
  • CAKRAWALA.AC.ID – Magister Adalah: Pengertian, Jenis, Dan Prospeknya

PROGRAM TES TPA BAPPENAS

Persiapan TPA tidak cukup hanya memahami teori.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi realistis, dan evaluasi skor yang jelas.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JagoTPA
    Temukan aplikasi JagoTPA di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun JagoTPA melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TPA yang sesuai dengan kebutuhan dan target tes Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo
    Masukkan kode “BIMBELTPA” untuk mendapatkan diskon khusus sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TPA Bappenas Bersama Bimbel JagoTPA

JagoTPA membantu kamu mempersiapkan Tes Potensi Akademik (TPA) Bappenas secara lebih terarah dan terukur, bukan sekadar mengerjakan soal tanpa strategi.

Dengan JagoTPA, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TPA Bappenas dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Latihan lengkap mencakup Verbal, Numerik, Logika, dan Analitik
  • Simulasi TPA sesuai format dan tingkat kesulitan tes asli
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar dan perkembangan skor yang bisa dipantau

Gunakan kode promo: BIMBELTPA
Dapatkan diskon khusus dan mulai persiapan TPA Bappenas dari sekarang.

>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top