Pascasarjana UHAMKA: Program Studi, Biaya Kuliah, dan Cara Daftar

Melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana merupakan langkah penting bagi mahasiswa tingkat akhir yang ingin memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kualitas diri. Bagi kamu yang mempertimbangkan pascasarjana UHAMKA, memahami persyaratan dan tantangan yang ada sangat krusial, terutama dalam menghadapi Tes Potensi Akademik (TPA).

TPA biasanya menjadi syarat utama seleksi masuk program S2, beasiswa, hingga rekrutmen kerja. Oleh karena itu, mempersiapkan diri secara matang dengan memahami pola soal dan strategi efektif dalam mengerjakan TPA akan sangat membantu meningkatkan peluang lolos seleksi di pascasarjana UHAMKA.

Program Studi Pascasarjana UHAMKA

Program Pascasarjana UHAMKA dilaksanakan di Kampus Buncit Raya. Persyaratan pendidikan minimalnya adalah lulusan S1 untuk program magister dan lulusan S2 untuk program doktor.

Program Magister atau S2

Program S2 yang tercantum pada portal resmi PMB UHAMKA meliputi:

  1. Magister Administrasi Pendidikan
  2. Magister Ilmu Farmasi
  3. Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
  4. Magister Manajemen
  5. Magister Pendidikan Agama Islam
  6. Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
  7. Magister Pendidikan Bahasa Inggris
  8. Magister Pendidikan Dasar
  9. Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
  10. Magister Pendidikan Matematika
  11. Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Daftar tersebut sesuai dengan pilihan program yang tersedia pada portal pendaftaran PMB UHAMKA 2026.

Program Doktor atau S3

UHAMKA juga membuka dua program doktor, yaitu:

  1. Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia
  2. Doktor Pendidikan

Pendaftar program doktor harus memiliki pendidikan minimal S2. Kedua program tersebut juga tercantum sebagai pilihan pada formulir resmi PMB UHAMKA 2026.

Biaya Kuliah Pascasarjana UHAMKA

Portal PMB UHAMKA mencantumkan biaya awal untuk program S2 sebagai berikut:

  • formulir pendaftaran: Rp350.000;
  • biaya prakuliah: Rp500.000;
  • herregistrasi: Rp300.000 yang dibayarkan pada setiap awal semester gasal.

Untuk program S3, biaya formulirnya sebesar Rp1.000.000, biaya prakuliah Rp500.000, dan herregistrasi Rp300.000 pada setiap awal semester gasal.

Catatan: Nominal biaya kuliah berikut merupakan angka yang ditampilkan pada laman resmi masing-masing program studi ketika diperiksa pada Agustus 2026. Laman tersebut tidak selalu mencantumkan periode berlakunya secara tegas, sehingga calon mahasiswa perlu mengonfirmasi kembali sebelum melakukan pembayaran.

Program studiSemester 1Semester 2–4
S2 Pendidikan Bahasa IndonesiaRp11.550.000Rp7.000.000 per semester
S2 ManajemenRp11.550.000Menyesuaikan rincian prodi
S2 Pendidikan IPSRp12.050.000Rp7.500.000 per semester
S2 Pendidikan DasarRp14.400.000Rp9.500.000 per semester
S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatRp14.400.000Rp9.500.000 per semester
S2 Ilmu FarmasiRp14.650.000Rp9.750.000 per semester

Biaya dapat berbeda menurut program studi. Pada laman beberapa program, biaya disebut dapat diangsur dan telah mencakup jas almamater, kartu mahasiswa, UTS, UAS, seminar proposal, serta sidang tesis.

1. Menyelami Materi Utama Tes TPA Pascasarjana UHAMKA

Sebelum mengaplikasikan strategi belajar, penting untuk memahami terlebih dahulu materi utama yang diujikan dalam Tes Potensi Akademik (TPA). TPA adalah alat ukur kemampuan kognitif yang menilai potensi seseorang dalam belajar dan berpikir secara akademik secara menyeluruh.

Di pascasarjana UHAMKA, TPA digunakan sebagai saringan seleksi agar kandidat memiliki kemampuan analisis, pemahaman, dan penyelesaian masalah yang memadai. Materi TPA terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu kemampuan verbal, kemampuan numerik, dan kemampuan logika atau penalaran.

1.1 Kemampuan Verbal

Bagian kemampuan verbal menguji penguasaan bahasa dan pemahaman konsep kata dan kalimat. Soal yang sering muncul adalah sinonim (kata yang sama makna), antonim (kata yang berlawanan makna), analogi (hubungan logis antar kata), dan pemahaman bacaan singkat.

Contoh soal analogi seperti, “Buku : Membaca = Pisau : …?”, menuntut kamu menghubungkan fungsi suatu benda dengan objek lain secara tepat dan logis.

1.2 Kemampuan Numerik

Pada bagian numerik, soal-soal menguji kemampuan berhitung dan logika matematis dasar, seperti aritmatika, deret angka, perbandingan, dan interpretasi data sederhana. Salah satu contoh soal adalah deret angka seperti “1, 3, 7, 15, …” yang mengharuskan kamu menemukan pola pertumbuhan angka selanjutnya.

1.3 Kemampuan Logika dan Penalaran

Materi ini menguji pola pikir kritis dan kemampuan mengambil kesimpulan logis. Soal logika deduktif dan induktif, silogisme, serta pola gambar sering menjadi bagian dari tes. Misalnya, soal silogisme yang meminta kamu menentukan kesimpulan dari premis tertentu, dan pola gambar yang menuntut kemampuan mengenali pola perubahan dalam urutan gambar secara berulang.

Baca juga: Materi TPA Verbal, Numerik, dan Logika yang Wajib Dikuasai

2. Strategi Efektif Menguasai Soal TPA Pascasarjana UHAMKA

Memahami materi dasar saja tidak cukup untuk mendapatkan skor TPA yang maksimal; kamu juga perlu menerapkan strategi belajar dan teknik pengerjaan yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu kamu menguasai soal TPA secara efektif.

2.1 Mulai dari Dasar dan Buat Jadwal Realistis

Langkah pertama adalah mengidentifikasi materi mana yang sudah kamu kuasai dan mana yang membutuhkan lebih banyak latihan. Buatlah jadwal belajar yang sesuai dengan aktivitas harian, misalnya alokasi waktu 1 jam di pagi hari untuk soal verbal dan 1 jam di sore hari untuk latihan numerik.

Penyusunan jadwal yang realistis akan membantu kamu tetap konsisten dan menghindari kelelahan serta kejenuhan selama proses belajar.

2.2 Biasakan dengan Pola Soal dan Latihan Soal Berkualitas

Ketenangan dan kepercayaan diri saat tes sangat bergantung pada sejauh mana kamu familiar dengan pola soal TPA. Seringkali kegagalan disebabkan soal TPA asli berbeda dengan latihan yang biasa dikerjakan.

Oleh sebab itu, gunakan soal-soal latihan yang terstandarisasi dan lakukan simulasi dengan pembatasan waktu. Dengan cara ini, kamu dapat mengevaluasi kecepatan pengerjaan sekaligus meningkatkan akurasi untuk mengurangi kesalahan saat ujian.

Pelajari juga Tips Meningkatkan Skor TPA dengan Latihan Terfokus agar persiapan kamu semakin matang.

2.3 Atur Manajemen Waktu saat Tes

Karena TPA biasanya memiliki batas waktu yang ketat, kemampuan mengatur prioritas pengerjaan soal sangat penting. Mulailah dengan mengerjakan soal yang dirasa mudah untuk menjaga kepercayaan diri dan kecepatan. Jangan terlalu lama menghabiskan waktu pada soal yang sulit karena dapat mengurangi kesempatan menjawab soal lain.

Mental dan strategi membagi level soal menjadi mudah, sedang, dan sulit serta menetapkan batas waktu pengerjaan pada setiap kelompok soal akan sangat membantu menyelesaikan tes dengan efektif.

2.4 Tingkatkan Kecepatan dan Akurasi Secara Bersamaan

Kecepatan mengerjakan soal tanpa diimbangi akurasi yang baik tidak akan menghasilkan nilai optimal. Latihan intensif yang melatih membaca soal dengan cepat, memahami inti pertanyaan, serta memeriksa jawaban secara efektif sangat dianjurkan.

Manfaatkan platform latihan daring seperti Jago TPA yang menyediakan simulasi soal lengkap dengan evaluasi hasil secara otomatis. Ini membantu kamu memantau peningkatan kemampuan secara terus-menerus.

3. Pola Soal yang Sering Tantang Peserta Pascasarjana UHAMKA

Berbagai jenis soal TPA memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Soal analogi verbal sering dianggap sulit karena membutuhkan kemampuan penalaran konseptual yang tajam. Soal deret angka atau pola numerik meski tampak simpel, sering menyimpan pola yang kompleks dan tidak langsung tampak.

Selain itu, soal logika seperti silogisme dan pola gambar menuntut pemahaman logika formal yang tidak selalu mudah bagi peserta yang belum terbiasa. Oleh karena itu, mengenali pola dan melatih soal-soal tipe ini secara khusus sangat penting agar kamu tidak kehilangan waktu saat mengerjakan tes asli.

Untuk pemahaman lebih mendalam, kamu bisa membuka Pola Soal TPA dan Cara Menghadapi Soal Sulit.

4. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menghadapi Tes TPA

Seringkali, kegagalan mendapatkan skor TPA yang memadai bukanlah karena kurang latihan, melainkan cara latihan yang tidak efektif. Salah satu kesalahan umum adalah kurang mengerti pola soal sehingga latihan menjadi tidak terarah dan hanya berfokus pada hafalan rumus tanpa memahami konsep dasarnya.

Kebiasaan panik akibat tidak terbiasa pada tekanan waktu juga sering muncul saat tes. Selain itu, tidak rutin melakukan evaluasi hasil latihan menyebabkan kesalahan yang sama terus berulang tanpa perbaikan signifikan.

Maka dari itu, pastikan kamu selalu melakukan refleksi dan evaluasi secara berkala agar setiap latihan memberikan kemajuan yang nyata.

Baca juga: Strategi Belajar TPA untuk Calon Mahasiswa Pascasarjana

Mini FAQ

.faq-container {
max-width: 800px;
margin: 20px 0;
font-family: Arial, sans-serif;
}

.faq-container details {
background: #f5f5f5;
margin-bottom: 10px;
border-radius: 6px;
padding: 14px 16px;
cursor: pointer;
border: 1px solid #e0e0e0;
transition: all 0.2s ease;
}

.faq-container summary {
font-weight: 500;
font-size: 16px;
list-style: none;
position: relative;
transition: all 0.2s ease;
}

.faq-container summary::-webkit-details-marker {
display: none;
}

.faq-container summary::before {
content: “▶”;
margin-right: 10px;
color: #0073aa;
transition: all 0.2s ease;
}

.faq-container summary:hover {
color: #0073aa;
}

.faq-container details[open] {
background: #eef6fb;
border-color: #cfe3f3;
}

.faq-container details[open] summary {
color: #0073aa;
font-weight: 600;
}

.faq-container details[open] summary::before {
content: “▼”;
}

.faq-container p {
margin-top: 10px;
font-size: 14px;
color: #333;
line-height: 1.6;
}

Kalau belum punya pengalaman kerja, masih bisa lolos seleksi pascasarjana UHAMKA nggak?

Bisa banget, karena seleksi pascasarjana fokus pada TPA dan prestasi akademik. Pengalaman kerja bukan syarat utama, terutama untuk program akademik.

Berapa skor TPA ideal untuk diterima di pascasarjana UHAMKA?

Skor ideal biasanya sekitar di atas 65-70 poin, tapi tergantung program dan persaingan. Lebih tinggi tentu peluang makin baik.

Apakah latihan soal TPA online beda dengan offline?

Format soal biasanya sama, tapi latihan online bisa lebih fleksibel dengan fitur evaluasi otomatis dan simulasi waktu yang membantu persiapan lebih efisien.

Bagaimana jika gagal mencapai skor target setelah banyak latihan?

Periksa strategi belajar dan pola latihan kamu. Fokuslah pada pemahaman pola soal dan evaluasi kesalahan, bukan hanya banyaknya soal yang dikerjakan.

Apakah pascasarjana UHAMKA menyediakan try out TPA resmi?

Biasanya ada bimbingan dan try out yang diselenggarakan, kamu bisa cek langsung di situs resmi UHAMKA untuk info terbaru.

Ringkasan

Memahami materi TPA yang terdiri dari kemampuan verbal, numerik, dan logika/penalaran adalah fondasi utama dalam persiapan menghadapi seleksi pascasarjana UHAMKA. Strategi belajar yang terstruktur dengan jadwal yang realistis, latihan soal berkualitas, serta penguasaan pola soal akan sangat membantu meningkatkan skor secara efektif.

Manajemen waktu yang baik dan konsistensi dalam belajar juga menjadi kunci keberhasilan. Dengan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan terarah dan evaluasi berkala, kamu akan lebih percaya diri dan lebih siap menghadapi tes TPA sehingga peluang untuk lolos seleksi pun semakin besar.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Table of Contents

On Key

Related Posts