Persiapan TPA Pascasarjana Untad, Contoh Soal Gratis!

Menjadi mahasiswa tingkat akhir yang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi pascasarjana tentu bukan perkara mudah, apalagi jika harus menghadapi Tes Potensi Akademik (TPA) sebagai salah satu syarat seleksi.

Di Universitas Tadulako (Untad) dan banyak perguruan tinggi lainnya, skor TPA menjadi tolok ukur penting untuk menilai kemampuan dasar akademik calon mahasiswa S2. Namun, banyak calon peserta yang bingung bagaimana memulai persiapan karena belum memahami pola soal TPA secara menyeluruh dan strategi efektif untuk mengerjakannya.

Penting untuk dipahami bahwa soal TPA tidak hanya menguji kemampuan akademik secara umum, tetapi juga mengukur kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan masalah logika, verbal, dan numerik.

1. Memahami Materi Utama Soal Pascasarjana Untad

Pascasarjana Untad
sumber gambar ph.faperta.unpatti.ac.id

Soal TPA pada seleksi pascasarjana Untad terdiri dari tiga komponen utama yang perlu kamu kuasai: kemampuan verbal, numerik, dan logika/penalaran. Ketiga aspek ini dirancang untuk menguji potensi akademik dasar yang penting untuk menunjang keberhasilan studi lanjut.

1.1 Kemampuan Verbal: Kunci Memahami dan Mengolah Informasi

Bagian verbal menguji kemampuan bahasa dan pemahaman teks, meliputi:

  • Sinonim dan Antonim: Menemukan kata yang maknanya sama atau berlawanan.
  • Analogi: Menyambungkan hubungan antara dua kata berdasarkan makna atau fungsi.
  • Pemahaman Bacaan: Menjawab pertanyaan berdasarkan teks singkat yang diberikan.

Misalnya, soal analogi seperti “Buku : Membaca = Piring : …” jawabannya adalah “Makan” karena fungsinya berhubungan.

1.2 Kemampuan Numerik: Logika Angka dan Hitungan Cepat

Komponen numerik banyak berisi soal aritmatika dasar, deret angka, perbandingan, dan interpretasi data sederhana. Kamu perlu memahami pola hitungan dan mampu menghitung dengan cepat serta tepat.

Contohnya, deret angka seperti “2, 4, 8, 16, …” pola pengaliannya jelas, jadi jawaban berikutnya adalah 32.

1.3 Penalaran Logika: Menemukan Koneksi dan Pola

Soal penalaran meliputi logika deduktif dan induktif, silogisme, serta pola gambar. Peserta diuji kemampuan berpikir kritis dan kemampuan membuat kesimpulan yang logis.

Contoh soal silogisme sederhana: Semua mahasiswa Untad pintar. Budi mahasiswa Untad. Apakah Budi pintar? Jawabannya: Ya.

Memahami karakteristik tiga aspek utama materi TPA ini akan sangat membantu kamu memetakan strategi belajar secara tepat.

Baca juga: Persiapan Seleksi Pascasarjana: Kiat dan Trik Efektif

2. Strategi Belajar dan Latihan untuk Soal Pascasarjana Untad

Persiapan menghadapi TPA tidak bisa tergesa-gesa. Kamu memerlukan pendekatan belajar yang sistematis agar hasilnya maksimal. Berikut strategi yang bisa kamu terapkan:

2.1 Mulai dari Diagnosa Kemampuan

Langkah awal yang penting adalah mengenali kemampuanmu saat ini dengan mengerjakan beberapa soal latihan TPA. Ini akan membantu mengetahui bagian mana yang perlu diasah lebih dalam.

2.2 Buat Jadwal Latihan Realistis

Susun waktu latihan yang konsisten, misalnya 1-2 jam setiap hari, dengan fokus secara bergantian pada verbal, numerik, dan logika. Jangan lupakan untuk memberi jeda agar tidak cepat jenuh.

2.3 Latihan Soal dan Evaluasi Berkala

Latihan soal TPA secara rutin akan membuat kamu semakin familiar dengan pola soal dan mampu mengasah kecepatan serta ketepatan. Setelah latihan, evaluasi setiap kesalahan agar tidak terulang.

2.4 Pelajari Pola Soal Menyeluruh

Penting untuk tidak hanya menguasai satu jenis soal, tetapi memahami pola umum dan variasi soal TPA yang sering muncul di Untad. Sesuaikan latihan dengan tipe soal terakhir yang diujikan.

Saat belajar, kamu juga bisa manfaatkan platform digital seperti Jago TPA untuk mendapatkan materi lengkap dan latihan soal interaktif. Ini akan sangat membantu meningkatkan skor secara praktis.

Baca juga: Teknik Efektif Meningkatkan Nilai TPA dalam 1 Bulan

3. Mengenali Pola Soal dan Tantangan Utama di Pascasarjana Untad

Pascasarjana Untad
sumber gambar ft.um.ac.id

Pengalaman menunjukkan bahwa soal TPA mencoba mengukur kemampuan berpikir kritis dan kecepatan menyelesaikan masalah, sehingga tingkat kesulitan tidak bisa dianggap remeh.

3.1 Pola Soal Verbal yang Sering Membingungkan

Soal verbal kerap menantang pada pilihan sinonim atau antonim yang maknanya dekat tetapi tidak tepat. Kesalahan umum terjadi akibat terburu-buru memilih jawaban tanpa memahami konteks.

3.2 Kompleksitas Soal Numerik

Deret angka dan perbandingan memerlukan ketelitian pola hitungan. Soal yang mengandung tabel data atau grafik juga butuh kemampuan interpretasi yang baik.

3.3 Logika Penalaran: Bagian Paling Menantang

Soal logika yang menuntut penyelesaian pola gambar atau silogisme sering menjadi momok bagi peserta karena membutuhkan ketajaman berpikir dan pemahaman mendalam konsep logika.

Baca juga: Cara Cepat Pahami Soal Logika dan Numerik

.latihan-slider { width: 100%; max-width: 820px; margin: 30px auto; padding: 0 12px; box-sizing: border-box; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; color: #172033; } .latihan-slider * { box-sizing: border-box; } .latihan-header { margin-bottom: 16px; text-align: center; } .latihan-label { display: inline-block; margin-bottom: 8px; padding: 5px 13px; color: #155e9b; background-color: #eaf5ff; border: 1px solid #b9ddf5; border-radius: 20px; font-size: 13px; font-weight: 700; } .latihan-title { margin: 0; color: #123f63; font-size: 26px; line-height: 1.35; } .latihan-frame { position: relative; overflow: hidden; background-color: #ffffff; border: 1px solid #d7e3ec; border-radius: 16px; box-shadow: 0 8px 25px rgba(18, 63, 99, 0.08); } .latihan-track { display: flex; transition: transform 0.4s ease; } .latihan-slide { width: 100%; min-width: 100%; padding: 26px 30px 24px; } .soal-kategori { display: inline-block; margin-bottom: 13px; padding: 5px 11px; color: #ffffff; background-color: #1976ad; border-radius: 6px; font-size: 12px; font-weight: 700; } .soal-judul { margin: 0 0 16px; color: #102f49; font-size: 22px; line-height: 1.4; } .soal-teks { margin: 0 0 16px; font-size: 16px; line-height: 1.7; } .soal-teks p { margin: 0 0 12px; } .soal-passage { margin: 12px 0 17px; padding: 15px 17px; background-color: #f4f9fc; border-left: 4px solid #1976ad; border-radius: 6px; font-style: italic; line-height: 1.7; } .soal-ketentuan { margin: 10px 0 16px; padding-left: 23px; } .soal-ketentuan li { margin-bottom: 7px; line-height: 1.55; } .pilihan-jawaban { margin: 0 0 20px; padding-left: 30px; list-style-type: upper-alpha; } .pilihan-jawaban li { margin-bottom: 8px; padding-left: 4px; font-size: 16px; line-height: 1.5; } .rumus-tengah { margin: 18px 0; text-align: center; font-family: Georgia, “Times New Roman”, serif; font-size: 24px; line-height: 1.6; } .pecahan { display: inline-flex; flex-direction: column; align-items: center; vertical-align: middle; margin: 0 3px; line-height: 1.05; } .pecahan-atas { padding: 0 4px 2px; border-bottom: 1px solid #172033; } .pecahan-bawah { padding-top: 2px; } .tombol-jawaban { display: inline-block; padding: 10px 17px; color: #ffffff; background-color: #1976ad; border: none; border-radius: 8px; font-size: 14px; font-weight: 700; cursor: pointer; } .tombol-jawaban:hover { background-color: #105f91; } .pembahasan { display: none; margin-top: 16px; padding: 15px 17px; background-color: #eef8f2; border: 1px solid #c6e8d1; border-left: 4px solid #24864b; border-radius: 8px; font-size: 15px; line-height: 1.65; } .pembahasan.aktif { display: block; } .pembahasan strong { color: #176837; } .latihan-footer { display: flex; align-items: center; justify-content: space-between; gap: 14px; padding: 14px 18px; background-color: #f5f9fc; border-top: 1px solid #d7e3ec; } .latihan-nav { display: flex; gap: 8px; } .latihan-nav button { min-width: 92px; padding: 9px 13px; color: #123f63; background-color: #ffffff; border: 1px solid #a9c7db; border-radius: 7px; font-size: 14px; font-weight: 700; cursor: pointer; } .latihan-nav button:hover { color: #ffffff; background-color: #1976ad; border-color: #1976ad; } .latihan-nav button:disabled { color: #a7b1b8; background-color: #eef1f3; border-color: #d5dadd; cursor: not-allowed; } .latihan-counter { color: #526575; font-size: 14px; font-weight: 700; white-space: nowrap; } .latihan-dots { display: flex; justify-content: center; flex-wrap: wrap; gap: 7px; margin-top: 16px; } .latihan-dot { width: 9px; height: 9px; padding: 0; background-color: #c3d1db; border: none; border-radius: 50%; cursor: pointer; } .latihan-dot.aktif { background-color: #1976ad; transform: scale(1.25); } @media screen and (max-width: 600px) { .latihan-slider { margin: 20px auto; padding: 0 8px; } .latihan-title { font-size: 22px; } .latihan-slide { padding: 21px 18px 20px; } .soal-judul { font-size: 19px; } .soal-teks, .pilihan-jawaban li { font-size: 15px; } .rumus-tengah { font-size: 20px; } .latihan-footer { padding: 12px; } .latihan-nav button { min-width: auto; padding: 9px 12px; font-size: 13px; } .latihan-counter { font-size: 13px; } }
Latihan Soal

Contoh Soal Tes Potensi Akademik

Verbal

1. Analogi Verbal

Hipotesis : Penelitian = Dakwaan : …

  1. Penyidikan
  2. Pengadilan
  3. Pembuktian
  4. Hukuman
  5. Kesaksian
Jawaban: C. Pembuktian
Hipotesis harus diuji melalui penelitian, sedangkan dakwaan harus diuji melalui pembuktian.
Penalaran

2. Penalaran Verbal

Semua peneliti yang produktif mempunyai kemampuan analisis yang baik. Sebagian dosen adalah peneliti produktif. Tidak ada orang yang memiliki kemampuan analisis baik tetapi menolak data empiris.

Kesimpulan yang benar adalah …

  1. Semua dosen menerima data empiris
  2. Sebagian dosen tidak menolak data empiris
  3. Semua peneliti adalah dosen
  4. Sebagian dosen tidak produktif
  5. Tidak ada dosen yang menolak teori
Jawaban: B. Sebagian dosen tidak menolak data empiris.
Sebagian dosen merupakan peneliti produktif. Peneliti produktif memiliki kemampuan analisis baik dan orang dengan kemampuan tersebut tidak menolak data empiris.
Numerik

3. Deret Angka

3, 8, 18, 38, 78, …

  1. 118
  2. 138
  3. 148
  4. 158
  5. 168
Jawaban: D. 158
Polanya adalah dikalikan 2, kemudian ditambah 2: 78 × 2 + 2 = 158.
Numerik

4. Persamaan Numerik

Jika:

x + 1 x = 5

Maka nilai:

x2 + 1 x2

adalah …

  1. 21
  2. 23
  3. 25
  4. 27
  5. 29
Jawaban: B. 23
Karena (x + 1/x)2 = x2 + 2 + 1/x2. Dengan demikian, 25 = x2 + 2 + 1/x2, sehingga hasilnya 23.
Peluang

5. Peluang

Dalam sebuah kelas terdapat 6 mahasiswa laki-laki dan 4 mahasiswa perempuan. Dua mahasiswa dipilih secara acak. Peluang keduanya perempuan adalah …

  1. 1/5
  2. 2/15
  3. 1/6
  4. 3/10
  5. 4/15
Jawaban: B. 2/15
Banyak cara memilih dua perempuan adalah C(4,2) = 6, sedangkan banyak cara memilih dua mahasiswa dari 10 orang adalah C(10,2) = 45. Jadi peluangnya 6/45 = 2/15.
Logika

6. Logika Analitis

Lima mahasiswa—A, B, C, D, dan E—akan mempresentasikan penelitian secara berurutan dengan ketentuan:

  • A harus tampil sebelum C.
  • B tidak boleh tampil pertama.
  • D harus tampil tepat setelah E.
  • C tidak boleh tampil terakhir.

Urutan yang mungkin adalah …

  1. B–A–C–E–D
  2. A–B–E–D–C
  3. E–D–A–C–B
  4. A–C–D–E–B
  5. C–A–B–E–D
Jawaban: C. E–D–A–C–B
Urutan tersebut memenuhi seluruh syarat: D tepat setelah E, A sebelum C, B tidak berada di urutan pertama, dan C tidak berada di urutan terakhir.
Kuantitatif

7. Logika Kuantitatif

Suatu penelitian mengalami peningkatan jumlah responden sebesar 20% pada tahun pertama dan penurunan sebesar 20% pada tahun berikutnya. Dibandingkan jumlah awal, jumlah responden akhirnya …

  1. Tetap
  2. Naik 4%
  3. Turun 4%
  4. Naik 8%
  5. Turun 8%
Jawaban: C. Turun 4%
Misalnya jumlah awal 100. Setelah naik 20% menjadi 120, kemudian turun 20% dari 120 menjadi 96. Jadi jumlah akhirnya turun 4%.
Bahasa Inggris

8. Bahasa Inggris – Structure

The professor recommended that each student _____ the research proposal before the deadline.

  1. submits
  2. submitted
  3. submit
  4. submitting
  5. has submitted
Jawaban: C. submit
Setelah pola recommended that, kata kerja menggunakan bentuk dasar atau bentuk subjunctive.
Bahasa Inggris

9. Bahasa Inggris – Reading

Passage:

Although quantitative research can identify patterns across large populations, it may fail to explain the individual experiences behind those patterns. Qualitative research, by contrast, provides deeper contextual understanding, but its findings may not always be generalized.

What is the main idea of the passage?

  1. Quantitative research is more reliable than qualitative research.
  2. Qualitative research should replace quantitative research.
  3. Both research methods have different strengths and limitations.
  4. Research findings cannot be generalized.
  5. Individual experiences are unimportant in research.
Jawaban: C. Both research methods have different strengths and limitations.
Teks membandingkan keunggulan dan keterbatasan penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif.
Penelitian

10. Penalaran Penelitian

Seorang peneliti menemukan bahwa mahasiswa yang tidur lebih dari tujuh jam memperoleh nilai akademik lebih tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, ia menyimpulkan bahwa tidur lebih lama pasti menyebabkan nilai meningkat.

Kelemahan utama kesimpulan tersebut adalah …

  1. Sampel penelitian terlalu besar
  2. Peneliti tidak membedakan korelasi dan kausalitas
  3. Nilai akademik tidak dapat diukur
  4. Tidur tidak berhubungan dengan kesehatan
  5. Penelitian kuantitatif tidak dapat digunakan
Jawaban: B. Peneliti tidak membedakan korelasi dan kausalitas.
Hubungan antara durasi tidur dan nilai akademik belum membuktikan bahwa tidur lebih lama secara langsung menyebabkan nilai meningkat.
document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () { const slider = document.getElementById(“latihanSoalSlider”); if (!slider) { return; } const track = slider.querySelector(“.latihan-track”); const slides = slider.querySelectorAll(“.latihan-slide”); const previousButton = slider.querySelector(“.latihan-prev”); const nextButton = slider.querySelector(“.latihan-next”); const counter = slider.querySelector(“.nomor-slide”); const dotsContainer = slider.querySelector(“.latihan-dots”); const answerButtons = slider.querySelectorAll(“.tombol-jawaban”); let activeSlide = 0; const dots = []; function createDots() { slides.forEach(function (_, index) { const dot = document.createElement(“button”); dot.type = “button”; dot.className = “latihan-dot”; dot.setAttribute(“aria-label”, “Buka soal ” + (index + 1)); dot.addEventListener(“click”, function () { activeSlide = index; updateSlider(); }); dotsContainer.appendChild(dot); dots.push(dot); }); } function updateSlider() { track.style.transform = “translateX(-” + activeSlide * 100 + “%)”; counter.textContent = activeSlide + 1; previousButton.disabled = activeSlide === 0; nextButton.disabled = activeSlide === slides.length – 1; dots.forEach(function (dot, index) { dot.classList.toggle(“aktif”, index === activeSlide); }); } previousButton.addEventListener(“click”, function () { if (activeSlide > 0) { activeSlide–; updateSlider(); } }); nextButton.addEventListener(“click”, function () { if (activeSlide < slides.length – 1) { activeSlide++; updateSlider(); } }); answerButtons.forEach(function (button) { button.addEventListener("click", function () { const explanation = button.nextElementSibling; const isActive = explanation.classList.toggle("aktif"); button.textContent = isActive ? "Sembunyikan Jawaban" : "Lihat Jawaban"; }); }); createDots(); updateSlider(); });

4. Metode Efektif Meningkatkan Skor TPA Pascasarjana Untad

Mengetahui pola soal saja tidak cukup tanpa strategi pengerjaan yang sistematis. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan saat tes:

4.1 Prioritaskan Soal Mudah dan Cepat

Mulailah dengan soal yang kamu kuasai untuk mengamankan poin agar manajemen waktu tidak terdampak. Soal yang sulit bisa disisihkan terlebih dahulu untuk dijawab setelahnya.

4.2 Manajemen Waktu yang Ketat

TPA biasanya memiliki batas waktu yang ketat. Latihan dengan timer akan membantu membiasakan diri berpikir cepat dan tepat, sehingga tidak kehabisan waktu di bagian akhir soal.

4.3 Perbaiki Kecepatan Tanpa Mengorbankan Akurasi

Kecepatan memang penting, tetapi jawaban salah tidak akan membantu skor. Berlatihlah mengerjakan soal dengan teliti namun tetap efisien agar hasil maksimal.

4.4 Tetap Tenang Saat Menghadapi Soal Sulit

Jika menemukan soal yang sangat sulit, tidak perlu dipaksakan menghabiskan waktu lama. Tandai dan lanjut ke soal berikutnya, lalu kembali jika masih ada waktu.

Mengimplementasikan strategi ini secara konsisten akan memberikan peningkatan skor yang signifikan dan memaksimalkan peluang lolos seleksi S2 di Untad.

Baca juga: Strategi Manajemen Waktu Saat Tes Seleksi S2

5. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Sadar tidak sadar, beberapa peserta sering melakukan hal yang kurang efektif saat persiapan TPA, yang kemudian menghambat pencapaian skor maksimal.

  • Kurangnya Latihan Soal sehingga kurang familiar dengan pola dan waktu pengerjaan.
  • Fokus pada Hafalan daripada memahami konsep dan teknik pengerjaan soal.
  • Tidak Meningkatkan Kecepatan Berpikir sehingga kehilangan banyak waktu saat tes.
  • Kurang Evaluasi hasil latihan sehingga kesalahan berulang-ulang tidak terdeteksi.

Menghindari kesalahan tersebut dan menggantinya dengan latihan teknik yang benar serta evaluasi secara teratur akan membuat proses belajar lebih efektif dan menyenangkan.

Mini FAQ

.faq-container {
max-width: 800px;
margin: 20px 0;
font-family: Arial, sans-serif;
}

.faq-container details {
background: #f5f5f5;
margin-bottom: 10px;
border-radius: 6px;
padding: 14px 16px;
cursor: pointer;
border: 1px solid #e0e0e0;
transition: all 0.2s ease;
}

.faq-container summary {
font-weight: 500;
font-size: 16px;
list-style: none;
position: relative;
transition: all 0.2s ease;
}

/* Hilangin marker default */
.faq-container summary::-webkit-details-marker {
display: none;
}

/* Icon panah */
.faq-container summary::before {
content: “▶”;
margin-right: 10px;
color: #0073aa;
transition: all 0.2s ease;
}

/* Hover effect */
.faq-container summary:hover {
color: #0073aa;
}

/* Saat dibuka (active state) */
.faq-container details[open] {
background: #eef6fb;
border-color: #cfe3f3;
}

.faq-container details[open] summary {
color: #0073aa;
font-weight: 600;
}

/* Icon berubah saat open */
.faq-container details[open] summary::before {
content: “▼”;
}

/* Jawaban */
.faq-container p {
margin-top: 10px;
font-size: 14px;
color: #333;
line-height: 1.6;
}

Kalau belum ada pengalaman akademik khusus, masih bisa lolos seleksi S2 Untad?

Bisa, selama kamu mampu menunjukkan skor TPA yang memadai dan memenuhi persyaratan lainnya.

Apakah latihan soal TPA perlu dilakukan setiap hari?

Idealnya rutin, namun yang paling penting adalah konsistensi dan kualitas latihan yang fokus pada poin lemah.

Bagaimana cara meningkatkan kecepatan mengerjakan soal logika?

Sering berlatih pola soal, membaca contoh penyelesaian, dan membiasakan diri berpikir sistematis dengan contoh nyata.

Apakah ada perbedaan pola soal TPA untuk beasiswa dan rekrutmen kerja?

Biasanya tidak jauh berbeda, hanya saja beberapa lembaga mungkin fokus pada aspek tertentu sesuai kebutuhan posisi atau program beasiswanya.

Apakah format tes TPA Untad biasanya online atau offline?

Umumnya offline, namun beberapa seleksi kini sudah menggunakan format daring, disesuaikan dengan kebijakan masing-masing tahun.

Ringkasan

Menghadapi tes TPA pada seleksi pascasarjana Untad memerlukan pemahaman materi verbal, numerik, dan logika secara menyeluruh. Mengetahui pola soal dan menerapkan metode belajar terstruktur menjadi kunci utama meningkatkan skor. Latihan soal secara rutin dan evaluasi kesalahan akan memperkuat kemampuan dalam mengerjakan soal dengan efektif.

Jangan lupa memanfaatkan sumber belajar terpercaya seperti Jago TPA untuk memperkaya latihan dan pembelajaran kamu. Semangat dan konsistensi menjadi modal penting untuk meraih hasil terbaik dalam seleksi S2 Untad.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Table of Contents

On Key

Related Posts