Universitas Brawijaya Pascasarjana – Adalah salah satu “magnet” utama bagi pejuang S2/S3 yang serius mengejar karier lebih tinggi, beasiswa.
Atau posisi strategis di instansi pemerintah dan swasta. Bukan cuma karena kampusnya besar dan terkenal di Malang.
Tetapi juga karena banyak program magister dan doktor di UB yang mensyaratkan atau sangat mempertimbangkan sertifikasi TPA Bappenas sebagai bagian dari seleksi.
Artinya, kalau kamu sedang bersiap ikut tes TPA Bappenas untuk lanjut kuliah pascasarjana atau melamar kerja di lembaga bergengsi.
Memahami peta peluang di UB akan membuat perjuanganmu jauh lebih terarah dan tidak lagi sekadar “coba-coba”.
Di tengah tekanan harus lulus TPA, menyiapkan berkas, sampai memikirkan biaya kuliah, wajar kalau kamu merasa kewalahan.
Namun, justru di sinilah universitas brawijaya pascasarjana bisa jadi pilihan strategis: programnya banyak, jalur seleksinya jelas, dan dukungan akademiknya kuat.
Kalau kamu bisa memadukan skor TPA Bappenas yang bagus dengan pilihan program yang tepat di UB, peluangmu untuk “naik kelas” secara akademik dan karier akan meningkat drastis.

Mengapa universitas brawijaya pascasarjana Jadi Incaran Pejuang TPA dan Beasiswa?
Sebelum membahas teknis program, mari luruskan dulu: apa yang membuat universitas brawijaya pascasarjana begitu relevan untuk kamu yang sedang mempersiapkan TPA Bappenas?
Pertama, UB adalah salah satu perguruan tinggi besar di Indonesia yang punya ekosistem pascasarjana sangat luas. Melalui fakultas-fakultas dan Sekolah Pascasarjana (SPUB), UB menawarkan lebih dari 60 program magister (S2) dan doktor (S3) di berbagai bidang, mulai dari hukum, ekonomi, administrasi, pertanian, teknik, kedokteran, sampai kajian lintas disiplin seperti Kajian Wanita, Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan, Wawasan Pertahanan Nasional, serta Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan. Totalnya, ada sekitar 95 program studi pascasarjana yang dikelola dengan dukungan ratusan dosen dan tenaga kependidikan.
Kedua, banyak instansi pemberi beasiswa (termasuk LPDP dan berbagai beasiswa internal/eksternal) memandang positif kampus dengan produktivitas riset tinggi dan jaringan luas seperti UB. Postgraduate education di UB terbukti mendorong produktivitas universitas baik dari sisi kualitas maupun kuantitas publikasi dan penelitian. Ini penting, karena ketika kamu melamar beasiswa atau posisi strategis, rekam jejak kampus asal S2/S3-mu ikut dinilai.
Ketiga, universitas brawijaya pascasarjana punya pola seleksi yang relatif terstruktur dan transparan melalui sistem online seperti SELMA UB. Di banyak program, kemampuan akademik, kesiapan riset, dan potensi keberhasilanmu diukur secara komprehensif—dan di sinilah skor TPA Bappenas sering menjadi salah satu indikator penting untuk menunjukkan kapasitas logika, analitis, dan verbal kamu.
Jadi, kalau selama ini kamu hanya melihat TPA Bappenas sebagai “tes pengganggu” sebelum kuliah S2, sekarang coba ubah sudut pandang: TPA adalah alat untuk membuktikan bahwa kamu layak masuk ke ekosistem akademik sekelas universitas brawijaya pascasarjana dan siap bersaing di level nasional.
Baca Juga : Pascasarjana USB YPKP Jalan Sunyi yang Diam-Diam Dongkrak Karier
Peta Program, Seleksi, dan Strategi TPA di universitas brawijaya pascasarjana
Saat mendengar kata “pascasarjana”, banyak orang langsung panik: “Programnya banyak banget, aku harus pilih yang mana?” Tenang, kita pecah pelan-pelan. Di universitas brawijaya pascasarjana, program magister (S2) tersebar di berbagai fakultas dan Sekolah Pascasarjana (SPUB). Memahami peta ini akan membantumu mengaitkan latar belakang S1, rencana karier, dan strategi menghadapi TPA.
1. Program Magister Berbasis Fakultas
Di level S2, hampir semua fakultas besar di UB punya program magister. Berikut gambaran ringkasnya, agar kamu bisa mulai memetakan:
a. Fakultas Hukum
- Ilmu Hukum
- Kenotariatan
Ini cocok untuk kamu yang ingin menjadi akademisi hukum, konsultan hukum, notaris, atau bekerja di lembaga negara yang butuh pemahaman hukum mendalam. Di sini, kemampuan analitis dan logika yang diuji di TPA (terutama penalaran logis dan analitis) akan sangat terpakai.
b. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
- Ilmu Ekonomi
- Manajemen
- Akuntansi
FEB UB juga punya seleksi masuk pascasarjana yang cukup ketat. Di beberapa ketentuan, misalnya, pelamar dengan IPK S1 di bawah 3,25, lulusan lebih dari 5 tahun, atau dari prodi dengan akreditasi B bisa dikenai syarat tambahan seperti wawancara. Di titik ini, skor TPA yang baik bisa menjadi “penyeimbang” untuk menunjukkan bahwa kamu tetap punya kapasitas akademik kuat meski IPK atau latar belakangmu tidak sempurna.
c. Fakultas Ilmu Administrasi
- Ilmu Administrasi Negara/Publik
- Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis
- Manajemen Pendidikan Tinggi
Program-program ini sangat cocok untuk calon pejabat struktural, ASN, pengelola perguruan tinggi, hingga manajer di lembaga nirlaba. TPA Bappenas yang kuat akan menunjukkan bahwa kamu mampu berpikir sistematis dan memahami kompleksitas kebijakan publik.
d. Fakultas Pertanian
- Ekonomi Pertanian
- Pengelolaan Tanah dan Air
- Sosiologi (dalam konteks pertanian dan pedesaan)
- Agronomi
- Agribisnis
- Patologi Tumbuhan
- Entomologi Pertanian
Di sini, kemampuan numerik dan logika dari TPA akan membantu saat kamu masuk ke analisis data, perencanaan usaha tani, atau riset penyakit tanaman.
e. Fakultas Peternakan
- Ilmu Ternak
Cocok untuk kamu yang ingin mengembangkan industri peternakan modern, riset nutrisi ternak, atau kebijakan peternakan nasional.
f. Fakultas Teknik
- Teknik Sipil
- Teknik Mesin
- Teknik Elektro
- Teknik Pengairan
- Arsitektur Lingkungan Binaan
- Perencanaan Wilayah dan Kota
Program-program ini sangat menuntut kemampuan kuantitatif dan analitis. Skor TPA yang tinggi di bagian numerik dan penalaran akan menjadi nilai tambah besar.
g. Fakultas Kedokteran
- Ilmu Biomedik
- Manajemen Rumah Sakit
- Kebidanan
Program seperti Manajemen Rumah Sakit sangat relevan untuk dokter atau tenaga kesehatan yang ingin beralih ke posisi manajerial. Di sini, TPA membantumu menunjukkan kemampuan manajerial dan analitis, bukan hanya klinis.
h. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
- Budidaya Perairan
Sangat cocok untuk kamu yang ingin mengembangkan sektor perikanan budidaya, baik dari sisi teknis maupun bisnis.
i. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
- Biologi
- Kimia
- Fisika
- Matematika
- Statistika
Ini adalah rumah bagi calon peneliti dan akademisi sains murni. TPA, terutama bagian numerik dan penalaran, akan sangat selaras dengan tuntutan analitis di program-program ini.
j. Fakultas Teknologi Pertanian
- Teknologi Hasil Pertanian
- Teknologi Industri Pertanian
- Keteknikan Pertanian
Cocok untuk kamu yang ingin mengembangkan inovasi pengolahan pangan, teknologi pascapanen, dan rekayasa pertanian.
2. Program Magister di Sekolah Pascasarjana UB (SPUB)
Selain program berbasis fakultas, universitas brawijaya pascasarjana juga punya Sekolah Pascasarjana (SPUB) yang mengelola program-program lintas disiplin. Saat ini SPUB mengelola 4 program magister, antara lain:
- Kajian Wanita
- Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan
- Wawasan Pertahanan Nasional
- Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan
Program-program ini sangat cocok untuk kamu yang tertarik pada isu-isu strategis nasional, kebijakan publik, gender, lingkungan, dan kepemimpinan. Latar belakang S1-mu tidak harus satu jurusan persis, selama masih relevan dan kamu bisa menunjukkan kapasitas berpikir kritis—lagi-lagi, di sinilah skor TPA Bappenas bisa menjadi “bahasa universal” yang menunjukkan kemampuanmu.
SPUB juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti workshop penulisan artikel ilmiah, tes TPA internal, dan seminar internasional (misalnya di program Kajian Wanita). Lingkungan seperti ini sangat mendukung kamu yang ingin serius di jalur akademik atau kebijakan.
3. Level Doktor (S3) di universitas brawijaya pascasarjana
Kalau kamu sudah mulai melirik S3, entah langsung setelah S2 atau melalui skema percepatan seperti PMDSU, universitas brawijaya pascasarjana menyediakan banyak pilihan program doktor yang strategis.
a. Program Doktor Berbasis Fakultas
- Doktor Ilmu Hukum
- Doktor Ilmu Ekonomi
- Doktor Ilmu Manajemen
- Doktor Ilmu Akuntansi
Sebagian program ini bahkan memiliki kelas atau aktivitas akademik di kampus Jakarta, yang sangat menguntungkan bagi profesional yang bekerja di ibu kota atau sekitarnya. Di level ini, kemampuan riset, penulisan ilmiah, dan analisis data akan sangat dominan. TPA Bappenas, terutama jika disyaratkan di seleksi awal, akan menjadi indikator bahwa kamu punya fondasi kognitif yang cukup untuk menanggung beban akademik S3.
Untuk pendaftar doktor, beberapa ketentuan seleksi (misalnya di FEB) menyebutkan bahwa pelamar dengan IPK S2 di bawah 3,50, lulusan lebih dari 5 tahun, atau dari prodi dengan akreditasi B akan dikenai seleksi tambahan seperti wawancara. Di sini, kamu bisa menggunakan skor TPA yang kuat sebagai bukti bahwa kamu masih “on fire” secara akademik meski sudah lama lulus.
b. Program Doktor di Sekolah Pascasarjana UB (SPUB)
- Doktor Ilmu Lingkungan
- Doktor Ilmu Ketahanan Nasional
- Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan
Program-program ini berada di persimpangan antara akademik dan kebijakan publik. Lulusan S3 dari sini berpotensi besar berkarier sebagai:
- Peneliti senior di lembaga pemerintah atau think tank
- Penasihat kebijakan di kementerian/lembaga
- Akademisi di universitas ternama
- Konsultan kebijakan lingkungan, pertahanan, atau kepemimpinan
Untuk bisa bertahan di program seperti ini, kamu butuh kemampuan membaca cepat, menganalisis isu kompleks, dan menyusun argumen logis—semua ini sangat terkait dengan kemampuan yang diukur di TPA Bappenas.
4. Skema Penerimaan Mahasiswa Baru: Jangan Sampai Salah Timing!
Salah satu sumber stres terbesar pejuang S2/S3 adalah: “Takut ketinggalan jadwal pendaftaran.” Di universitas brawijaya pascasarjana, penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara berkala dan terstruktur, sehingga sebenarnya kamu bisa merencanakan jauh-jauh hari.
a. Jalur dan Periode Penerimaan
Penerimaan mahasiswa baru untuk program magister, doktor, dan profesi di UB umumnya dilakukan setiap semester ganjil dan genap melalui sistem online, terutama lewat:
- SELMA UB (Sistem Seleksi Masuk Universitas Brawijaya)
- Pengumuman khusus di laman SPUB untuk program-program Sekolah Pascasarjana
Untuk tahun akademik tertentu (misalnya semester genap 2024/2025 atau gasal 2025/2026), informasi resmi biasanya mencakup:
- Jadwal pendaftaran
- Syarat umum dan khusus tiap program
- Mekanisme seleksi (tes, wawancara, portofolio, dan sebagainya)
SPUB, misalnya, mengumumkan penerimaan mahasiswa baru untuk semester gasal 2025/2026 melalui jalur Seleksi Mandiri. Sementara itu, pendaftaran ulang atau registrasi administrasi untuk mahasiswa yang sudah berjalan bisa memiliki tenggat tertentu, misalnya sampai 1 Februari 2025 untuk semester genap 2024/2025.
Artinya, kalau kamu sedang mempersiapkan TPA Bappenas, kamu bisa menyusun timeline seperti ini:
- Tentukan target periode masuk (misalnya gasal 2025/2026).
- Hitung mundur kapan TPA harus diambil agar sertifikatnya masih berlaku saat pendaftaran.
- Sesuaikan jadwal belajar TPA dengan jadwal pendaftaran UB.
Di titik ini, mengikuti bimbingan belajar online dan tryout TPA yang terstruktur akan sangat membantu, karena kamu tidak perlu lagi menebak-nebak pola soal dan bisa fokus mengoptimalkan skor sebelum jadwal seleksi universitas brawijaya pascasarjana dibuka.
b. Contoh Syarat Khusus: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Sebagai ilustrasi, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB, ada ketentuan seperti:
- Untuk Magister: pelamar dengan IPK S1 di bawah 3,25, lulusan lebih dari 5 tahun, bidang ilmu tidak linear, atau dari prodi dengan akreditasi B dapat dikenai seleksi tambahan seperti wawancara.
- Untuk Doktor: pelamar dengan IPK S2 di bawah 3,50, lulusan lebih dari 5 tahun, bidang ilmu tidak linear, atau dari prodi dengan akreditasi B juga akan diseleksi lebih ketat.
Dalam situasi seperti ini, TPA Bappenas bisa menjadi “senjata rahasia” untuk meyakinkan panitia bahwa kamu tetap layak diberi kesempatan. Skor TPA yang tinggi menunjukkan bahwa:
- Kamu masih aktif secara intelektual.
- Kamu mampu mengikuti ritme kuliah dan riset yang berat.
- Kamu punya kemampuan dasar yang kuat di logika, numerik, dan verbal.
Jadi, jangan remehkan TPA. Justru, jadikan TPA sebagai alat untuk menutup kekurangan di aspek lain (misalnya IPK atau jarak tahun lulus).
5. Beasiswa dan Dukungan Akademik: Bukan Hanya Soal Bayar UKT
Banyak pejuang S2/S3 mundur sebelum berjuang karena takut biaya. Padahal, universitas brawijaya pascasarjana punya berbagai skema beasiswa dan dukungan yang bisa kamu manfaatkan.
a. Beasiswa PMDSU dan Jalur Percepatan
Salah satu skema beasiswa yang penting adalah PMDSU (Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul). Di UB, beasiswa PMDSU Batch VIII sempat dibuka dengan jadwal pendaftaran sampai sekitar pertengahan 2024. Skema ini memungkinkan lulusan S1 unggulan untuk langsung menempuh jalur magister-doktor secara terintegrasi.
- Kamu bisa langsung fokus ke riset jangka panjang.
- Biaya pendidikan biasanya ditanggung beasiswa.
- Kamu akan dibimbing oleh promotor yang sudah berpengalaman.
Di sini, TPA Bappenas (atau tes potensi akademik lain yang disyaratkan) akan menjadi salah satu indikator penting bahwa kamu layak masuk jalur percepatan ini.
b. Beasiswa Lain dan Dukungan Internal
Selain PMDSU, ada berbagai beasiswa lain yang bisa kamu pantau, baik dari:
- Pemerintah (misalnya LPDP, beasiswa kementerian tertentu)
- Lembaga donor
- Skema beasiswa internal UB
Informasi tentang beasiswa UB sering diumumkan melalui kanal resmi dan portal informasi beasiswa. Postgraduate education di UB juga didorong untuk meningkatkan produktivitas riset, sehingga kamu akan berada di lingkungan yang:
- Aktif mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah
- Mendorong publikasi di jurnal nasional dan internasional
- Menyelenggarakan seminar dan konferensi ilmiah
SPUB, misalnya, rutin mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah, tes TPA internal, dan seminar tematik seperti di program Kajian Wanita dengan narasumber internasional. Lingkungan seperti ini sangat ideal untuk kamu yang ingin membangun CV akademik yang kuat.
Dan di tengah perjalanan mempersiapkan beasiswa dan seleksi, ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan ikut bimbingan belajar TPA dan tryout online yang terstruktur, agar kamu tidak belajar sendirian tanpa arah dan bisa mengukur posisi sebelum menghadapi seleksi universitas brawijaya pascasarjana.
6. Aktivitas Akademik & Lingkungan Belajar: Bukan Sekadar “Datang–Kuliah–Pulang”
Salah satu kekuatan universitas brawijaya pascasarjana adalah ekosistem akademiknya yang hidup. Kamu tidak hanya datang untuk kuliah, mengerjakan tugas, lalu pulang. Ada banyak aktivitas pendukung yang akan mengasah kemampuanmu sebagai peneliti, praktisi, maupun calon pemimpin.
a. Workshop, Seminar, dan Tes Internal
- Workshop penulisan artikel ilmiah (misalnya pada Mei 2025)
- Tes TPA internal (misalnya pada Mei 2025)
- Seminar tematik, seperti seminar Kajian Wanita dengan pakar internasional (Juni 2025)
Kegiatan seperti ini sangat penting karena:
- Membiasakanmu dengan standar penulisan ilmiah yang diakui jurnal.
- Melatih kemampuan presentasi dan diskusi ilmiah.
- Memberi akses ke jaringan akademisi dan praktisi dari dalam dan luar negeri.
Bagi kamu yang sedang mempersiapkan TPA Bappenas, mengikuti tes TPA internal atau simulasi di lingkungan kampus (atau lewat platform bimbingan belajar online) akan membuatmu lebih siap menghadapi tes resmi. Kamu akan terbiasa dengan tekanan waktu, tipe soal, dan strategi pengerjaan.
Baca Juga : Pascasarjana UPN Jatim Jangan Asal Daftar kalau Belum Paham TPA Bappenas
b. Dukungan Administrasi dan Layanan Akademik
Di balik semua aktivitas akademik, universitas brawijaya pascasarjana juga didukung oleh unit administratif seperti Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) yang berkantor di Gedung Rektorat UB lantai 2. Keberadaan unit seperti ini penting karena:
- Membantu mengelola proses akademik dan administrasi mahasiswa pascasarjana.
- Menjadi penghubung antara mahasiswa, program studi, dan pimpinan universitas.
Dengan dukungan ratusan dosen (sekitar 362 tenaga pengajar) dan puluhan staf, kamu tidak akan berjalan sendirian. Tantangan pasti ada—skripsi, tesis, disertasi, penelitian lapangan—tetapi sistem di universitas brawijaya pascasarjana memang dirancang untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi dengan baik.
7. Menghubungkan TPA Bappenas dengan Strategi Masuk universitas brawijaya pascasarjana
Sekarang, mari kita kaitkan lebih spesifik: bagaimana TPA Bappenas bisa kamu manfaatkan secara strategis untuk masuk universitas brawijaya pascasarjana?
a. TPA sebagai Bukti Kapasitas Akademik
TPA Bappenas umumnya menguji tiga kemampuan utama:
- Verbal (padanan kata, sinonim, antonim, pemahaman bacaan)
- Numerik (deret angka, aritmetika, logika kuantitatif)
- Penalaran (logika, analitis, diagram, pola)
Kemampuan-kemampuan ini sangat relevan dengan tuntutan kuliah S2/S3:
- Kamu akan membaca banyak literatur ilmiah (butuh verbal dan pemahaman bacaan yang kuat).
- Kamu akan menganalisis data (butuh numerik dan logika kuantitatif).
- Kamu akan menyusun argumen dalam tesis/disertasi (butuh penalaran logis dan analitis).
Dengan skor TPA yang baik, kamu mengirim sinyal kuat ke panitia seleksi universitas brawijaya pascasarjana bahwa kamu:
- Siap menghadapi beban bacaan dan tugas.
- Mampu berpikir sistematis dan kritis.
- Tidak hanya mengandalkan IPK masa lalu, tetapi juga kapasitas kognitif saat ini.
b. TPA sebagai “Penyeimbang” IPK dan Jarak Tahun Lulus
Seperti sudah disinggung, beberapa program di UB (misalnya di FEB) memberi catatan khusus bagi pelamar dengan:
- IPK di bawah batas tertentu (misalnya 3,25 untuk S2, 3,50 untuk S3).
- Jarak tahun lulus lebih dari 5 tahun.
- Latar belakang bidang ilmu yang tidak linear.
- Program asal dengan akreditasi B.
Dalam kondisi ini, kamu mungkin merasa minder. Namun, di sinilah TPA Bappenas bisa menjadi penyeimbang:
- Skor TPA yang tinggi menunjukkan bahwa kamu masih tajam secara intelektual.
- Ini bisa menjadi bahan pertimbangan positif saat wawancara.
- Kamu bisa menjelaskan bahwa meski sudah lama lulus, kamu tetap aktif belajar dan mengasah kemampuan.
c. Contoh Pola Soal dan Cara Melatih Diri
Agar lebih konkret, berikut contoh sederhana pola soal yang sering muncul di TPA (disederhanakan):
Contoh Verbal (Padanan Kata)
“ABSTRAK : …”
Pilihan: (A) Nyata, (B) Konkrit, (C) Teoritis, (D) Kasar
Jawaban yang tepat: (C) Teoritis
Contoh Numerik (Deret Angka)
2, 6, 18, 54, …
Pola: dikali 3
Jawaban berikutnya: 162
Contoh Penalaran (Logika)
Semua mahasiswa S2 UB wajib menyusun tesis.
Rina adalah mahasiswa S2 di universitas brawijaya pascasarjana.
Kesimpulan yang benar: Rina wajib menyusun tesis.
Latihan intensif dengan soal-soal seperti ini, ditambah pembahasan yang sistematis, akan membuatmu:
- Lebih cepat mengenali pola.
- Lebih tenang saat mengerjakan tes resmi.
- Lebih percaya diri saat mendaftar ke universitas brawijaya pascasarjana.
Di sinilah peran bimbingan belajar online dan tryout TPA sangat krusial: kamu tidak perlu belajar sendirian, bisa mengukur kemampuan lewat skor tryout, dan mendapatkan strategi pengerjaan yang efektif.
Pada akhirnya, universitas brawijaya pascasarjana bukan hanya soal gelar S2 atau S3 yang tertulis di belakang nama. Ini tentang membuka pintu ke peluang karier yang lebih luas, beasiswa yang sebelumnya terasa mustahil, dan kepercayaan diri baru bahwa kamu mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Kalau kamu saat ini sedang cemas karena IPK pas-pasan, sudah lama lulus, atau pernah gagal tes sebelumnya, ingat: banyak pintu yang masih bisa dibuka dengan strategi yang tepat.
Mulailah dengan memetakan program yang paling sesuai dengan tujuanmu di universitas brawijaya pascasarjana, susun timeline realistis untuk mengikuti TPA Bappenas, dan latih dirimu secara konsisten lewat bimbingan dan tryout yang terarah. Setiap sesi latihan TPA, setiap halaman jurnal yang kamu baca, dan setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini adalah investasi untuk versi dirimu yang jauh lebih kuat beberapa tahun ke depan.
Kamu tidak harus sempurna untuk mulai. Kamu hanya perlu cukup berani untuk melangkah, dan cukup tekun untuk bertahan. UB sudah menyiapkan ekosistem pascasarjana yang luas; sekarang giliranmu menyiapkan diri agar layak berdiri di dalamnya.
Sumber Referensi:
- UB.AC.ID – Program Magister
- PPSUB.UB.AC.ID – Profil Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya
- PPSUB.UB.AC.ID – Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya
- SELMA.UB.AC.ID – Seleksi Masuk Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- SELMA.UB.AC.ID – Program Studi Magister dan Doktor
- SELMA.UB.AC.ID – Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana, Profesi, Magister dan Doktor Semester Genap 2024/2025
- INDBEASISWA.COM – Beasiswa Universitas Brawijaya (UB) untuk Mahasiswa Baru dan On-Going
PROGRAM TES TPA BAPPENAS
Persiapan TPA tidak cukup hanya memahami teori.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi realistis, dan evaluasi skor yang jelas.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JagoTPA
Temukan aplikasi JagoTPA di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi. - Masuk ke Akun Anda
Login ke akun JagoTPA melalui aplikasi atau situs web. - Pilih Paket yang Cocok
Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TPA yang sesuai dengan kebutuhan dan target tes Anda. Pastikan membaca detail setiap paket. - Gunakan Kode Promo
Masukkan kode “BIMBELTPA” untuk mendapatkan diskon khusus sesuai ketentuan promo. - Selesaikan Pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman. - Aktivasi Cepat
Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
🎯 Ayo Mulai Persiapan TPA Bappenas Bersama Bimbel JagoTPA
JagoTPA membantu kamu mempersiapkan Tes Potensi Akademik (TPA) Bappenas secara lebih terarah dan terukur, bukan sekadar mengerjakan soal tanpa strategi.
Dengan JagoTPA, kamu akan mendapatkan:
- Ribuan soal TPA Bappenas dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
- Latihan lengkap mencakup Verbal, Numerik, Logika, dan Analitik
- Simulasi TPA sesuai format dan tingkat kesulitan tes asli
- Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
- Progres belajar dan perkembangan skor yang bisa dipantau
Gunakan kode promo: BIMBELTPA
Dapatkan diskon khusus dan mulai persiapan TPA Bappenas dari sekarang.