Soal TPA Bappenas Terdiri dari Apa Saja? Kenali Materi dan Contohnya

soal tpa bappenas terdiri dari apa saja

Banyak calon peserta mencari tahu soal TPA Bappenas terdiri dari apa saja sebelum mendaftar tes untuk keperluan kuliah pascasarjana, beasiswa, atau seleksi tertentu. Memahami materi sejak awal dapat membantu peserta membagi waktu belajar dan tidak hanya berfokus pada soal hitungan.

Secara umum, TPA Bappenas mengukur tiga kelompok kemampuan utama, yaitu kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran. Ketiganya digunakan untuk melihat kemampuan peserta dalam memahami bahasa, mengolah angka, menemukan hubungan, serta menyelesaikan persoalan secara logis.

Namun, penyelenggara tidak menyediakan bank soal terbuka yang dapat dianggap sebagai bocoran. Jumlah soal, urutan pengerjaan, dan ketentuan teknis juga perlu diperiksa melalui petunjuk peserta pada jadwal tes yang dipilih. Oleh karena itu, contoh dalam artikel ini digunakan sebagai latihan ilustratif, bukan soal resmi.

Daftar Isi

Apa Itu TPA Bappenas?

Tes Potensi Akademik atau TPA Bappenas merupakan tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan akademik dasar seseorang. Tes ini tidak berfokus pada penguasaan satu program studi, melainkan pada kemampuan memahami informasi dan menyelesaikan masalah.

Sertifikat TPA Bappenas masih digunakan sebagai salah satu dokumen tes potensi dalam penerimaan mahasiswa pascasarjana di sejumlah perguruan tinggi. Beberapa program menerima sertifikat tersebut dengan skor minimal dan masa berlaku yang ditentukan masing-masing.

TPA Bappenas dapat dibutuhkan untuk:

  • pendaftaran program magister;
  • pendaftaran program doktor;
  • seleksi program pendidikan tertentu;
  • kebutuhan instansi atau pengembangan karier;
  • persyaratan akademik lain.

Sebelum mengikuti tes, peserta perlu memeriksa apakah lembaga tujuan menerima TPA Bappenas. Perhatikan juga skor minimal, masa berlaku sertifikat, dan batas waktu pengumpulan hasil.

Baca juga: Berapa Total Soal TPA Bappenas? Ini Jumlah Soal, Durasi, dan Strategi Mengerjakannya

soal tpa bappenas terdiri dari apa saja
Sumber gambar: smb.telkomuniversity.ac.id

Soal TPA Bappenas Terdiri dari Apa Saja?

Jawaban singkat untuk pertanyaan soal TPA Bappenas terdiri dari apa saja adalah tiga kelompok utama berikut:

  1. Kemampuan verbal.
  2. Kemampuan kuantitatif.
  3. Kemampuan penalaran.

Kemampuan verbal berhubungan dengan bahasa dan pemahaman informasi tertulis. Kemampuan kuantitatif berkaitan dengan angka, perhitungan, dan pemecahan masalah matematis. Sementara itu, kemampuan penalaran mengukur kecakapan menggunakan fakta dan aturan untuk memperoleh kesimpulan.

Setiap kelompok dapat memuat beberapa variasi pertanyaan. Untuk persiapan, peserta dapat mempelajari materi berikut.

Kelompok kemampuanMateri latihan
VerbalKosakata, sinonim, antonim, analogi, dan pemahaman bacaan
KuantitatifAritmetika, perbandingan, persentase, deret, dan soal cerita
PenalaranLogika formal, analitis, urutan, hubungan pernyataan, dan kesimpulan

Tabel tersebut merupakan gambaran materi latihan. Peserta tetap harus mengikuti petunjuk resmi karena rincian komponen dan teknis tes dapat diperbarui.

Materi Kemampuan Verbal

Kemampuan verbal mengukur kecakapan peserta memahami kata, kalimat, hubungan bahasa, dan bacaan. Bagian ini bukan sekadar tes hafalan kosakata.

Peserta juga perlu memahami konteks dan hubungan antargagasan. Berikut beberapa materi yang dapat dipelajari.

1. Kosakata

Soal kosakata meminta peserta menentukan arti sebuah kata atau memilih kata yang penggunaannya paling sesuai.

Untuk mempersiapkannya, biasakan membaca artikel, buku, dan dokumen formal. Catat istilah yang belum dipahami, lalu pelajari makna serta penggunaannya dalam kalimat.

2. Sinonim

Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama atau berdekatan.

Contoh:

Kata yang memiliki arti paling dekat dengan akurat adalah:

A. Cepat
B. Tepat
C. Luas
D. Rumit
E. Berbeda

Jawaban yang benar adalah B. Tepat.

Akurat berarti tepat atau sesuai dengan keadaan sebenarnya.

3. Antonim

Antonim menguji kemampuan menemukan kata yang berlawanan makna.

Contoh:

Lawan kata stabil adalah:

A. Tetap
B. Seimbang
C. Berubah-ubah
D. Teratur
E. Konsisten

Jawaban yang benar adalah C. Berubah-ubah.

4. Analogi Verbal

Analogi meminta peserta mengenali hubungan antara dua kata, kemudian menerapkan hubungan yang sama pada pasangan lain.

Contoh:

Dokter : Pasien = Guru : …

A. Sekolah
B. Buku
C. Murid
D. Pelajaran
E. Ujian

Jawaban yang benar adalah C. Murid.

Dokter memberikan pelayanan kepada pasien, sedangkan guru memberikan pengajaran kepada murid.

5. Pemahaman Bacaan

Peserta membaca teks pendek, lalu menjawab pertanyaan mengenai:

  • gagasan utama;
  • informasi yang dinyatakan dalam teks;
  • tujuan penulis;
  • kesimpulan;
  • hubungan antarkalimat;
  • makna kata berdasarkan konteks.

Jawaban harus didasarkan pada teks, bukan pendapat pribadi atau informasi dari luar bacaan.

Materi Kemampuan Kuantitatif

Ketika membahas soal TPA Bappenas terdiri dari apa saja, kemampuan kuantitatif menjadi bagian yang sering dianggap paling sulit oleh peserta. Padahal, materi ini dapat dipelajari secara bertahap melalui pemahaman konsep dan latihan rutin.

1. Operasi Hitung

Operasi hitung meliputi:

  • penjumlahan;
  • pengurangan;
  • perkalian;
  • pembagian;
  • bilangan pecahan;
  • bilangan desimal;
  • pangkat sederhana.

Perhatikan urutan operasi agar tidak salah menghitung.

2. Persentase

Soal persentase dapat membahas diskon, kenaikan, penurunan, keuntungan, atau bagian dari keseluruhan.

Contoh:

Harga sebuah buku adalah Rp160.000. Buku tersebut memperoleh diskon 25%. Berapa harga setelah diskon?

Nilai diskon:

25% × Rp160.000 = Rp40.000.

Harga akhir:

Rp160.000 − Rp40.000 = Rp120.000.

3. Perbandingan

Perbandingan menunjukkan hubungan antara dua nilai atau lebih.

Contoh:

Perbandingan peserta kelompok A dan B adalah 3 : 5. Jika jumlah seluruh peserta 64 orang, berapa peserta kelompok A?

Jumlah bagian:

3 + 5 = 8.

Jumlah peserta kelompok A:

3/8 × 64 = 24 orang.

4. Deret Angka

Deret angka meminta peserta menemukan pola yang menghubungkan beberapa bilangan.

Polanya dapat berupa:

  • penambahan;
  • pengurangan;
  • perkalian;
  • pembagian;
  • selisih bertingkat;
  • operasi berselang-seling.

Contoh:

3, 7, 13, 21, 31, …

Selisihnya adalah 4, 6, 8, dan 10. Selisih berikutnya 12 sehingga angka selanjutnya adalah:

31 + 12 = 43.

5. Soal Cerita

Soal cerita menggabungkan pemahaman bacaan dan perhitungan. Materinya dapat berupa:

  • usia;
  • pekerjaan;
  • kecepatan;
  • waktu dan jarak;
  • harga;
  • keuntungan;
  • rata-rata;
  • jumlah barang.

Pisahkan informasi yang diketahui dan hal yang ditanyakan sebelum melakukan perhitungan.

Materi Kemampuan Penalaran

Kemampuan penalaran mengukur cara peserta menghubungkan informasi, mengikuti aturan, dan membuat kesimpulan.

Kunci utama bagian ini adalah tidak menambahkan asumsi yang tidak tersedia dalam soal.

1. Logika Formal

Soal logika formal dapat menggunakan kata:

  • semua;
  • sebagian;
  • tidak ada;
  • jika;
  • maka;
  • dan;
  • atau.

Contoh:

Semua peneliti mampu berpikir kritis.
Sebagian dosen adalah peneliti.

Kesimpulan yang tepat adalah sebagian dosen mampu berpikir kritis.

Kesimpulan tersebut dapat dibuktikan langsung dari dua pernyataan yang tersedia.

2. Penalaran Analitis

Peserta diberikan sejumlah informasi dan aturan, kemudian diminta menentukan kemungkinan susunan.

Materinya dapat berbentuk:

  • urutan presentasi;
  • posisi tempat duduk;
  • pembagian kelompok;
  • jadwal kegiatan;
  • pasangan orang atau benda;
  • kondisi yang mungkin atau tidak mungkin terjadi.

Gunakan simbol atau tabel sederhana agar seluruh ketentuan lebih mudah dibandingkan.

3. Hubungan Pernyataan

Peserta perlu menentukan apakah suatu kesimpulan:

  • pasti benar;
  • mungkin benar;
  • pasti salah;
  • tidak dapat ditentukan.

Jangan memilih jawaban hanya karena terdengar masuk akal. Jawaban harus didukung oleh informasi pada soal.

4. Penalaran Logis

Penalaran logis menguji kemampuan menyelesaikan persoalan berdasarkan pola atau aturan tertentu.

Contoh:

Jika semua peserta yang memenuhi syarat dapat mengikuti wawancara, sedangkan Rina tidak dapat mengikuti wawancara, maka berdasarkan informasi tersebut Rina tidak memenuhi syarat.

5. Pemecahan Masalah

Soal pemecahan masalah dapat menggabungkan angka, aturan, dan informasi tertulis. Peserta perlu menentukan langkah paling tepat untuk memperoleh jawaban.

Bagian ini memerlukan ketelitian dan manajemen waktu karena informasi yang diberikan dapat cukup panjang.

Baca juga: Apakah Kuliah S3 Wajib Punya Jurnal Internasional? Ini Penjelasan Aturan, Kampus, dan Tipsnya

Contoh Soal TPA Bappenas dan Pembahasan

Setelah memahami soal TPA Bappenas terdiri dari apa saja, berikut beberapa latihan ilustratif yang dapat digunakan untuk menguji pemahaman.

Soal 1: Verbal

Kata yang memiliki arti paling dekat dengan relevan adalah:

A. Berkaitan
B. Berlawanan
C. Berlebihan
D. Berjauhan
E. Berurutan

Jawaban: A. Berkaitan

Pembahasan:

Relevan berarti mempunyai hubungan atau kaitan dengan sesuatu yang sedang dibahas.

Soal 2: Kuantitatif

Sebuah barang mengalami kenaikan harga dari Rp200.000 menjadi Rp250.000. Berapa persentase kenaikannya?

A. 20%
B. 25%
C. 30%
D. 35%
E. 40%

Jawaban: B. 25%

Pembahasan:

Kenaikan harga:

Rp250.000 − Rp200.000 = Rp50.000.

Persentase kenaikan:

Rp50.000 ÷ Rp200.000 × 100% = 25%.

Soal 3: Deret Angka

Tentukan angka selanjutnya:

2, 5, 10, 17, 26, …

A. 33
B. 35
C. 37
D. 39
E. 41

Jawaban: C. 37

Pembahasan:

Selisihnya adalah 3, 5, 7, dan 9. Selisih berikutnya adalah 11.

26 + 11 = 37.

Soal 4: Penalaran

Semua pegawai bagian A mengikuti pelatihan. Dimas merupakan pegawai bagian A. Kesimpulan yang tepat adalah:

A. Dimas tidak mengikuti pelatihan
B. Dimas mengikuti pelatihan
C. Semua peserta pelatihan adalah pegawai bagian A
D. Dimas memimpin pelatihan
E. Tidak dapat ditentukan

Jawaban: B. Dimas mengikuti pelatihan

Pembahasan:

Dimas termasuk pegawai bagian A, sedangkan seluruh pegawai bagian A mengikuti pelatihan.

Soal 5: Urutan

Empat orang, yaitu A, B, C, dan D, melakukan presentasi dengan ketentuan:

  • A tampil sebelum C.
  • B tampil sebelum A.
  • D tampil setelah C.

Urutan yang tepat adalah:

A. A–B–C–D
B. B–A–C–D
C. C–A–B–D
D. B–C–A–D
E. D–C–A–B

Jawaban: B. B–A–C–D

Urutan tersebut memenuhi seluruh ketentuan.

Bagaimana Sistem Penilaian TPA Bappenas?

Hasil TPA Bappenas biasanya menampilkan skor kemampuan dan skor keseluruhan. Skor digunakan oleh perguruan tinggi atau instansi untuk menilai apakah peserta memenuhi standar yang ditetapkan.

Peserta tidak sebaiknya hanya berfokus pada jumlah jawaban yang berhasil dikerjakan. Ketepatan tetap penting sehingga strategi menjawab perlu disesuaikan dengan petunjuk tes.

Rincian mengenai:

  • jumlah soal;
  • pembagian waktu;
  • urutan subtes;
  • ketentuan berpindah bagian;
  • mekanisme penilaian;
  • larangan selama tes,

perlu diperiksa pada petunjuk penyelenggara. Jangan menggunakan informasi dari latihan tidak resmi sebagai satu-satunya acuan teknis.

Berapa Skor TPA Bappenas yang Dibutuhkan?

Tidak ada satu skor minimal yang berlaku untuk seluruh kampus dan program studi. Setiap lembaga dapat menetapkan ketentuan berbeda.

Sejumlah program pascasarjana menetapkan skor minimal 450, sedangkan program lainnya dapat meminta 475, 500, atau lebih tinggi. Masa berlaku sertifikat juga perlu diperhatikan. Beberapa perguruan tinggi hanya menerima sertifikat yang diterbitkan maksimal dua tahun sebelum pendaftaran.

Sebelum mendaftar tes, lakukan langkah berikut:

  1. Buka laman resmi penerimaan kampus.
  2. Pilih program studi tujuan.
  3. Periksa jenis tes potensi yang diterima.
  4. Catat skor minimalnya.
  5. Periksa masa berlaku sertifikat.
  6. Sesuaikan jadwal tes dengan batas pendaftaran.

Target belajar sebaiknya sedikit lebih tinggi daripada skor minimal agar peserta memiliki ruang aman.

Strategi Mempersiapkan TPA Bappenas

1. Lakukan Tes Awal

Kerjakan satu paket latihan untuk memetakan kemampuan. Catat hasil verbal, kuantitatif, dan penalaran secara terpisah.

Tes awal membantu peserta mengetahui bagian yang perlu diprioritaskan.

2. Pelajari Konsep Dasar

Jangan langsung mengerjakan soal sulit. Pastikan kamu memahami arti kata, operasi hitung, perbandingan, persentase, dan logika dasar.

3. Berlatih per Materi

Pisahkan latihan berdasarkan jenisnya. Contohnya, gunakan satu sesi untuk verbal dan sesi lain untuk kuantitatif.

Cara ini memudahkan peserta mengenali pola penyelesaian.

4. Gunakan Batas Waktu

Setelah memahami konsep, kerjakan latihan dengan batas waktu. Tujuannya bukan sekadar terburu-buru, tetapi membiasakan diri mengambil keputusan dengan efisien.

5. Buat Catatan Kesalahan

Kelompokkan kesalahan menjadi:

  • tidak memahami materi;
  • salah membaca soal;
  • keliru menghitung;
  • tidak menemukan pola;
  • terlalu lama mengerjakan;
  • terburu-buru memilih jawaban.

Periksa catatan tersebut sebelum melakukan simulasi berikutnya.

6. Lakukan Simulasi Lengkap

Simulasi membantu melatih konsentrasi dan ketahanan mengerjakan beberapa kelompok soal secara berurutan.

Gunakan suasana yang menyerupai pelaksanaan tes dan hindari membuka catatan saat simulasi berlangsung.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan pertama adalah hanya berlatih soal numerik. TPA juga mengukur kemampuan verbal dan penalaran.

Kesalahan kedua adalah menghafal jawaban. Angka, kata, dan susunan informasi dapat berubah sehingga peserta harus memahami metode penyelesaiannya.

Kesalahan ketiga adalah terlalu lama mengerjakan satu pertanyaan. Tandai soal yang sulit, kemudian lanjutkan apabila sistem tes memungkinkan.

Kesalahan keempat adalah menganggap soal latihan sebagai bocoran. Gunakan latihan untuk mengenali pola, bukan mencari pertanyaan yang dianggap pasti keluar.

Kesalahan kelima adalah tidak memeriksa skor minimal kampus. Sertifikat dapat tetap tidak memenuhi persyaratan apabila skornya di bawah ketentuan program studi.

soal tpa bappenas terdiri dari apa saja
Sumber gambar: bola.com

Persiapan Mengikuti Tes Online

Portal resmi menampilkan pelaksanaan TPA Bappenas secara online maupun tatap muka melalui penyelenggara dan jadwal tertentu. Ketersediaan jadwal, biaya, kuota, dan lokasi dapat berubah.

Untuk pelaksanaan online, peserta perlu menyiapkan perangkat sesuai petunjuk. Ketentuan yang tercantum pada halaman teknis meliputi laptop dengan sistem operasi Windows minimal Windows 10 dan layar minimal 12 inci, telepon seluler dengan aplikasi Zoom, alat hitung tulis yang diperbolehkan, serta kartu identitas asli.

Sebelum tes, pastikan:

  • kamera dan mikrofon berfungsi;
  • koneksi internet stabil;
  • pengisi daya tersedia;
  • ruangan tenang dan terang;
  • identitas masih berlaku;
  • aplikasi ujian telah dipasang;
  • seluruh petunjuk telah dibaca.

Gunakan perangkat yang sama ketika melakukan pengecekan teknis dan saat mengikuti tes apabila memungkinkan.

Persiapkan TPA Secara Lebih Terarah

Mengetahui soal TPA Bappenas terdiri dari apa saja membantu kamu menyusun latihan yang lebih seimbang. Jangan hanya mengulang materi yang sudah dikuasai. Gunakan hasil latihan untuk menentukan apakah kemampuan verbal, kuantitatif, atau penalaran yang perlu ditingkatkan.

Untuk membantu persiapan secara lebih sistematis, kamu dapat mempelajari materi, latihan soal, dan simulasi melalui jagotpa.id. Tetap periksa petunjuk resmi dari penyelenggara serta persyaratan kampus agar strategi belajar sesuai dengan kebutuhanmu.

Kesimpulan

Jawaban dari pertanyaan soal TPA Bappenas terdiri dari apa saja adalah kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran. Kemampuan verbal berkaitan dengan bahasa dan bacaan, kuantitatif menguji pengolahan angka, sedangkan penalaran menilai kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan informasi.

Peserta perlu mempelajari konsep, berlatih per materi, menggunakan batas waktu, dan mengevaluasi kesalahan. Contoh soal sebaiknya digunakan sebagai sarana memahami pola, bukan dianggap sebagai bocoran ujian.

Periksa pula skor minimal, masa berlaku sertifikat, jadwal, dan petunjuk teknis dari lembaga tujuan. Persiapan yang terukur akan membantu peserta menghadapi tes dengan lebih tenang dan percaya diri.

FAQ

Soal TPA Bappenas terdiri dari apa saja?

Secara umum, TPA Bappenas mengukur kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran.

Apa saja materi verbal TPA Bappenas?

Materi latihan verbal dapat berupa kosakata, sinonim, antonim, analogi, hubungan kata, dan pemahaman bacaan.

Apakah TPA Bappenas memiliki soal hitungan?

Ya. Kemampuan kuantitatif dapat mencakup operasi hitung, persentase, perbandingan, deret angka, dan soal cerita.

Apakah contoh soal yang beredar merupakan soal resmi?

Belum tentu. Gunakan soal dari buku atau website sebagai bahan latihan, bukan sebagai bocoran atau kisi-kisi resmi.

Berapa skor minimal TPA Bappenas?

Skor minimal mengikuti kebijakan lembaga tujuan. Beberapa program menetapkan 450, 475, 500, atau nilai lain sesuai persyaratannya.

Referensi

  1. UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas — Jadwal TPA Bappenas.
  2. Tes Potensi Akademik Online — Ketentuan Perangkat dan Identitas Peserta.
  3. Institut Pertanian Bogor — Tes Potensi Akademik Bappenas Paper-Based Tahun 2026.
  4. Universitas Gadjah Mada — Persyaratan Pendaftaran Program Magister.
  5. Magister Ilmu Lingkungan UGM — Persyaratan Tes Potensi Akademik.
  6. Institut Teknologi Bandung — Persyaratan Program Magister.
  7. Universitas Bangka Belitung — Materi Tes Potensi Akademik dan TOEP.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Table of Contents

On Key

Related Posts