Keinginan melanjutkan kuliah magister sering disertai keraguan mengenai kesesuaian bidang studi. Seseorang yang lulus S1 Teknik, misalnya, mungkin ingin mengambil S2 Manajemen. Lulusan Sastra dapat tertarik melanjutkan ke Ilmu Komunikasi, sedangkan lulusan Ekonomi mungkin ingin mempelajari Kebijakan Publik.
Lantas, apakah kuliah S2 harus sesuai jurusan S1? Jawabannya tidak selalu. Sejumlah program magister menerima lulusan dari berbagai jurusan, tetapi program lainnya hanya menerima pendaftar dari bidang yang sama atau masih berkaitan. Keputusan akhirnya bergantung pada persyaratan program studi dan hasil penilaian perguruan tinggi.
Pendaftar lintas jurusan juga mungkin diwajibkan mengikuti matrikulasi, memiliki pengalaman kerja tertentu, atau menunjukkan kemampuan dasar yang relevan. Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu memeriksa persyaratan secara terperinci sebelum membayar biaya pendaftaran.
Daftar Isi
- 1. Apakah Kuliah S2 Harus Sesuai Jurusan S1?
- 2. Mengapa Setiap Program Memiliki Aturan Berbeda?
- 3. Program S2 yang Umumnya Terbuka untuk Lintas Jurusan
- 4. Program S2 yang Biasanya Membutuhkan Jurusan Linear
- 5. Apa yang Dimaksud Jurusan Linear?
- 6. Apa Itu Matrikulasi?
- 7. Contoh Perpindahan Jurusan S1 ke S2
- 8. Faktor yang Dinilai dari Pendaftar Lintas Jurusan
- 9. Apakah Lintas Jurusan Memengaruhi Peluang Diterima?
- 10. Cara Memilih Program S2 Lintas Jurusan
- 11. Persyaratan yang Perlu Disiapkan
- 12. Strategi Menjelaskan Alasan Pindah Jurusan
- 13. Tantangan Kuliah S2 Lintas Jurusan
- 14. Cara Mempersiapkan Diri sebelum Kuliah
- 15. Apakah Lintas Jurusan Memengaruhi Karier?
- 16. Ketentuan Linearitas untuk Beasiswa
- 17. Kesalahan yang Perlu Dihindari
- 18. Persiapan Tes Potensi Pascasarjana
- 19. Kesimpulan
- 20. FAQ
- 21. Referensi
Apakah Kuliah S2 Harus Sesuai Jurusan S1?
Secara umum, kuliah S2 tidak selalu harus sesuai persis dengan jurusan S1. Perguruan tinggi memberikan kewenangan kepada setiap program studi untuk menentukan latar belakang pendidikan yang dapat diterima.
Terdapat tiga kemungkinan persyaratan yang biasa ditemukan:
- Program hanya menerima lulusan dari jurusan yang sama.
- Program menerima lulusan dari bidang yang sama atau berkaitan.
- Program menerima lulusan S1 atau D4 dari semua jurusan.
Sebagai contoh, program Magister Manajemen umumnya lebih terbuka bagi lulusan berbagai bidang karena materi yang dipelajari berhubungan dengan pengelolaan organisasi, bisnis, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.
Sebaliknya, program yang membutuhkan fondasi teknis atau profesi tertentu dapat menetapkan persyaratan lebih ketat. Program Magister Ilmu Hukum pada kampus tertentu, misalnya, dapat mensyaratkan pelamar merupakan lulusan S1 Ilmu Hukum.
Jadi, jawaban atas pertanyaan apakah kuliah S2 harus sesuai jurusan S1 harus dilihat dari ketentuan program tujuan, bukan hanya berdasarkan kebijakan universitas secara umum.
Mengapa Setiap Program Memiliki Aturan Berbeda?
Setiap program magister mempunyai capaian pembelajaran, kurikulum, dan kompetensi lulusan yang berbeda. Beberapa mata kuliah membutuhkan pemahaman dasar yang biasanya diperoleh saat menempuh pendidikan sarjana.
Program teknik, sains, kesehatan, dan profesi tertentu cenderung membutuhkan fondasi akademik khusus. Mahasiswa akan kesulitan mengikuti materi lanjutan apabila belum memahami teori dan metode dasarnya.
Sementara itu, program multidisiplin dapat menerima peserta dari latar belakang lebih luas. Keberagaman ilmu justru dibutuhkan agar mahasiswa dapat melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.
Pertimbangan program studi biasanya mencakup:
- kesesuaian bidang S1;
- mata kuliah yang pernah ditempuh;
- pengalaman kerja;
- kemampuan akademik;
- tujuan melanjutkan studi;
- rencana penelitian;
- hasil tes masuk;
- kesiapan mengikuti matrikulasi;
- hubungan program S2 dengan rencana karier.
Oleh sebab itu, dua program dengan nama yang hampir sama belum tentu mempunyai ketentuan penerimaan yang sama.
Baca juga: Berapa Total Soal TPA Bappenas? Ini Jumlah Soal, Durasi, dan Strategi Mengerjakannya

Program S2 yang Umumnya Terbuka untuk Lintas Jurusan
Beberapa program magister cenderung lebih terbuka terhadap pendaftar dari berbagai latar belakang. Namun, kebijakan tetap dapat berbeda di setiap kampus.
1. Magister Manajemen
Program ini biasanya menerima lulusan dari berbagai bidang, seperti teknik, kesehatan, komunikasi, pendidikan, hukum, ekonomi, dan ilmu sosial.
Mahasiswa yang tidak memiliki dasar ekonomi atau bisnis mungkin perlu mengikuti matrikulasi mengenai akuntansi, ekonomi, statistika, atau dasar manajemen.
2. Magister Administrasi Publik
Program Administrasi Publik dapat relevan bagi lulusan ilmu sosial, hukum, ekonomi, komunikasi, pendidikan, dan bidang lain yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Pengalaman bekerja di pemerintahan atau lembaga publik dapat menjadi nilai tambah pada program tertentu.
3. Magister Kebijakan Publik
Kebijakan publik bersifat multidisiplin karena membahas perencanaan, implementasi, evaluasi, ekonomi, hukum, sosial, dan tata kelola.
Lulusan berbagai bidang dapat mendaftar apabila mampu menjelaskan hubungan pengalaman mereka dengan persoalan kebijakan.
4. Magister Ilmu Komunikasi
Beberapa program menerima lulusan komunikasi maupun nonkomunikasi. Pendaftar dari bidang lain mungkin diminta menunjukkan pengalaman kerja atau ketertarikan yang relevan.
5. Magister Kajian Lingkungan
Masalah lingkungan tidak hanya berkaitan dengan biologi atau kehutanan. Bidang ini juga berhubungan dengan hukum, ekonomi, kebijakan, teknik, kesehatan, dan kehidupan sosial.
Karena karakter multidisiplin tersebut, program lingkungan dapat menerima peserta dari beberapa rumpun keilmuan.
6. Magister Pendidikan
Program pendidikan tertentu menerima lulusan nonkependidikan, khususnya jika pendaftar mempunyai pengalaman mengajar, mengelola pelatihan, atau bekerja di lembaga pendidikan.
Namun, program Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa, dan program spesifik lainnya dapat meminta latar belakang yang lebih relevan.
7. Magister Pariwisata
Kajian pariwisata dapat melibatkan ilmu ekonomi, budaya, lingkungan, bisnis, komunikasi, perhotelan, dan kebijakan. Karena itu, beberapa kampus membuka kesempatan bagi lulusan lintas bidang.
Daftar tersebut bukan ketentuan mutlak. Pendaftar tetap harus membuka halaman persyaratan program studi pada periode penerimaan terbaru.
Program S2 yang Biasanya Membutuhkan Jurusan Linear
Beberapa bidang cenderung menetapkan persyaratan pendidikan sebelumnya yang lebih spesifik.
1. Program Teknik
Magister Teknik Sipil, Teknik Mesin, atau Teknik Elektro biasanya membutuhkan dasar matematika, fisika, dan rekayasa. Program dapat menerima jurusan terkait, tetapi belum tentu menerima seluruh lulusan nonteknik.
2. Program Kesehatan Klinis
Program yang berkaitan dengan praktik klinis dapat mensyaratkan gelar profesi tertentu. Persyaratan ini berkaitan dengan kompetensi dan kewenangan profesional.
3. Program Psikologi Profesi
Pendidikan profesi psikologi berbeda dari program magister akademik atau psikologi terapan. Program profesi biasanya mempunyai persyaratan latar belakang S1 Psikologi.
4. Program Ilmu Hukum Tertentu
Sebagian program Magister Ilmu Hukum hanya menerima lulusan S1 Hukum. Namun, kebijakan ini tidak selalu sama pada setiap perguruan tinggi.
5. Program Sains Murni
Magister Kimia, Fisika, Biologi, dan Matematika dapat mensyaratkan bidang S1 yang sama atau serumpun karena materi perkuliahannya merupakan pengembangan teori tingkat lanjut.
6. Program dengan Lisensi Profesi
Bidang yang berkaitan dengan lisensi, sertifikasi profesi, atau kewenangan praktik cenderung mempunyai persyaratan lebih ketat.
Sebelum mendaftar, periksa apakah program tersebut merupakan magister akademik, magister terapan, atau pendidikan profesi karena ketiganya dapat memiliki sasaran berbeda.
Apa yang Dimaksud Jurusan Linear?
Jurusan linear adalah program studi lanjutan yang masih berada dalam jalur keilmuan sama atau berkaitan dengan pendidikan sebelumnya.
Contoh yang mudah dipahami antara lain:
- S1 Akuntansi ke S2 Akuntansi;
- S1 Teknik Sipil ke S2 Teknik Sipil;
- S1 Ilmu Komunikasi ke S2 Ilmu Komunikasi;
- S1 Biologi ke S2 Biologi;
- S1 Pendidikan Bahasa Inggris ke S2 Pendidikan Bahasa Inggris.
Namun, linearitas tidak selalu ditentukan berdasarkan kesamaan nama program. Kampus dapat melihat rumpun ilmu, transkrip, kurikulum, dan kompetensi peserta.
Sebagai contoh, S1 Statistika yang ingin mendaftar S2 Sains Data dapat dianggap mempunyai latar belakang berkaitan. Hal serupa dapat berlaku bagi lulusan Teknik Informatika yang ingin melanjutkan ke Ilmu Komputer.
Keputusan mengenai linear atau tidaknya suatu jurusan berada pada program studi tujuan, bukan ditentukan sendiri oleh pendaftar.
Apa Itu Matrikulasi?
Matrikulasi adalah kegiatan akademik tambahan yang diberikan untuk menyamakan pengetahuan dasar mahasiswa sebelum atau selama mengikuti perkuliahan reguler.
Program ini biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang:
- berasal dari jurusan berbeda;
- belum mengambil mata kuliah dasar tertentu;
- berasal dari jenis pendidikan berbeda;
- membutuhkan penguatan konsep sebelum mengikuti materi utama.
Materi matrikulasi dapat berupa:
- dasar statistika;
- metode penelitian;
- matematika;
- ekonomi;
- akuntansi;
- pengantar manajemen;
- dasar pemrograman;
- teori sesuai bidang program.
ITS dalam peraturan akademiknya menyebut mahasiswa yang diterima dengan kualifikasi lintas bidang atau lintas jenis dapat diberikan matrikulasi. Artinya, perbedaan jurusan tidak selalu membuat pendaftar otomatis ditolak, tetapi dapat menimbulkan kewajiban akademik tambahan.
Matrikulasi juga dapat menambah waktu, beban belajar, dan biaya. Tanyakan kepada program studi apakah biaya matrikulasi sudah termasuk dalam UKT.
Contoh Perpindahan Jurusan S1 ke S2
Berikut beberapa contoh perpindahan yang mungkin dilakukan jika diizinkan program tujuan.
S1 Teknik ke S2 Manajemen
Perpindahan ini cukup umum dilakukan oleh seseorang yang ingin mengembangkan kemampuan bisnis, operasional, atau kepemimpinan.
Latar belakang teknik dapat tetap berguna dalam bidang manajemen proyek, industri, teknologi, atau rantai pasok.
S1 Sastra ke S2 Ilmu Komunikasi
Lulusan sastra memiliki kemampuan analisis bahasa dan teks yang dapat dikembangkan dalam komunikasi, media, hubungan masyarakat, atau industri kreatif.
S1 Kesehatan ke S2 Kebijakan Publik
Pengalaman di sektor kesehatan dapat digunakan untuk mempelajari kebijakan kesehatan, tata kelola pelayanan, dan perencanaan program publik.
S1 Hukum ke S2 Manajemen
Kombinasi ini dapat relevan bagi seseorang yang ingin bekerja dalam kepatuhan, tata kelola perusahaan, hubungan industrial, atau manajemen risiko.
S1 Ekonomi ke S2 Ilmu Lingkungan
Perpindahan ini dapat digunakan untuk mendalami ekonomi lingkungan, pembiayaan hijau, pembangunan berkelanjutan, atau kebijakan sumber daya alam.
Contoh tersebut tidak menjamin pendaftar pasti diterima. Program studi tetap menilai kesesuaian akademik dan kesiapan setiap peserta.
Faktor yang Dinilai dari Pendaftar Lintas Jurusan
Ketika menilai pendaftar lintas jurusan, program studi dapat memperhatikan beberapa hal berikut.
Relevansi Pengalaman
Pengalaman kerja, organisasi, penelitian, pelatihan, atau proyek dapat membantu menunjukkan bahwa perpindahan bidang bukan keputusan mendadak.
Mata Kuliah yang Pernah Diambil
Program studi dapat memeriksa transkrip untuk melihat apakah pendaftar memiliki dasar yang dibutuhkan.
Alasan Memilih Program
Alasan harus menunjukkan hubungan antara pendidikan sebelumnya, masalah yang ingin dipelajari, dan tujuan setelah lulus.
Hasil Tes Masuk
Tes potensi akademik, bahasa Inggris, tes bidang, atau wawancara dapat digunakan untuk menilai kesiapan peserta.
Proposal Penelitian
Program berbasis penelitian dapat menilai apakah topik yang diajukan sesuai dengan keahlian dosen dan bidang program.
Kesediaan Mengikuti Matrikulasi
Pendaftar perlu siap mengikuti mata kuliah tambahan apabila diwajibkan.
Apakah Lintas Jurusan Memengaruhi Peluang Diterima?
Lintas jurusan dapat memengaruhi penilaian, tetapi tidak selalu mengurangi peluang diterima. Pengaruhnya bergantung pada karakter program.
Apabila program secara terbuka menerima semua jurusan, pendaftar lintas bidang mempunyai kesempatan yang sama selama memenuhi persyaratan.
Namun, pendaftar perlu menjelaskan mengapa program tersebut relevan. Alasan seperti “ingin mencoba bidang baru” biasanya belum cukup kuat tanpa pengalaman, rencana, atau tujuan yang jelas.
Peluang dapat meningkat apabila pendaftar mempunyai:
- pengalaman kerja yang relevan;
- sertifikasi pendukung;
- portofolio;
- penelitian;
- mata kuliah tambahan;
- prestasi;
- rekomendasi;
- rencana karier yang logis.
Pada program yang mensyaratkan bidang sama atau berkaitan, pendaftar dari jurusan yang terlalu jauh mungkin tidak dapat mengikuti seleksi.
Cara Memilih Program S2 Lintas Jurusan
1. Baca Persyaratan Akademik
Cari kalimat seperti:
- lulusan semua jurusan;
- berasal dari bidang yang sesuai;
- berasal dari bidang yang berkaitan;
- lulusan bidang tertentu;
- wajib mengikuti matrikulasi.
Jangan hanya melihat nama dan deskripsi program.
2. Pelajari Kurikulum
Periksa mata kuliah wajib pada semester pertama. Dari sana, kamu dapat menilai apakah materi dasarnya sudah dikuasai.
3. Hubungi Program Studi
Tanyakan langsung apakah jurusan S1-mu dapat diterima. Sampaikan nama program studi, gelar, dan beberapa mata kuliah utama yang pernah ditempuh.
4. Periksa Ketentuan Matrikulasi
Cari informasi mengenai materi, jumlah SKS, jadwal, kelulusan, dan biaya matrikulasi.
5. Pelajari Profil Lulusan
Pastikan kompetensi yang dihasilkan sesuai dengan rencana kariermu.
6. Bandingkan Beberapa Kampus
Program dengan nama sama dapat mempunyai ketentuan berbeda. Siapkan beberapa pilihan yang sesuai dengan latar belakangmu.
Baca juga: Sekolah Pascasarjana UGM: Program Studi, Syarat, Biaya, dan Jadwal Pendaftaran 2026
Persyaratan yang Perlu Disiapkan
Dokumen pendaftaran S2 berbeda pada setiap kampus, tetapi secara umum dapat mencakup:
- ijazah S1 atau D4;
- transkrip nilai;
- bukti akreditasi program sebelumnya;
- sertifikat tes potensi;
- sertifikat bahasa Inggris;
- surat rekomendasi;
- curriculum vitae;
- proyeksi keinginan;
- proposal penelitian;
- surat izin belajar;
- portofolio;
- dokumen pengalaman kerja;
- surat pernyataan kesediaan mengikuti matrikulasi.
Program lintas jurusan dapat meminta dokumen tambahan untuk menilai kesiapan akademik. Pastikan seluruh informasi dalam dokumen saling konsisten.
Strategi Menjelaskan Alasan Pindah Jurusan
Pendaftar perlu membuat alasan yang logis dan tidak terkesan sekadar mengikuti tren.
Gunakan susunan berikut:
- Jelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaan.
- Ceritakan masalah yang ditemui.
- Tunjukkan mengapa ilmu S1 belum cukup untuk menyelesaikannya.
- Jelaskan kemampuan yang ingin dipelajari melalui S2.
- Hubungkan program dengan rencana karier.
- Jelaskan bagaimana dua bidang tersebut akan digabungkan.
Contohnya, lulusan Teknik Informatika yang ingin mengambil S2 Manajemen dapat menjelaskan pengalamannya memimpin pengembangan produk digital. Ia membutuhkan kemampuan manajemen untuk mengelola tim, strategi bisnis, anggaran, dan pemasaran teknologi.
Alasan tersebut lebih kuat daripada sekadar menyatakan bahwa prospek manajemen lebih luas.
Tantangan Kuliah S2 Lintas Jurusan
Memilih program lintas bidang dapat memberikan wawasan baru, tetapi juga memiliki beberapa tantangan.
Ketertinggalan Konsep Dasar
Mahasiswa lain mungkin telah mempelajari teori tersebut saat S1. Pendaftar lintas jurusan perlu belajar lebih cepat.
Istilah Akademik yang Berbeda
Setiap ilmu mempunyai istilah, pendekatan, metode, dan gaya penulisan sendiri.
Beban Matrikulasi
Mata kuliah tambahan dapat membuat jadwal lebih padat dan meningkatkan biaya.
Penyesuaian Metode Penelitian
Metode penelitian bidang teknik dapat berbeda dari ilmu sosial, begitu pula penelitian kuantitatif berbeda dari pendekatan kualitatif.
Menentukan Topik Tesis
Mahasiswa perlu mencari topik yang sesuai dengan program S2 sekaligus memanfaatkan kekuatan bidang sebelumnya.
Tantangan tersebut dapat diatasi dengan persiapan sebelum perkuliahan dimulai.
Cara Mempersiapkan Diri sebelum Kuliah
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- membaca buku pengantar bidang tujuan;
- mengikuti kursus dasar;
- mempelajari silabus;
- berlatih statistika;
- mempelajari metode penelitian;
- mengikuti seminar;
- berdiskusi dengan mahasiswa atau alumni;
- menyiapkan daftar istilah penting;
- mempelajari perangkat lunak yang digunakan;
- mengikuti matrikulasi dengan serius.
Jangan mencoba mempelajari seluruh bidang sekaligus. Prioritaskan materi yang digunakan pada semester pertama.
Apakah Lintas Jurusan Memengaruhi Karier?
Lintas jurusan tidak selalu menjadi hambatan dalam karier. Kombinasi dua disiplin bahkan dapat membentuk keahlian yang lebih khusus.
Contohnya:
- teknik dan manajemen untuk manajemen industri;
- hukum dan bisnis untuk kepatuhan perusahaan;
- komunikasi dan teknologi untuk pemasaran digital;
- kesehatan dan kebijakan publik untuk tata kelola kesehatan;
- ekonomi dan lingkungan untuk pembiayaan berkelanjutan.
Namun, gelar S2 tidak otomatis menggantikan persyaratan profesi. Beberapa pekerjaan tetap mensyaratkan pendidikan sarjana, pendidikan profesi, atau sertifikasi tertentu.
Sebelum memilih program, periksa persyaratan jabatan yang ingin dituju agar keputusan kuliah benar-benar mendukung rencana karier.

Ketentuan Linearitas untuk Beasiswa
Pendaftar beasiswa juga perlu memeriksa ketentuan penyandang dana. Kampus mungkin menerima mahasiswa lintas jurusan, tetapi beasiswa dapat memiliki persyaratan mengenai hubungan bidang studi dengan pengalaman dan rencana kontribusi.
Dalam seleksi beasiswa, pendaftar biasanya perlu menjelaskan:
- alasan berpindah bidang;
- hubungan program dengan masalah yang ingin diselesaikan;
- relevansi dengan pengalaman;
- manfaat studi;
- rencana setelah lulus.
Apabila beasiswa tidak mencantumkan kewajiban linearitas secara tegas, bukan berarti peserta bebas memilih program tanpa alasan akademik yang kuat.
Gunakan buku panduan terbaru karena ketentuan dapat berubah pada setiap periode.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Kesalahan pertama adalah menganggap seluruh program magister menerima semua jurusan. Kesalahan kedua adalah mendaftar tanpa menghubungi pengelola program ketika ketentuannya tidak jelas.Kesalahan ketiga adalah hanya mempertimbangkan gelar tanpa mempelajari kurikulum. Kesalahan keempat adalah menganggap matrikulasi sebagai formalitas. Peserta tetap dapat diwajibkan mencapai nilai tertentu. Kesalahan kelima adalah memilih bidang baru hanya karena dianggap mempunyai gaji lebih tinggi. Kesalahan keenam adalah tidak menghitung biaya dan waktu tambahan. Kesalahan ketujuh adalah memberikan alasan perpindahan jurusan yang terlalu umum. Kesalahan kedelapan adalah menganggap gelar S2 dapat menggantikan lisensi profesi.
Persiapkan Tes Potensi Pascasarjana secara Terarah
Setelah mengetahui apakah kuliah S2 harus sesuai jurusan S1, calon mahasiswa perlu memeriksa tahapan seleksi program tujuan. Banyak perguruan tinggi menggunakan sertifikat tes potensi atau ujian masuk untuk menilai kesiapan akademik pendaftar.
Untuk membantu melatih kemampuan verbal, numerik, dan penalaran, kamu dapat mempelajari materi serta latihan melalui jagotpa.id. Gunakan hasil latihan untuk mengetahui bagian yang perlu diperkuat sambil tetap memeriksa jenis tes dan skor yang diterima kampus tujuan.
Kesimpulan
Jadi, apakah kuliah S2 harus sesuai jurusan S1? Tidak selalu. Beberapa program menerima lulusan semua jurusan, sedangkan program lain hanya menerima bidang yang sama atau berkaitan.
Pendaftar lintas jurusan mungkin diwajibkan mengikuti matrikulasi, menunjukkan pengalaman relevan, atau memenuhi persyaratan tambahan. Program yang bersifat teknis, klinis, atau berkaitan dengan profesi biasanya memiliki ketentuan lebih ketat.
Sebelum mendaftar, periksa persyaratan resmi, kurikulum, sistem matrikulasi, biaya, dan profil lulusan. Hubungi program studi apabila kesesuaian jurusan belum dijelaskan dengan jelas.
Pemilihan S2 yang tepat bukan sekadar mencari jurusan yang dapat menerima lulusan S1-mu, tetapi memastikan program tersebut benar-benar mendukung tujuan belajar dan rencana karier.
FAQ
Apakah kuliah S2 harus sesuai jurusan S1?
Tidak selalu. Beberapa program menerima semua jurusan, tetapi program lain mensyaratkan bidang yang sama atau masih berkaitan.
Apakah lulusan S1 Teknik bisa mengambil S2 Manajemen?
Bisa apabila program Magister Manajemen menerima lulusan lintas jurusan. Pendaftar mungkin perlu mengikuti matrikulasi.
Apa yang dimaksud matrikulasi S2?
Matrikulasi adalah kegiatan akademik tambahan untuk memberikan atau menyamakan pengetahuan dasar sebelum maupun selama perkuliahan reguler.
Apakah lintas jurusan membuat peluang diterima lebih kecil?
Tidak selalu. Peluang bergantung pada persyaratan program, kesiapan akademik, pengalaman, hasil seleksi, dan alasan memilih bidang tersebut.
Bagaimana mengetahui jurusan S1 diterima pada program S2?
Periksa halaman persyaratan resmi dan hubungi program studi dengan menyebutkan program S1 serta program S2 yang ingin dipilih.
Referensi
- Admisi Universitas Gadjah Mada — Persyaratan Pendaftaran Program Magister: Bidang Ilmu yang Sesuai dan/atau Berkaitan.
- Admisi Universitas Gadjah Mada — Ragam Seleksi Pascasarjana dan Ketentuan Program Studi In-Line.
- Penerimaan Universitas Indonesia — Persyaratan Program Magister Jalur SIMAK dan Program yang Menerima Lulusan Semua Jurusan.
- Penerimaan Universitas Indonesia — Persyaratan Program Psikologi Terapan bagi Lulusan Psikologi dan Nonpsikologi.
- Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Airlangga — Persyaratan Khusus Program Magister.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember — Peraturan Rektor Nomor 33 Tahun 2025 tentang Matrikulasi bagi Mahasiswa Lintas Bidang.
- Sekolah Pascasarjana IPB University — Tahapan dan Persyaratan Pendaftaran Pascasarjana serta Ketentuan Matrikulasi.
- Admisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember — Informasi Penerimaan Program Pascasarjana.



