Tes Potensi Akademik masih banyak dicari oleh calon mahasiswa pascasarjana, pendaftar beasiswa, hingga peserta yang membutuhkan sertifikat TPA untuk keperluan tertentu. Karena itu, informasi mengenai soal TPA Bappenas 2026 penting dipahami sebelum peserta mulai mengerjakan latihan.
Namun, ada satu hal yang perlu diperjelas sejak awal. Bappenas tidak menyediakan bank soal publik yang dapat dianggap sebagai kumpulan soal asli yang pasti keluar pada tes 2026. Materi latihan yang beredar sebaiknya digunakan untuk memahami kemampuan yang diuji, pola pengerjaan, dan manajemen waktu, bukan dianggap sebagai bocoran tes.
Seperti Apa Soal TPA Bappenas 2026?

Jika mencari soal TPA Bappenas 2026, peserta sebaiknya lebih dahulu memahami kemampuan yang menjadi dasar tes.
Berdasarkan struktur resmi SKBT TPA Bappenas yang dipublikasikan pada 2024, materi dikelompokkan menjadi:
- Verbal
- Kuantitatif
- Penalaran
Ketiganya menguji kemampuan yang berbeda. Verbal berhubungan dengan bahasa dan pemahaman informasi, kuantitatif berkaitan dengan pengolahan angka, sedangkan penalaran mengukur kemampuan menggunakan informasi untuk memperoleh kesimpulan secara logis.
Struktur tersebut lebih spesifik dibanding sekadar menyebut TPA terdiri atas soal verbal, matematika, dan logika.
Baca juga: Bentuk Soal TPA Bappenas: Jenis, Contoh, dan Strategi Mengerjakannya
Materi Soal TPA Bappenas yang Perlu Dipelajari

Dalam format referensi resmi SKBT TPA Bappenas, masing-masing subtes kembali terbagi menjadi beberapa kelompok soal.
2.1 Verbal
Bagian Verbal mencakup:
- Kosakata
- Padanan/Lawan Kata
- Analogi Verbal
- Pemahaman
Peserta perlu memahami makna kata sekaligus hubungan bahasa. Pada soal analogi, misalnya, peserta tidak cukup hanya mengetahui arti kata tetapi juga harus menemukan pola hubungan antara pasangan kata.
Untuk bagian pemahaman, peserta perlu membaca informasi kemudian menentukan jawaban berdasarkan isi teks tanpa menambahkan asumsi yang tidak disebutkan.
2.2 Kuantitatif
Bagian Kuantitatif terdiri atas:
- Hitung Menghitung
- Deretan Bilangan
- Komparasi Kuantitatif
- Soal Cerita
Materi ini membutuhkan kemampuan melakukan operasi angka sekaligus menemukan pola.
Sebagai contoh, pada deretan:
5, 9, 13, 17, 21, …
setiap angka bertambah 4 sehingga angka selanjutnya adalah 25.
Sementara pada soal cerita, peserta perlu mengubah informasi dalam kalimat menjadi operasi matematika yang sesuai.
2.3 Penalaran
Bagian Penalaran terdiri atas:
- Logika Formal
- Penalaran Analitis
- Penalaran Keruangan
- Penalaran Logis
Materi ini menguji kemampuan menghubungkan informasi serta mengambil kesimpulan berdasarkan premis yang tersedia.
Sebagai contoh:
Semua peserta kelompok A mengikuti pelatihan.
Rina termasuk peserta kelompok A.
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah:
Rina mengikuti pelatihan.
Peserta harus menggunakan informasi yang tersedia dalam soal dan menghindari menambahkan asumsi sendiri.
Berapa Jumlah Soal TPA Bappenas?
Dalam petunjuk teknis resmi SKBT TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024, struktur tes yang digunakan adalah sebagai berikut:
| Subtes | Jenis Soal | Jumlah Soal |
|---|---|---|
| Verbal | Kosakata | 25 |
| Verbal | Padanan/Lawan Kata | 25 |
| Verbal | Analogi Verbal | 25 |
| Verbal | Pemahaman | 15 |
| Total Verbal | 90 Soal | |
| Kuantitatif | Hitung-Menghitung | 25 |
| Kuantitatif | Deretan Bilangan | 25 |
| Kuantitatif | Komparasi Kuantitatif | 25 |
| Kuantitatif | Soal Cerita | 15 |
| Total Kuantitatif | 90 Soal | |
| Penalaran | Logika Formal | 15 |
| Penalaran | Penalaran Analitis | 15 |
| Penalaran | Penalaran Keruangan | 15 |
| Penalaran | Penalaran Logis | 25 |
| Total Penalaran | 70 Soal | |
| TOTAL KESELURUHAN | 250 Soal | |
Masing-masing subtes pada format tersebut mendapat alokasi waktu 60 menit, sehingga keseluruhan tes berlangsung selama 180 menit.
Pembagian tersebut merupakan format resmi yang terdokumentasi untuk SKBT TPA Bappenas 2024. Karena itu, angka 250 soal sebaiknya digunakan sebagai gambaran format referensi, bukan jaminan bahwa semua sesi TPA Bappenas pada 2026 menggunakan jumlah yang persis sama.
Baca juga: Bank Soal TPA Bappenas Lengkap dengan Pembahasan dan Strategi Belajar
Soal TPA Bappenas
| No. | Jenis Soal | Soal | Pilihan Jawaban | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Verbal – Sinonim | Sinonim kata “Akurat” adalah … |
A. Samar B. Tepat C. Rumit D. Lambat |
Jawaban: B. Tepat Akurat berarti tepat, benar, atau sesuai dengan keadaan sebenarnya. |
| 2 | Verbal – Antonim | Antonim kata “Progresif” adalah … |
A. Modern B. Maju C. Konservatif D. Aktif |
Jawaban: C. Konservatif Progresif mengarah pada kemajuan, sedangkan konservatif cenderung mempertahankan keadaan lama. |
| 3 | Verbal – Analogi | Padi : Beras = Gandum : … |
A. Sawah B. Tepung C. Roti D. Tanaman |
Jawaban: B. Tepung Beras merupakan hasil pengolahan padi, sedangkan tepung merupakan hasil pengolahan gandum. |
| 4 | Verbal – Sinonim | Sinonim kata “Esensial” adalah … |
A. Pokok B. Sementara C. Tambahan D. Ringan |
Jawaban: A. Pokok Esensial berarti penting, mendasar, atau bersifat pokok. |
| 5 | Verbal – Antonim | Antonim kata “Stabil” adalah … |
A. Tetap B. Mantap C. Labil D. Seimbang |
Jawaban: C. Labil Stabil berarti tidak mudah berubah, sedangkan labil berarti tidak tetap atau mudah berubah. |
| 6 | Verbal – Analogi | Kunci : Pintu = Password : … |
A. Akun B. Internet C. Keyboard D. Data |
Jawaban: A. Akun Kunci digunakan untuk membuka pintu, sedangkan password digunakan untuk mengakses akun. |
| 7 | Verbal – Pemahaman |
“Produktivitas meningkat ketika pekerjaan direncanakan dengan baik dan pembagian tugas dilakukan secara jelas.” Kesimpulan yang tepat adalah … |
A. Perencanaan menghambat pekerjaan B. Pembagian tugas mendukung produktivitas C. Semua pekerjaan harus dilakukan sendiri D. Produktivitas tidak terkait perencanaan |
Jawaban: B. Teks menunjukkan bahwa perencanaan dan pembagian tugas yang jelas dapat meningkatkan produktivitas. |
| 8 | Kuantitatif – Deret Bilangan | 5, 9, 13, 17, 21, … |
A. 23 B. 24 C. 25 D. 26 |
Jawaban: C. 25 Polanya bertambah 4 pada setiap angka. |
| 9 | Kuantitatif – Deret Bilangan | 2, 6, 12, 20, 30, … |
A. 36 B. 40 C. 42 D. 44 |
Jawaban: C. 42 Selisihnya adalah +4, +6, +8, +10, sehingga berikutnya +12. |
| 10 | Kuantitatif – Perbandingan | Perbandingan peserta kelompok A dan B adalah 3 : 5. Jika total peserta 64 orang, jumlah kelompok A adalah … |
A. 18 B. 20 C. 24 D. 40 |
Jawaban: C. 24 Total bagian = 3 + 5 = 8. Kelompok A = 3/8 × 64 = 24. |
| 11 | Kuantitatif – Persentase | Sebuah barang seharga Rp250.000 mendapat diskon 20%. Berapa harga akhirnya? |
A. Rp180.000 B. Rp190.000 C. Rp200.000 D. Rp210.000 |
Jawaban: C. Rp200.000 Diskon = 20% × Rp250.000 = Rp50.000. Harga akhir = Rp200.000. |
| 12 | Kuantitatif – Aritmatika | 48 ÷ 6 × 4 = … |
A. 24 B. 28 C. 32 D. 36 |
Jawaban: C. 32 48 ÷ 6 = 8, kemudian 8 × 4 = 32. |
| 13 | Kuantitatif – Soal Cerita | Lima buku berharga Rp75.000. Berapa harga 8 buku jika harga satuannya sama? |
A. Rp100.000 B. Rp110.000 C. Rp120.000 D. Rp125.000 |
Jawaban: C. Rp120.000 Harga satu buku = Rp75.000 ÷ 5 = Rp15.000. Maka 8 buku = Rp120.000. |
| 14 | Kuantitatif – Komparasi | Jika X = 4² dan Y = 2 × 8, hubungan X dan Y adalah … |
A. X > Y B. X < Y C. X = Y D. Tidak dapat ditentukan |
Jawaban: C. X = Y X = 16 dan Y = 16, sehingga keduanya sama. |
| 15 | Penalaran – Logika Formal |
Semua pegawai Divisi A mengikuti pelatihan. Rina adalah pegawai Divisi A. Kesimpulan yang benar adalah … |
A. Rina tidak mengikuti pelatihan B. Rina mengikuti pelatihan C. Rina bukan pegawai D. Tidak dapat disimpulkan |
Jawaban: B. Rina termasuk Divisi A, sedangkan seluruh pegawai Divisi A mengikuti pelatihan. |
| 16 | Penalaran – Silogisme |
Semua peneliti membaca jurnal. Sebagian dosen adalah peneliti. Kesimpulan yang benar adalah … |
A. Semua dosen membaca jurnal B. Sebagian dosen membaca jurnal C. Semua peneliti adalah dosen D. Tidak ada dosen membaca jurnal |
Jawaban: B. Sebagian dosen termasuk peneliti, sementara semua peneliti membaca jurnal. |
| 17 | Penalaran – Analitis | Andi lebih tinggi daripada Budi. Budi lebih tinggi daripada Citra. Siapa yang paling pendek? |
A. Andi B. Budi C. Citra D. Tidak dapat diketahui |
Jawaban: C. Citra Urutan tinggi adalah Andi > Budi > Citra. |
| 18 | Penalaran – Logika | Tidak ada burung yang merupakan mamalia. Elang adalah burung. Kesimpulan yang benar adalah … |
A. Elang adalah mamalia B. Elang bukan mamalia C. Semua mamalia adalah burung D. Tidak dapat ditentukan |
Jawaban: B. Elang merupakan burung, sedangkan premis menyatakan tidak ada burung yang merupakan mamalia. |
| 19 | Penalaran – Analitis | Deni berada di sebelah kiri Andi. Andi berada di sebelah kiri Bima. Siapa yang berada paling kanan? |
A. Deni B. Andi C. Bima D. Tidak dapat ditentukan |
Jawaban: C. Bima Susunannya adalah Deni – Andi – Bima, sehingga Bima berada paling kanan. |
| 20 | Penalaran – Logika Formal |
Semua peserta yang lolos tahap pertama mengikuti tes lanjutan. Sinta tidak mengikuti tes lanjutan. Berdasarkan premis tersebut, kesimpulan yang tepat adalah … |
A. Sinta lolos tahap pertama B. Sinta tidak lolos tahap pertama C. Sinta pasti diterima D. Sinta mengikuti tes lain |
Jawaban: B. Jika setiap peserta yang lolos tahap pertama wajib mengikuti tes lanjutan, maka berdasarkan premis tersebut Sinta tidak termasuk peserta yang lolos tahap pertama. |
TPA Bappenas Digunakan untuk Keperluan Apa?
TPA Bappenas pada dasarnya digunakan untuk mengukur potensi intelektual umum, terutama kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran. Hasil tes kemudian dapat digunakan oleh lembaga yang membutuhkan gambaran kemampuan akademik atau daya analisis seseorang sebagai salah satu komponen seleksi.
Secara historis, TPA yang dikembangkan di lingkungan Bappenas awalnya digunakan untuk membantu menyeleksi peserta beasiswa pendidikan S2 dan S3. Dalam perkembangannya, pemanfaatannya meluas ke program pascasarjana serta proses seleksi atau pengembangan pegawai di sejumlah instansi pemerintah maupun swasta.
Beberapa keperluan yang dapat menggunakan hasil TPA Bappenas antara lain:
- Seleksi program pascasarjana. Perguruan tinggi atau program tertentu dapat meminta skor TPA sebagai salah satu dokumen seleksi masuk S2 atau S3. Namun, ketentuan skor minimum ditetapkan masing-masing kampus atau program, sehingga tidak ada satu nilai kelulusan yang berlaku untuk semua universitas.
- Seleksi beasiswa. TPA juga digunakan pada program beasiswa tertentu. Sebagai contoh, dalam seleksi Beasiswa Bappenas 2025, peserta yang memenuhi persyaratan administrasi mengikuti seleksi TPA dan TOEFL sebelum masuk ke tahap lanjutan.
- Seleksi atau pengembangan pegawai. Dalam perkembangannya, TPA juga pernah dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun perusahaan sebagai salah satu alat untuk membantu proses seleksi calon pegawai atau promosi jabatan. Penggunaannya tetap bergantung pada kebijakan masing-masing institusi.
- Memenuhi persyaratan administrasi tertentu. Pada beberapa program pendidikan, beasiswa, atau seleksi institusi, peserta dapat diminta melampirkan hasil atau sertifikat TPA dengan skor tertentu sebagai bagian dari dokumen pendaftaran.
- Mengukur kesiapan akademik. Karena menguji kemampuan memahami informasi, mengolah angka, dan menarik kesimpulan, TPA dapat digunakan sebagai salah satu indikator kemampuan yang mendukung aktivitas akademik tingkat lanjut.
Hal yang perlu diperhatikan, skor TPA Bappenas tidak otomatis berlaku untuk semua tujuan. Setiap universitas, program beasiswa, maupun instansi dapat menentukan sendiri apakah menerima TPA Bappenas, berapa skor minimalnya, serta berapa lama hasil tes masih dianggap berlaku. Karena itu, peserta sebaiknya mengecek persyaratan lembaga tujuan sebelum mendaftar tes.
Untuk pelaksanaan tesnya sendiri, pada 2026 UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas masih menyediakan jadwal TPA Bappenas Online, termasuk sesi yang dapat dikerjakan dari rumah masing-masing.
Mini FAQ
Kalau belum punya pengalaman kerja, masih bisa lolos BUMN nggak?
Masih bisa, karena tes TPA lebih mengukur potensi akademik dan kemampuan berpikir yang tidak bergantung pada pengalaman kerja. Fokuslah belajar strategi dan materi TPA dengan baik.
Lebih baik fokus latihan verbal dulu atau numerik saat persiapan?
Sesuaikan dengan kekuatan dan kebutuhan kamu. Namun, sebaiknya latihan semua materi secara seimbang supaya tidak ada bagian yang lemah saat tes.
Nilai tes BUMN bisa diulang di tahun berikutnya nggak?
Tergantung kebijakan perusahaan, biasanya peserta boleh ikut tes ulang pada batch atau tahun berikutnya jika belum lolos.
Jurusan non-linear bisa daftar ke semua posisi BUMN nggak?
Beberapa posisi mungkin mensyaratkan latar belakang jurusan tertentu, tapi ada juga yang fleksibel. Pastikan cek persyaratan tiap posisi dengan teliti.
Kalau gagal di tahap awal, masih bisa daftar lagi di batch berikutnya?
Biasanya bisa, selama kamu memenuhi syarat dan mendaftar kembali sesuai jadwal yang ditentukan.
Ringkasan
Memahami soal tpa bappenas 2026 secara menyeluruh dari materi verbal, numerik hingga logika disertai strategi belajar dan manajemen waktu yang tepat adalah kunci sukses menghadapi Tes Potensi Akademik. Latihan rutin dan evaluasi terarah akan membantu kamu mengasah kemampuan sekaligus mengenali pola soal yang sering muncul. Dengan persiapan matang, peluang meraih skor tinggi dan lolos seleksi semakin besar.
Terus kembangkan kemampuan dengan latihan soal berkualitas dan jangan ragu gunakan platform bimbingan belajar TPA yang terpercaya agar persiapan kamu makin efektif dan terarah.


