Soal SIMAK UI PKA 2026 banyak dicari calon mahasiswa yang ingin mengetahui bentuk tes kemampuan akademik dalam seleksi Universitas Indonesia. Pada pengumuman resmi SIMAK UI Pascasarjana 2026, kelompok tes tersebut menggunakan nama Pengukuran Kemampuan Akademik (PEKA), yang mencakup kemampuan verbal, kuantitatif, dan logika.
Berdasarkan ketentuan resmi UI, tes PEKA terdiri atas 100 soal dengan waktu pengerjaan 120 menit. Artikel ini membahas pembagian materi, sistem penilaian, serta 15 contoh soal lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan yang disusun sesuai jenis kemampuan dalam ujian.
Materi Soal SIMAK UI PKA 2026

Universitas Indonesia menggunakan Pengukuran Kemampuan Akademik (PEKA) sebagai salah satu komponen ujian SIMAK UI Pascasarjana.
Istilah PKA yang sering digunakan dalam pencarian merujuk pada tes kemampuan akademik tersebut. Namun, PEKA merupakan istilah yang tercantum dalam pengumuman resmi UI tahun 2026.
Berdasarkan pengumuman SIMAK Pascasarjana Gelombang 3 Tahun Akademik 2026/2027, struktur tesnya adalah sebagai berikut.
| Materi PEKA | Jumlah Soal | Waktu Pengerjaan |
|---|---|---|
| Kemampuan Verbal | 40 soal | 30 menit |
| Kemampuan Kuantitatif | 35 soal | 50 menit |
| Kemampuan Logika | 25 soal | 40 menit |
| Total | 100 soal | 120 menit |
Ketiga materi tersebut mengukur kemampuan yang berbeda.
- Kemampuan verbal berkaitan dengan pemahaman kata, hubungan makna, serta informasi dalam bacaan.
- Kemampuan kuantitatif berkaitan dengan pengolahan angka, pola bilangan, perbandingan, dan penalaran matematis.
- Kemampuan logika berkaitan dengan hubungan antarpernyataan, kesimpulan, serta konsistensi penalaran.
- al di bawah merupakan soal ilustratif yang dibuat untuk menggambarkan jenis kemampuan yang diuji. Soal-soal ini bukan soal asli, bukan bocoran, dan tidak diterbitkan secara resmi oleh Universitas Indonesia.
Baca Juga 20+ Soal SIMAK UI Pascasarjana 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
Contoh Soal SIMAK UI

Kata IMPLISIT memiliki makna yang paling dekat dengan ….
B. Tersirat
C. Terperinci
D. Terpisah
E. Terbatas
Pembahasan: Implisit berarti sesuatu yang terkandung atau dinyatakan secara tidak langsung. Karena itu, sinonim yang tepat adalah tersirat.
Lawan kata KONVERGEN adalah ….
B. Terarah
C. Divergen
D. Berkumpul
E. Memusat
Pembahasan: Konvergen berarti menuju atau memusat pada satu titik. Sebaliknya, divergen berarti menyebar atau bergerak menjauh dari satu titik.
ARSITEK : BANGUNAN = PENULIS : ….
B. Pena
C. Novel
D. Perpustakaan
E. Pembaca
Pembahasan: Arsitek menghasilkan rancangan bangunan, sedangkan penulis menghasilkan karya tulis seperti novel. Hubungannya adalah profesi dengan hasil karya.
Perhatikan bacaan berikut.
Kesimpulan yang paling tepat adalah ….
B. Kemampuan memahami informasi tidak berkaitan dengan membaca.
C. Membaca merupakan satu-satunya faktor penentu.
D. Terdapat hubungan, tetapi sebab-akibat belum dapat dipastikan.
E. Penelitian membuktikan seluruh faktor yang memengaruhi kemampuan membaca.
Pembahasan: Bacaan menyatakan adanya hubungan antara dua variabel, tetapi belum membuktikan hubungan sebab-akibat. Pilihan D sesuai dengan informasi yang tersedia.
Dalam penelitian ilmiah, istilah HIPOTESIS paling tepat diartikan sebagai ….
B. Pernyataan sementara yang dapat diuji
C. Pendapat yang pasti benar
D. Kumpulan data yang sudah dianalisis
E. Kesimpulan setelah penelitian selesai
Pembahasan: Hipotesis adalah dugaan atau pernyataan sementara yang dapat diuji menggunakan data dan metode penelitian.
Lawan kata ABSOLUT adalah ….
B. Pasti
C. Relatif
D. Menyeluruh
E. Sempurna
Pembahasan: Absolut berarti mutlak atau tidak bergantung pada keadaan lain. Relatif berarti bergantung pada kondisi atau sudut pandang tertentu, sehingga menjadi antonim yang tepat.
Perhatikan deret berikut.
3, 7, 13, 21, 31, ….
Bilangan berikutnya adalah ….
B. 40
C. 41
D. 43
E. 45
Pembahasan: Selisih antarbilangan adalah 4, 6, 8, dan 10. Selisih berikutnya 12 sehingga 31 + 12 = 43.
Sebuah perpustakaan memiliki 250 buku referensi. Sebanyak 20% merupakan buku ekonomi.
Jumlah buku ekonomi adalah ….
B. 45
C. 50
D. 55
E. 60
Pembahasan: Jumlah buku ekonomi = 20/100 × 250 = 50 buku.
Nilai lima peserta ujian adalah 70, 80, 75, 85, dan 90.
Rata-rata nilainya adalah ….
B. 78
C. 80
D. 82
E. 85
Pembahasan: Jumlah nilai = 70 + 80 + 75 + 85 + 90 = 400. Rata-rata = 400 ÷ 5 = 80.
Empat pekerja menyelesaikan pekerjaan dalam 12 hari. Jika dikerjakan enam pekerja dengan kemampuan sama, waktu yang dibutuhkan adalah ….
B. 8 hari
C. 9 hari
D. 10 hari
E. 18 hari
Pembahasan: Banyak pekerja dan waktu berbanding terbalik. Perhitungannya 4 × 12 = 6 × x, sehingga x = 48 ÷ 6 = 8 hari.
Perbandingan mahasiswa kelompok A dan B adalah 3 : 5. Jumlah kedua kelompok 64 mahasiswa.
Jumlah mahasiswa kelompok A adalah ….
B. 20
C. 24
D. 32
E. 40
Pembahasan: Jumlah bagian = 3 + 5 = 8. Kelompok A memiliki 3 bagian sehingga jumlahnya 3/8 × 64 = 24 mahasiswa.
Jika 3x + 7 = 31, nilai x adalah ….
B. 7
C. 8
D. 9
E. 10
Pembahasan: 3x + 7 = 31, maka 3x = 31 − 7 = 24. Dengan membagi kedua ruas dengan 3, diperoleh x = 8.
Perhatikan pernyataan berikut.
1. Semua dokter merupakan tenaga kesehatan.
2. Semua tenaga kesehatan wajib mematuhi kode etik profesi.
Kesimpulan yang tepat adalah ….
B. Sebagian dokter tidak wajib mematuhi kode etik.
C. Semua dokter wajib mematuhi kode etik profesi.
D. Semua orang yang mematuhi kode etik adalah dokter.
E. Tidak ada hubungan antara dokter dan tenaga kesehatan.
Pembahasan: Dokter termasuk kelompok tenaga kesehatan. Karena semua tenaga kesehatan wajib mematuhi kode etik, maka semua dokter juga wajib mematuhinya.
Diketahui pernyataan:
Penelitian tersebut telah disetujui.
Kesimpulan yang benar adalah ….
B. Anggaran dicairkan.
C. Penelitian pasti dibatalkan.
D. Semua penelitian memiliki anggaran sama.
E. Status anggaran tidak dapat diketahui.
Pembahasan: Bentuk logikanya adalah jika P maka Q. Karena P benar, Q juga benar. Jadi, anggaran dicairkan. Pola ini disebut modus ponens.
Tiga mahasiswa bernama Rina, Dita, dan Sari duduk dalam satu baris.
Rina berada di sebelah kiri Dita, sedangkan Dita berada di sebelah kiri Sari.
Urutan dari kiri ke kanan adalah ….
B. Rina – Sari – Dita
C. Dita – Rina – Sari
D. Dita – Sari – Rina
E. Sari – Dita – Rina
Pembahasan: Rina berada di kiri Dita, sementara Dita berada di kiri Sari. Maka urutan yang memenuhi kedua informasi adalah Rina – Dita – Sari.
Negasi dari pernyataan “Semua mahasiswa hadir dalam seminar” adalah ….
B. Sebagian besar mahasiswa hadir.
C. Setidaknya ada satu mahasiswa yang tidak hadir.
D. Tidak ada mahasiswa yang mengikuti seminar.
E. Semua peserta seminar adalah mahasiswa.
Pembahasan: Negasi dari pernyataan “semua” adalah “setidaknya ada satu yang tidak”. Jadi, cukup terdapat satu mahasiswa yang tidak hadir untuk menyangkal pernyataan awal.
Perhatikan pernyataan berikut.
Diketahui laporan tidak diproses.
Kesimpulan yang tepat adalah ….
B. Data tidak dinyatakan valid.
C. Semua laporan pasti diproses.
D. Laporan tidak membutuhkan data.
E. Data dan laporan tidak berkaitan.
Pembahasan: Bentuk pernyataannya adalah jika P maka Q. Karena Q tidak terjadi, maka P juga tidak terjadi. Penarikan kesimpulan ini disebut modus tollens.
Perhatikan pernyataan berikut.
1. Sebagian dosen merupakan peneliti.
2. Semua peneliti membaca jurnal ilmiah.
Kesimpulan yang tepat adalah ….
B. Semua pembaca jurnal ilmiah adalah dosen.
C. Sebagian dosen membaca jurnal ilmiah.
D. Tidak ada dosen yang membaca jurnal ilmiah.
E. Semua dosen merupakan peneliti.
Pembahasan: Sebagian dosen termasuk kelompok peneliti. Karena seluruh peneliti membaca jurnal ilmiah, sebagian dosen tersebut juga membaca jurnal ilmiah. Tidak dapat disimpulkan bahwa semua dosen merupakan peneliti.
Harga sebuah buku awalnya Rp200.000. Harga tersebut naik sebesar 20%, kemudian mendapatkan diskon 10% dari harga setelah kenaikan.
Berapa harga akhir buku tersebut?
B. Rp210.000
C. Rp216.000
D. Rp220.000
E. Rp224.000
Pembahasan:
Harga awal = Rp200.000
Kenaikan 20% = 20/100 × Rp200.000 = Rp40.000
Harga setelah kenaikan = Rp200.000 + Rp40.000 = Rp240.000
Diskon 10% = 10/100 × Rp240.000 = Rp24.000
Harga akhir = Rp240.000 − Rp24.000 = Rp216.000.
Perhatikan tiga pernyataan berikut.
2. Jika dana penelitian diberikan, maka pengumpulan data dapat dimulai.
3. Proposal penelitian telah disetujui.
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan ketiga pernyataan tersebut adalah ….
B. Dana penelitian tidak diberikan.
C. Pengumpulan data tidak dapat dimulai.
D. Pengumpulan data dapat dimulai.
E. Semua penelitian pasti mendapatkan dana.
Pembahasan:
Pernyataan pertama menyebutkan bahwa persetujuan proposal menyebabkan pemberian dana penelitian.
Pernyataan kedua menjelaskan bahwa pemberian dana memungkinkan pengumpulan data dimulai.
Karena proposal telah disetujui, maka berdasarkan kedua hubungan tersebut, dana diberikan dan pengumpulan data dapat dimulai.
Jadi, kesimpulan yang tepat adalah pengumpulan data dapat dimulai. Bentuk penalaran ini menggunakan rangkaian implikasi logis.
Perbedaan Soal PEKA SIMAK UI dan Tes Skolastik
Universitas Indonesia menggunakan istilah Pengukuran Kemampuan Akademik (PEKA) pada seleksi SIMAK UI Pascasarjana 2026. Sementara itu, pada jalur seleksi Sarjana dan Vokasi tertentu, UI menggunakan istilah Tes Skolastik.
Keduanya sama-sama mengukur kemampuan penalaran, tetapi ketentuan jumlah soal, pembagian waktu, dan materi dapat berbeda menurut jalur seleksi.
Pada SIMAK UI Pascasarjana Gelombang 3 Tahun 2026, PEKA terdiri atas 100 soal dengan tiga kelompok kemampuan utama:
- Verbal: 40 soal dengan waktu 30 menit.
- Kuantitatif: 35 soal dengan waktu 50 menit.
- Logika: 25 soal dengan waktu 40 menit.
Karena itu, calon peserta perlu memperhatikan jenis ujian yang tercantum dalam pengumuman resmi sesuai jenjang pendidikan yang dituju.
Baca Juga Wajib Dipahami Peserta! Soal SIMAK UI Kemampuan Dasar Lengkap dengan Jenis Materinya
Sistem Penilaian Soal SIMAK UI PKA 2026
Berdasarkan pengumuman resmi SIMAK UI Pascasarjana Gelombang 3 Tahun 2026, penilaian PEKA menggunakan ketentuan jawaban benar +4, jawaban salah -1, dan tidak dijawab 0.
Ketentuan tersebut membuat jumlah jawaban benar bukan satu-satunya faktor yang menentukan skor mentah peserta.
Sebagai ilustrasi, terdapat dua peserta dengan hasil pengerjaan berbeda.
| Keterangan Jawaban | Nilai |
|---|---|
| Jawaban Benar | +4 |
| Jawaban Salah | -1 |
| Tidak Dijawab | 0 |
Peserta A mendapatkan skor 280 dari perhitungan (75 × 4) − (20 × 1). Sementara itu, peserta B memperoleh skor 270 dari (70 × 4) − (10 × 1).
Catatan: Contoh tersebut hanya menjelaskan perhitungan skor mentah dan bukan hasil seleksi resmi, passing grade, atau jaminan kelulusan SIMAK UI.
Baca Juga Bukan Sekadar Tes Masuk, Ini Soal SIMAK UI 2026 dan Materi yang Diujikan
Ketentuan Pelaksanaan Ujian PEKA SIMAK UI 2026
Selain memahami bentuk soal, peserta perlu memperhatikan ketentuan pelaksanaan ujian berdasarkan pengumuman resmi Universitas Indonesia.
Untuk SIMAK UI Pascasarjana Gelombang 3 Tahun Akademik 2026/2027, ujian dijadwalkan pada 1 November 2026.
Beberapa ketentuan teknis yang telah diumumkan meliputi:
- Pengunduhan konfigurasi Safe Exam Browser (SEB): Mulai 19 Oktober 2026.
- Simulasi ujian: 27 Oktober 2026.
- Pelaksanaan ujian: 1 November 2026.
- Materi PEKA: Kemampuan verbal, kuantitatif, dan logika.
- Durasi PEKA: 120 menit.
SEB merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer sesuai ketentuan penyelenggara.
Peserta perlu memeriksa informasi teknis melalui situs resmi SIMAK UI karena ketentuan dapat berbeda pada jalur atau gelombang seleksi lainnya.
Mini FAQ
Soal SIMAK UI PKA 2026 terdiri dari materi apa saja?
Dalam pengumuman resmi SIMAK UI Pascasarjana 2026, tes kemampuan akademik disebut PEKA atau Pengukuran Kemampuan Akademik. Materinya terdiri dari kemampuan verbal, kuantitatif, dan logika.
Berapa jumlah soal PEKA SIMAK UI 2026?
PEKA SIMAK UI Pascasarjana 2026 terdiri atas 100 soal, yaitu 40 soal verbal, 35 soal kuantitatif, dan 25 soal logika.
Berapa lama waktu pengerjaan soal PEKA SIMAK UI?
Total waktu pengerjaan PEKA adalah 120 menit. Bagian verbal berlangsung 30 menit, kuantitatif 50 menit, dan logika 40 menit.
Bagaimana sistem penilaian soal PEKA SIMAK UI 2026?
Berdasarkan pengumuman resmi SIMAK UI Pascasarjana Gelombang 3 Tahun 2026, jawaban benar memperoleh nilai +4, jawaban salah -1, dan soal yang tidak dijawab bernilai 0.
Apakah contoh soal dalam artikel ini merupakan soal resmi SIMAK UI?
Tidak. Seluruh contoh soal dalam artikel ini bersifat ilustratif dan disusun berdasarkan kategori kemampuan dalam tes PEKA. Contohnya bukan soal asli, bukan bocoran, dan bukan bank soal resmi Universitas Indonesia.
Apakah PKA dan PEKA SIMAK UI sama?
PKA merupakan istilah yang digunakan dalam sebagian pencarian tentang kemampuan akademik. Dalam pengumuman resmi SIMAK UI Pascasarjana 2026, nama tes yang digunakan adalah PEKA, singkatan dari Pengukuran Kemampuan Akademik.
Kapan ujian PEKA SIMAK UI Pascasarjana 2026 dilaksanakan?
Untuk SIMAK UI Pascasarjana Gelombang 3 Tahun Akademik 2026/2027, ujian dijadwalkan pada 1 November 2026. Jadwal tes untuk jalur atau gelombang lain dapat berbeda.
Ringkasan
Soal SIMAK UI PKA 2026 berkaitan dengan kemampuan akademik yang pada pengumuman resmi UI disebut PEKA (Pengukuran Kemampuan Akademik). Untuk SIMAK Pascasarjana Gelombang 3 tahun 2026, PEKA terdiri atas 100 soal dengan durasi pengerjaan 120 menit.
Tiga kelompok materi yang diujikan adalah kemampuan verbal, kuantitatif, dan logika. Sistem penilaiannya menggunakan ketentuan jawaban benar +4, salah -1, dan kosong 0.
Kelima belas contoh soal dalam artikel ini memberikan gambaran penerapan ketiga jenis kemampuan tersebut. Seluruhnya bersifat ilustratif dan bukan materi ujian resmi. Informasi perubahan ketentuan ujian dapat diperiksa melalui situs resmi SIMAK UI.
Sumber Referensi
- Universitas Indonesia – Simulasi Ujian dan Ujian SIMAK Pascasarjana Gelombang 3 Tahun Akademik 2026/2027
- Universitas Indonesia – Penyesuaian Jadwal Unduh SEB dan Simulasi Ujian, 12 Oktober 2026
- Universitas Indonesia – Simulasi Ujian SIMAK S1 RPL, Pascasarjana Gelombang 2, dan S1 KKI Gelombang 2 Tahun 2026
- Universitas Indonesia – Informasi Umum dan Materi Ujian SIMAK UI
- Universitas Indonesia – Portal Resmi Pendaftaran Mahasiswa Baru


