Mencari contoh soal TPA Bappenas biasanya menjadi salah satu langkah pertama ketika kamu akan mengikuti Tes Potensi Akademik untuk kebutuhan pendidikan maupun seleksi tertentu. Bentuk soalnya cukup beragam karena peserta tidak hanya dituntut mampu berhitung, tetapi juga memahami hubungan kata, menemukan pola, serta menarik kesimpulan secara logis.
TPA sendiri telah lama digunakan dalam konteks seleksi akademik. Publikasi Bappenas menjelaskan bahwa TPA pada awalnya digunakan dalam seleksi calon penerima beasiswa S2/S3, kemudian penggunaannya berkembang ke berbagai perguruan tinggi serta lembaga pemerintah dan swasta.
Saat ini, penyelenggaraan TPA Bappenas masih tersedia dalam format tatap muka maupun online melalui penyelenggara yang tercantum dalam sistem Koperasi Pegawai Bappenas. Pada jadwal September 2026, misalnya, tersedia pelaksanaan TPA Bappenas di sejumlah kota sekaligus pilihan TPA Bappenas Online.
Lalu, seperti apa soal yang perlu kamu kenali? Berikut pembahasan contoh soal TPA Bappenas mulai dari verbal, numerik, hingga penalaran.
Baca juga: Cara Efektif Belajar TPA Bappenas Online Bersama JagoTPA
Daftar Isi
- Mengenal Format dan Materi TPA Bappenas
- Contoh Soal TPA Bappenas Verbal
- Contoh Soal TPA Bappenas Numerik
- Contoh Soal TPA Bappenas Penalaran
- Jumlah Soal, Durasi, dan Skor TPA Bappenas
- Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengerjakan Soal
- Kesimpulan
- Mini FAQ
Mengenal Format dan Materi TPA Bappenas

Secara umum, materi TPA dikenal mengukur beberapa kelompok kemampuan utama, terutama kemampuan verbal, numerik atau kuantitatif, serta penalaran. Setiap kelompok soal mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga peserta perlu memahami pola pertanyaannya.
Gambaran materinya dapat dilihat pada tabel berikut.
| Kelompok Kemampuan | Bentuk Soal yang Dapat Ditemui | Kemampuan yang Dinilai |
|---|---|---|
| Verbal | Sinonim, antonim, analogi, pemahaman hubungan kata | Pemahaman bahasa dan hubungan konsep |
| Numerik | Deret angka, aritmetika, perbandingan, soal kuantitatif | Kemampuan mengolah angka |
| Penalaran | Logika, silogisme, analisis pernyataan, pola hubungan | Kemampuan berpikir logis dan analitis |
Komposisi maupun format ujian dapat mengalami perubahan. Karena itu, pembagian soal yang terdapat dalam buku atau pengalaman peserta dari tahun-tahun sebelumnya sebaiknya dipahami sebagai referensi, bukan ketentuan resmi untuk setiap penyelenggaraan TPA Bappenas terbaru.
Situs penyelenggara resmi pada 2026 mengonfirmasi bahwa TPA Bappenas diselenggarakan dalam bentuk paper-based pada beberapa lokasi dan juga tersedia dalam bentuk online. Untuk tes online, peserta mengikuti ujian dari lokasi masing-masing serta diwajibkan memperhatikan ketentuan teknis sebelum mengikuti ujian.
Contoh Soal TPA Bappenas Verbal
Kemampuan verbal berhubungan dengan kemampuan memahami kata dan hubungan makna. Beberapa bentuk yang umum dikenal dalam tes potensi akademik adalah sinonim, antonim, dan analogi.
Berikut beberapa contoh soal TPA Bappenas verbal yang dapat memberikan gambaran bentuk pertanyaannya.
Contoh Soal 1 – Sinonim
B. Lambat
C. Berubah
D. Rumit
E. Banyak
Pembahasan:
Kata akurat memiliki makna teliti, tepat, atau sesuai dengan keadaan sebenarnya. Karena itu, pilihan yang memiliki hubungan makna paling dekat adalah tepat.
Contoh Soal 2 – Antonim
B. Terlihat
C. Abstrak
D. Padat
E. Jelas
Pembahasan:
Konkret berarti nyata atau dapat diamati secara jelas, sedangkan abstrak mengacu pada sesuatu yang tidak berwujud secara konkret.
Contoh Soal 3 – Analogi
B. Buku
C. Murid
D. Kelas
E. Pelajaran
Pembahasan:
Hubungan pada pasangan pertama adalah profesi dengan pihak yang menerima layanan. Dokter menangani pasien, sedangkan guru mengajar murid.
Contoh Soal 4 – Hubungan Kata
B. Sawah
C. Roti
D. Tanaman
E. Jagung
Pembahasan:
Padi diproses menjadi beras. Dengan pola yang serupa, gandum dapat diolah menjadi tepung.
Contoh Soal 5 – Analogi Profesi
B. Buku
C. Kertas
D. Pembaca
E. Perpustakaan
Pembahasan:
Arsitek menghasilkan rancangan bangunan, sedangkan penulis menghasilkan karya tulis yang dapat berupa buku.
Pada soal verbal, jangan hanya melihat kesamaan kata. Perhatikan terlebih dahulu hubungan yang mengikat pasangan pertama, kemudian cari pilihan dengan hubungan paling sepadan.
Contoh Soal TPA Bappenas Numerik
Bagian numerik menguji kemampuan peserta memahami angka dan hubungan kuantitatif. Persoalannya dapat berbentuk deret angka, operasi aritmetika, persentase, perbandingan, maupun soal cerita.
Berikut contoh yang bisa digunakan untuk memahami karakter soalnya.
Contoh Soal 6 – Deret Angka
B. 16
C. 17
D. 18
E. 19
Pembahasan:
Setiap angka bertambah 3.
2 → 5 → 8 → 11 → 14 → 17
Contoh Soal 7 – Deret Bertingkat
B. 72
C. 84
D. 96
E. 108
Pembahasan:
Pola deret tersebut adalah dikalikan dua.
3 × 2 = 6
6 × 2 = 12
12 × 2 = 24
24 × 2 = 48
48 × 2 = 96
Contoh Soal 8 – Persentase
Harga sebuah buku adalah Rp120.000. Buku tersebut mendapat diskon 25%. Berapa harga setelah diskon?
B. Rp85.000
C. Rp90.000
D. Rp95.000
E. Rp100.000
Pembahasan:
25% × Rp120.000 = Rp30.000
Rp120.000 − Rp30.000 = Rp90.000
Contoh Soal 9 – Perbandingan
Perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan dalam suatu kelas adalah 3 : 5. Jika jumlah seluruh siswa 40 orang, berapa jumlah siswa laki-laki?
B. 12
C. 15
D. 20
E. 25
Pembahasan:
Total bagian: 3 + 5 = 8
Jumlah siswa laki-laki: 3/8 × 40 = 15 orang
Contoh Soal 10 – Kecepatan
Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dalam waktu 3 jam. Berapa kecepatan rata-ratanya?
B. 50 km/jam
C. 55 km/jam
D. 60 km/jam
E. 65 km/jam
Pembahasan:
Kecepatan = jarak ÷ waktu
180 ÷ 3 = 60 km/jam
Bagian numerik tidak selalu membutuhkan perhitungan yang panjang. Tantangannya sering terletak pada kemampuan menemukan pola atau memilih operasi hitung yang tepat dalam waktu terbatas.
Contoh Soal TPA Bappenas Penalaran
Penalaran menjadi bagian penting karena mengukur bagaimana peserta memproses informasi dan mengambil kesimpulan.
Soalnya bisa berisi beberapa pernyataan yang harus dianalisis sebelum menentukan kesimpulan paling tepat.
Contoh Soal 11 – Silogisme
Rani merupakan mahasiswa pascasarjana.
Kesimpulan yang tepat adalah:
B. Rani memiliki kartu mahasiswa
C. Rani belum tentu mahasiswa
D. Semua mahasiswa adalah Rani
E. Rani tidak memiliki kartu mahasiswa
Pembahasan:
Jika seluruh mahasiswa pascasarjana memiliki kartu mahasiswa dan Rani termasuk mahasiswa pascasarjana, maka Rani juga memiliki kartu mahasiswa.
Contoh Soal 12 – Penalaran Logis
Sebagian peserta rapat adalah manajer.
Pernyataan yang pasti benar adalah:
B. Seluruh peserta rapat adalah pegawai Divisi A
C. Pegawai Divisi A mengikuti rapat
D. Semua pegawai Divisi A adalah manajer
E. Tidak ada manajer dalam rapat
Pembahasan:
Pernyataan pertama secara langsung menyebut semua pegawai Divisi A mengikuti rapat. Informasi yang tersedia tidak cukup untuk menyatakan semua manajer berasal dari Divisi A.
Contoh Soal 13 – Urutan
Rina lebih tinggi daripada Siska.
Siapa yang paling tinggi?
B. Rina
C. Dina
D. Tidak dapat ditentukan
E. Semuanya sama
Pembahasan:
Dina > Rina > Siska
Maka yang paling tinggi adalah Dina.
Contoh Soal 14 – Kesimpulan
Budi adalah dokter.
Kesimpulan yang paling sesuai adalah:
B. Budi bukan dokter
C. Budi bekerja tanpa izin
D. Jika Budi bekerja sebagai dokter, ia harus memiliki izin praktik
E. Semua pemilik izin praktik adalah dokter
Pembahasan:
Pernyataan awal menetapkan bahwa dokter tidak bekerja tanpa izin praktik. Maka seseorang yang bekerja sebagai dokter harus memenuhi ketentuan tersebut.
Contoh Soal 15 – Pola Huruf
Huruf berikutnya adalah:
B. T
C. U
D. V
E. W
Pembahasan:
Posisi huruf bertambah secara bertingkat:
A → C = +2
C → F = +3
F → J = +4
J → O = +5
Berikutnya bertambah 6:
O + 6 = U
Pada bagian penalaran, kesalahan sering muncul ketika peserta menambahkan asumsi yang sebenarnya tidak diberikan dalam soal. Gunakan hanya informasi yang tersedia untuk menentukan jawaban.
Jumlah Soal, Durasi, dan Skor TPA Bappenas
Informasi mengenai jumlah soal TPA Bappenas sering dicari karena banyak sumber lama menyebut angka tertentu.
Beberapa buku dan materi TPA terdahulu menyebut format TPA OTO Bappenas sebanyak 250 soal dengan waktu sekitar tiga jam serta pembagian verbal, numerik, dan penalaran. Namun, informasi tersebut berasal dari referensi lama dan sebaiknya tidak dianggap otomatis sebagai format resmi TPA Bappenas 2026.
Portal penyelenggara TPA Bappenas yang aktif pada 2026 menampilkan jenis penyelenggaraan, jadwal, lokasi, biaya, dan ketentuan pendaftaran, tetapi halaman jadwal yang dapat diakses publik tidak mencantumkan rincian jumlah soal terbaru. Karena itu, peserta sebaiknya mengikuti petunjuk resmi yang diberikan penyelenggara untuk sesi tes yang didaftarkan.
Hal yang sama berlaku untuk skor.
Secara historis, skor TPA Bappenas sering dikenal berada pada rentang 200–800. Meski demikian, nilai yang dianggap memenuhi syarat tidak bisa disamaratakan karena batas minimum biasanya ditentukan oleh kampus, program studi, instansi, atau lembaga yang meminta hasil TPA.
Sebagai ilustrasi:
| Kebutuhan | Ketentuan Skor |
|---|---|
| Pendaftaran S2 | Mengikuti ketentuan universitas |
| Pendaftaran S3 | Mengikuti ketentuan program tujuan |
| Beasiswa | Mengikuti persyaratan penyelenggara |
| Seleksi pegawai | Mengikuti ketentuan instansi |
| Promosi atau asesmen | Mengikuti standar lembaga masing-masing |
Jadi, pertanyaan “berapa skor TPA Bappenas yang bagus?” tidak memiliki satu angka universal yang berlaku untuk semua kebutuhan.
Publikasi Bappenas mengenai penggunaan TPA juga menunjukkan bahwa penentuan titik batas skor berkaitan dengan kebutuhan lembaga yang menggunakan hasil tes tersebut.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor TPA untuk Biaya Kuliah S2
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengerjakan Soal

Setelah memahami contoh soal TPA Bappenas, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah karakter tes yang menuntut ketepatan sekaligus pengelolaan waktu.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Baca instruksi setiap kelompok soal dengan teliti.
- Jangan terlalu lama berhenti pada satu soal.
- Identifikasi pola terlebih dahulu sebelum melakukan perhitungan panjang.
- Pada soal verbal, tentukan hubungan kata sebelum melihat pilihan.
- Pada penalaran, hindari memasukkan asumsi yang tidak terdapat dalam soal.
- Gunakan informasi dari penyelenggara resmi sebagai acuan teknis ujian.
- Periksa perangkat dan koneksi jika mengikuti TPA secara online.
Untuk pelaksanaan online, laman resmi penyelenggara pada 2026 menegaskan bahwa ujian dilakukan secara online dari lokasi masing-masing dan peserta perlu membaca terlebih dahulu ketentuan teknis TPA Online sebelum mendaftar.
Sementara itu, TPA paper-based juga masih tersedia. Sebagai contoh, jadwal Juli 2026 mencantumkan pelaksanaan secara langsung di Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat.
Dengan demikian, jangan menganggap semua TPA Bappenas hanya diselenggarakan secara online atau hanya secara tatap muka.
Baca juga: Cara Menghitung Skor TPA Bappenas Tingkatkan Peluang Lolos Seleksi!
Kesimpulan
Memahami contoh soal TPA Bappenas dapat membantu kamu mengenali karakter pertanyaan yang berkaitan dengan kemampuan verbal, numerik, dan penalaran. Soal verbal dapat berupa sinonim, antonim, serta analogi, sedangkan numerik berkaitan dengan angka, perbandingan, deret, dan perhitungan. Bagian penalaran lebih menekankan kemampuan memahami hubungan informasi dan menarik kesimpulan secara logis.
Contoh soal dalam artikel ini dibuat sebagai bahan pengenalan bentuk tes dan bukan soal resmi yang dikeluarkan Bappenas. Format, jumlah soal, waktu pengerjaan, hingga ketentuan teknis dapat berubah sehingga informasi dari penyelenggara resmi tetap perlu dijadikan acuan.
Saat ini TPA Bappenas masih diselenggarakan pada 2026, baik dalam format online maupun di sejumlah lokasi ujian. Portal resmi Koperasi Pegawai Bappenas juga menampilkan jadwal TPA yang terus diperbarui sesuai periode pelaksanaan.
Mini FAQ
Apa saja soal yang ada di TPA Bappenas?
Secara umum, TPA dikenal mencakup kemampuan verbal, numerik atau kuantitatif, serta penalaran. Bentuk dan komposisi soal pada pelaksanaan terbaru tetap mengikuti ketentuan penyelenggara.
Berapa jumlah soal TPA Bappenas?
Referensi lama sering menyebut format 250 soal, tetapi angka tersebut tidak sebaiknya dianggap sebagai ketentuan otomatis untuk tes terbaru. Periksa petunjuk resmi pada periode tes yang diikuti.
Berapa skor maksimal TPA Bappenas?
TPA Bappenas secara historis dikenal menggunakan rentang skor 200–800. Ketentuan skor yang harus dicapai bergantung pada kampus atau instansi yang meminta hasil tes.
TPA Bappenas digunakan untuk apa?
TPA telah digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk seleksi pendidikan pascasarjana serta kebutuhan asesmen di lembaga pemerintah maupun swasta.
TPA Bappenas bisa dilakukan secara online?
Ya. Jadwal resmi 2026 masih mencantumkan TPA Bappenas Online, dengan ujian dilakukan dari lokasi masing-masing sesuai ketentuan penyelenggara.
Contoh soal di artikel ini soal resmi Bappenas?
Bukan. Soal dalam artikel ini merupakan contoh buatan untuk menggambarkan karakter verbal, numerik, dan penalaran. Soal ujian resmi tidak ditampilkan atau diklaim sebagai soal asli.
Sumber Artikel
- Portal Jadwal TPA Koperasi Pegawai Bappenas – informasi penyelenggaraan dan jadwal TPA Bappenas 2026.
- UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas – informasi pelaksanaan TPA Bappenas Online.
- UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas – informasi pelaksanaan TPA Bappenas paper-based.
- Bappenas, Simpul Perencana – pembahasan sejarah dan penggunaan Tes Potensi Akademik dalam seleksi pendidikan serta kepegawaian.



