Materi Tes TPA Lengkap, Cek Verbal, Numerik, Logika, dan Spasial

materi tes tpa

Materi tes TPA perlu dipahami sebelum mengikuti Tes Potensi Akademik untuk seleksi kuliah, pascasarjana, beasiswa, maupun pekerjaan. Tes ini tidak berfokus pada hafalan satu bidang ilmu tertentu, tetapi mengukur kemampuan memahami bahasa, mengolah angka, menemukan pola, serta menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang diberikan.

Secara umum, referensi Jobstreet yang diperbarui pada Maret 2026 mengelompokkan soal TPA menjadi kemampuan verbal, numerik, logika, dan spasial. Namun, pembagian tersebut tidak berlaku sama pada seluruh penyelenggara. Pada salah satu format resmi TPA Kementerian PPN/Bappenas, misalnya, tes dibagi menjadi Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran, sedangkan kemampuan spasial muncul sebagai penalaran keruangan di dalam subtes Penalaran.

Materi Tes TPA Terdiri dari Apa Saja

Secara umum, materi tes TPA digunakan untuk melihat kemampuan seseorang dalam memproses informasi dan menyelesaikan persoalan secara logis.

Jobstreet mengelompokkan materi TPA menjadi empat bagian berikut:

  1. Verbal, berkaitan dengan bahasa dan hubungan antarkata.
  2. Numerik, berkaitan dengan angka dan perhitungan.
  3. Logika, berkaitan dengan penalaran dan penarikan kesimpulan.
  4. Spasial, berkaitan dengan kemampuan memahami bentuk atau objek visual.

Pembagian tersebut cocok digunakan sebagai gambaran umum ketika mempelajari TPA. Namun, calon peserta tetap perlu mengecek struktur tes yang akan diikuti karena nama subtes dan kelompok soalnya dapat berbeda.

Sebagai contoh, dokumen teknis TPA Kementerian PPN/Bappenas membagi tes menjadi:

  • Verbal;
  • Kuantitatif;
  • Penalaran.

Di dalam ketiganya terdapat total 12 kelompok soal yang lebih spesifik.

Tes Verbal TPA

Bagian verbal mengukur kemampuan memahami kata, hubungan bahasa, serta informasi yang disampaikan secara tertulis.

Secara umum, soal verbal dapat mencakup sinonim, antonim, pengelompokan kata, dan padanan kata. Dalam format TPA Bappenas yang dijadikan referensi, bagian Verbal terdiri atas beberapa kelompok materi berikut.

Materi Kemampuan yang Dipelajari Contoh Soal dan Jawaban
Kosakata Peserta perlu memahami arti sebuah kata dalam bahasa Indonesia. Kosakata yang muncul dalam soal tidak selalu merupakan kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Soal:

KREDIBEL berarti…

A. Meragukan
B. Dapat dipercaya
C. Tidak dikenal
D. Berlebihan
E. Sementara
Jawaban: B. Dapat dipercaya
Padanan dan Lawan Kata Materi ini menguji kemampuan menemukan kata yang memiliki arti serupa maupun kata yang memiliki arti berlawanan.
Contoh Sinonim

AKURAT = …

A. Tepat
B. Lambat
C. Luas
D. Sulit
E. Singkat
Jawaban: A. Tepat
Contoh Antonim

KONSTAN >< …

A. Tetap
B. Stabil
C. Berubah
D. Sama
E. Konsisten
Jawaban: C. Berubah
Analogi Verbal Analogi verbal meminta peserta menemukan hubungan yang sama antara dua pasangan kata.
Soal:

DOKTER : PASIEN = GURU : …

A. Buku
B. Sekolah
C. Murid
D. Kelas
E. Pelajaran
Jawaban: C. Murid

Hubungannya adalah profesi dan pihak yang menerima layanan atau menjadi pihak yang dilayani dalam pekerjaan tersebut.
Pemahaman Bacaan Peserta membaca suatu teks kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat di dalam bacaan. Kemampuan yang dapat diuji:
  • menemukan ide utama;
  • memahami informasi tersurat;
  • menarik kesimpulan;
  • memahami hubungan antarpernyataan.
Pembahasan:

Pada materi pemahaman bacaan, peserta perlu membaca teks secara teliti sebelum menentukan jawaban. Informasi yang digunakan untuk menjawab pertanyaan harus tetap mengacu pada isi bacaan.
Catatan: Dalam format TPA Bappenas yang dijadikan referensi, bagian Verbal mencakup kosakata, padanan/lawan kata, analogi verbal, dan pemahaman. Contoh soal di atas merupakan latihan untuk membantu memahami bentuk kemampuan yang diuji, bukan soal resmi atau soal bocoran.

Tes Numerik atau Kuantitatif TPA

Materi tes TPA numerik mengukur kemampuan memahami angka, melakukan perhitungan, menemukan pola, serta memahami hubungan matematis.

Bentuk soal numerik dapat melibatkan perhitungan aritmatika, deret angka, perbandingan nilai, maupun persoalan yang disajikan dalam bentuk cerita.

Pada format TPA Bappenas yang dijadikan referensi, subtes Kuantitatif dibagi menjadi empat kelompok utama.

Materi Kemampuan yang Dipelajari Bentuk Soal
Hitung-Menghitung Menguji kemampuan melakukan operasi matematika dasar dan perhitungan numerik. Dapat mencakup:
  • penjumlahan;
  • pengurangan;
  • perkalian;
  • pembagian;
  • pecahan;
  • persentase;
  • rasio.
Deretan Bilangan Menguji kemampuan menemukan pola atau hubungan dalam rangkaian angka. Bentuk latihan dapat berupa:
  • pola penjumlahan;
  • pola pengurangan;
  • pola perkalian;
  • pola pembagian;
  • kombinasi beberapa pola.
Komparasi Kuantitatif Menguji kemampuan membandingkan dua nilai atau informasi kuantitatif untuk menentukan hubungan antara keduanya. Peserta dapat diminta menentukan apakah:
  • P lebih besar daripada Q;
  • P lebih kecil daripada Q;
  • P sama dengan Q;
  • hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan.
Soal Cerita Menguji kemampuan menerjemahkan informasi dalam bentuk kalimat menjadi operasi matematika yang tepat. Dapat melibatkan persoalan seperti:
  • kecepatan;
  • waktu;
  • jarak;
  • jumlah barang;
  • perbandingan;
  • persentase.
Catatan: Pembagian materi Kuantitatif di atas mengikuti format TPA Bappenas yang dijadikan sebagai referensi. Format dapat berbeda sesuai penyelenggara atau ketentuan tes yang diikuti.

Hitung-Menghitung

Materi ini berkaitan dengan operasi matematika dasar seperti:

  • penjumlahan;
  • pengurangan;
  • perkalian;
  • pembagian;
  • pecahan;
  • persentase;
  • rasio.

Contoh:

Jika 25% dari sebuah bilangan adalah 50, berapa bilangan tersebut?

A. 100

B. 150

C. 175

D. 200

E. 250

Jawaban: D. 200

Perhitungannya:

25% × x = 50

0,25x = 50

x = 50 ÷ 0,25

x = 200

Deretan Bilangan

Peserta perlu menemukan pola dalam rangkaian angka.

3, 6, 12, 24, 48, …

A. 72

B. 84

C. 90

D. 96

E. 108

Jawaban: D. 96

Setiap angka dikalikan dua.

Komparasi Kuantitatif

Soal komparasi meminta peserta membandingkan dua nilai atau informasi kuantitatif.

P = 25% × 200

Q = 40% × 100

Nilai yang benar adalah…

P = 50

Q = 40

Maka P > Q.

Soal Cerita

Pada soal cerita, peserta perlu mengubah informasi dalam kalimat menjadi perhitungan.

Sebuah tim menyelesaikan 240 dokumen dalam 6 jam. Jika kecepatannya tetap, berapa dokumen yang dapat diselesaikan dalam 8 jam?

240 ÷ 6 = 40 dokumen per jam.

40 × 8 = 320 dokumen.

Keempat kelompok—hitung-menghitung, deretan bilangan, komparasi kuantitatif, dan soal cerita—tercantum pada subtes Kuantitatif dalam dokumen teknis TPA Bappenas.

Materi Tes Logika dan Penalaran TPA

Materi logika atau penalaran menguji kemampuan peserta memahami hubungan informasi dan menentukan kesimpulan yang paling masuk akal.

Jobstreet menjelaskan beberapa pola latihan logika yang dapat berupa logika diagram, cerita, silogisme, dan logika umum.

Sementara format TPA Bappenas memuat empat kelompok soal pada subtes Penalaran.

Logika Formal

Logika formal biasanya menggunakan beberapa pernyataan yang harus dianalisis.

Semua peserta kelas A mengikuti seminar.

Rina adalah peserta kelas A.

Kesimpulannya adalah…

A. Rina tidak mengikuti seminar

B. Rina mengikuti seminar

C. Semua peserta seminar berasal dari kelas A

D. Rina menjadi pembicara seminar

E. Tidak dapat ditentukan

Jawaban: B. Rina mengikuti seminar

Penalaran Analitis

Peserta diberikan beberapa kondisi, lalu harus mencari susunan atau kesimpulan yang memenuhi seluruh kondisi.

  • Deni berada sebelum Andi.
  • Andi berada sebelum Budi.
  • Budi berada sebelum Citra.

Urutan yang benar adalah:

Deni → Andi → Budi → Citra

Jenis soal seperti ini membutuhkan ketelitian membaca setiap kondisi.

Penalaran Logis

Penalaran logis menguji kemampuan menentukan akibat atau kesimpulan berdasarkan hubungan antarpernyataan.

Jika hujan turun, lapangan menjadi basah.

Lapangan tidak basah.

Kesimpulan logisnya adalah hujan tidak turun, dengan asumsi hubungan yang diberikan dalam soal berlaku.

Penalaran Keruangan

Kemampuan keruangan berkaitan dengan bentuk dan hubungan posisi suatu objek.

Dalam format resmi TPA Bappenas yang menjadi referensi, Penalaran Keruangan termasuk dalam subtes Penalaran, bukan subtes utama yang berdiri sendiri.

Baca juga: Cara Efektif Menghadapi Tes dengan Tips Lulus TPA Bappenas

Materi Tes Spasial atau Penalaran Keruangan

Jobstreet menggunakan istilah tes spasial sebagai salah satu dari empat kategori umum TPA. Bagian ini digunakan untuk melihat kemampuan seseorang memahami serta memanipulasi objek secara visual.

Bentuk soal dapat berupa:

  • padanan gambar;
  • bayangan atau pencerminan gambar;
  • pengelompokan gambar;
  • identifikasi gambar;
  • rotasi objek;
  • hubungan posisi.

Sebagai contoh, peserta dapat diberikan sebuah bentuk kemudian diminta menentukan bagaimana bentuk tersebut terlihat setelah diputar 90 derajat.

Hal yang perlu diperhatikan adalah istilahnya dapat berbeda.

Pada referensi Jobstreet, kemampuan tersebut disebut tes spasial, sedangkan dalam struktur TPA Bappenas yang dirujuk pada dokumen resmi, kemampuan yang serupa muncul sebagai Penalaran Keruangan di bagian Penalaran.

Jadi, adanya perbedaan istilah tidak selalu berarti kemampuan yang diukur sepenuhnya berbeda.

Perbedaan Materi TPA Berdasarkan Penyelenggara

Tidak ada satu struktur materi tes TPA yang dapat dianggap berlaku untuk seluruh tes.

Ini penting karena peserta mungkin menemukan sumber yang menyebut tiga subtes, sementara sumber lain menyebut empat.

Perbedaannya dapat digambarkan seperti berikut:

ReferensiPembagian Materi
Jobstreet – gambaran TPA umumVerbal, Numerik, Logika, Spasial
TPA Bappenas dalam dokumen teknis resmiVerbal, Kuantitatif, Penalaran
Penalaran TPA BappenasLogika Formal, Analitis, Keruangan, Logis

Jobstreet sendiri menjelaskan empat kategori utama yaitu verbal, numerik, logika, dan spasial.

Sementara itu, dokumen teknis Kementerian PPN/Bappenas menyatukan sejumlah kemampuan tersebut dalam tiga subtes besar.

Karena itu, sebelum belajar, periksa:

  • nama tes yang akan diikuti;
  • penyelenggara tes;
  • struktur subtes;
  • jenis soal;
  • durasi;
  • tata tertib.

Materi belajar kemudian dapat disesuaikan dengan tes tersebut.

Contoh Soal Materi Tes TPA dan Jawabannya

Berikut beberapa contoh latihan singkat dari setiap kemampuan.

Contoh Soal Verbal

ABSOLUT memiliki makna paling dekat dengan…

A. Mutlak

B. Sementara

C. Relatif

D. Terbatas

E. Berubah

Jawaban: A. Mutlak

Contoh Soal Numerik

5, 10, 20, 40, 80, …

A. 100

B. 120

C. 140

D. 160

E. 180

Jawaban: D. 160

Setiap bilangan dikalikan dua.

Contoh Soal Logika

Semua dosen di program A memiliki gelar magister.

Budi adalah dosen di program A.

Kesimpulan yang benar adalah…

A. Budi tidak memiliki gelar magister

B. Budi memiliki gelar magister

C. Semua pemilik gelar magister adalah dosen program A

D. Budi adalah mahasiswa

E. Tidak dapat diketahui

Jawaban: B. Budi memiliki gelar magister

Contoh Soal Penalaran Urutan

P lebih tinggi daripada Q.

Q lebih tinggi daripada R.

R lebih tinggi daripada S.

Siapa yang paling pendek?

A. P

B. Q

C. R

D. S

E. Tidak diketahui

Jawaban: D. S

Urutannya: P > Q > R > S

Baca juga: Berapa Total Soal TPA Bappenas? Ini Jumlah Soal, Durasi, dan Strategi Mengerjakannya

Jumlah Soal dan Durasi Tes TPA

Jumlah soal dan durasi TPA tidak boleh disamaratakan untuk semua penyelenggara.

Sebagai salah satu referensi konkret, petunjuk teknis TPA Kementerian PPN/Bappenas pernah menggunakan struktur berikut:

SubtesKelompok SoalJumlah SoalWaktu
VerbalKosakata, Padanan/Lawan Kata, Analogi Verbal, Pemahaman9060 menit
KuantitatifHitung Menghitung, Deretan Bilangan, Komparasi Kuantitatif, Soal Cerita9060 menit
PenalaranLogika Formal, Analitis, Keruangan, Logis7060 menit
Total250 soal180 menit

Rincian tersebut berasal dari dokumen teknis pelaksanaan TPA tertentu dan berguna untuk memahami struktur TPA Bappenas. Namun, angka 250 soal dan 180 menit tidak boleh otomatis dianggap berlaku pada seluruh TPA, terutama tes internal universitas atau seleksi kerja.

Untuk tes yang akan diikuti, gunakan petunjuk penyelenggara sebagai acuan utama.

Materi TPA yang Perlu Diprioritaskan

Jika baru mulai mempelajari materi tes TPA, kamu dapat memastikan terlebih dahulu bahwa empat kemampuan berikut sudah masuk dalam latihan:

Verbal

Fokus pada kosakata, sinonim, antonim, analogi, dan pemahaman bacaan.

Numerik

Pelajari aritmatika dasar, persentase, rasio, deret angka, dan soal cerita.

Logika dan Penalaran

Biasakan mengerjakan silogisme, hubungan kondisi, urutan, serta penalaran analitis.

Spasial atau Keruangan

Kenali rotasi, pencerminan, pengelompokan, dan hubungan antarobjek jika tes yang akan diikuti memang memuat jenis soal tersebut.

Setelah mengetahui struktur tes penyelenggara, porsi latihan dapat dibuat lebih spesifik.

Baca juga: SIMAK UI Pascasarjana 2026: Jadwal, Biaya, Materi Ujian, dan Cara Daftar

Mini FAQ

Materi tes TPA apa saja?

Secara umum materi TPA dapat mencakup verbal, numerik, logika atau penalaran, serta kemampuan spasial. Pembagian subtes sebenarnya dapat berbeda berdasarkan penyelenggara.

Apa saja materi verbal TPA?

Materi verbal dapat mencakup kosakata, sinonim, antonim, analogi kata, pengelompokan kata, dan pemahaman bacaan. Pada format TPA Bappenas terdapat kosakata, padanan/lawan kata, analogi verbal, dan pemahaman.

Apa saja materi numerik TPA?

Materi numerik dapat berupa operasi hitung, persentase, perbandingan, deret angka, komparasi kuantitatif, dan soal cerita.

Apa yang dimaksud tes logika TPA?

Tes logika menilai kemampuan memahami hubungan informasi dan menarik kesimpulan. Bentuknya dapat berupa silogisme, logika formal, soal analitis, urutan, maupun hubungan kondisi.

Apakah tes spasial selalu ada dalam TPA?

Tidak selalu sebagai subtes tersendiri. Jobstreet memasukkan spasial sebagai salah satu kategori umum TPA, sedangkan dalam struktur TPA Bappenas kemampuan keruangan ditempatkan di dalam subtes Penalaran.

Apakah semua TPA memiliki materi yang sama?

Tidak. Jenis, jumlah, dan pembagian soal dapat berbeda menurut penyelenggara. Karena itu, periksa panduan resmi tes sebelum menjadikan suatu materi sebagai acuan.

Berapa jumlah soal TPA?

Tidak ada satu jumlah yang berlaku untuk seluruh TPA. Dalam salah satu format resmi TPA Bappenas terdapat 250 soal dalam 180 menit, tetapi format tes lain dapat berbeda.

Kesimpulan

Materi tes TPA secara umum berkaitan dengan kemampuan verbal, numerik, logika atau penalaran, serta kemampuan spasial. Jobstreet membaginya menjadi empat kategori tersebut, sedangkan dokumen teknis resmi TPA Kementerian PPN/Bappenas menggunakan tiga subtes utama, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran.

Pada format Bappenas, bagian verbal mencakup kosakata, padanan/lawan kata, analogi verbal, dan pemahaman. Kuantitatif meliputi hitung-menghitung, deretan bilangan, komparasi kuantitatif, dan soal cerita. Sementara Penalaran terdiri dari logika formal, analitis, keruangan, dan logis.

Karena struktur TPA dapat berbeda, langkah paling aman adalah mengetahui penyelenggara dan format tes terlebih dahulu, kemudian mempelajari materi yang memang akan diuji. Dengan begitu, latihan tidak hanya banyak, tetapi juga relevan dengan tes yang akan dihadapi.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Table of Contents

On Key

Related Posts