Contoh soal TPA menjadi salah satu materi yang banyak dicari oleh peserta seleksi masuk perguruan tinggi, beasiswa, maupun rekrutmen kerja. Tes Potensi Akademik (TPA) digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir melalui soal verbal, numerik, logika, dan penalaran analitis.
Pada 2026, materi TPA tetap relevan sebagai bahan persiapan berbagai seleksi akademik dan profesional. Namun, bentuk soal dan ketentuan ujian dapat berbeda pada setiap penyelenggara. Berikut 15 contoh soal TPA beserta kunci jawaban dan pembahasannya yang dapat digunakan sebagai bahan belajar.
Materi Tes Potensi Akademik yang Perlu Dipahami

Tes Potensi Akademik merupakan tes yang dirancang untuk menilai kemampuan kognitif seseorang, terutama dalam memahami informasi, mengolah angka, mengenali hubungan, dan menarik kesimpulan berdasarkan penalaran.
Berdasarkan materi pengenalan TPA yang diterbitkan Universitas Negeri Surabaya serta contoh soal dari perguruan tinggi, terdapat beberapa kelompok kemampuan yang umum digunakan dalam tes ini.
s1pbing.fbs.unesa.ac.id
+1
| Jenis Tes | Materi yang Diujikan |
|---|---|
| Verbal | Sinonim, antonim, analogi kata, pemahaman bacaan |
| Numerik | Deret angka, aritmetika, persentase, perbandingan |
| Logika | Silogisme, hubungan pernyataan, penarikan kesimpulan |
| Analitis | Urutan, pengelompokan, hubungan antarobjek |
| Figural | Pola gambar, rotasi, hubungan bentuk jika disertakan penyelenggara |
Tidak semua penyelenggara menggunakan kelima kelompok tersebut. Oleh karena itu, peserta perlu memeriksa informasi resmi dari lembaga yang menyelenggarakan seleksi.
15 Contoh Soal TPA 2026 dan Pembahasannya
Berikut kumpulan soal latihan yang disusun berdasarkan tipe kemampuan yang umum dijumpai dalam Tes Potensi Akademik. Seluruh soal merupakan contoh latihan, bukan soal resmi atau bocoran ujian 2026.
Contoh Soal TPA Verbal
Soal 1 – Sinonim
Kata “KONKRET” memiliki persamaan makna dengan ….
A. Abstrak B. Nyata C. Rumit D. Sementara E. Tersembunyi
Jawaban: B. Nyata
Pembahasan: Konkret berarti nyata, berwujud, atau dapat diamati secara langsung. Sementara itu, abstrak memiliki makna yang berlawanan dengan konkret.
Soal 2 – Antonim
Lawan kata dari “OPTIMISTIS” adalah ….
A. Percaya diri B. Bersemangat C. Pesimistis D. Berani E. Yakin
Jawaban: C. Pesimistis
Pembahasan: Optimistis menunjukkan sikap penuh harapan atau keyakinan terhadap hasil yang baik. Sebaliknya, pesimistis menunjukkan kecenderungan memandang sesuatu secara negatif.
Soal 3 – Analogi Kata
Dokter : Rumah Sakit = Guru : ….
A. Buku B. Sekolah C. Murid D. Pelajaran E. Perpustakaan
Jawaban: B. Sekolah
Pembahasan: Hubungan kedua kata menunjukkan profesi dan tempat bekerja. Dokter bekerja di rumah sakit, sedangkan guru bekerja di sekolah.
Soal 4 – Hubungan Kata
Padi : Beras = Gandum : ….
A. Roti B. Tepung C. Sawah D. Jagung E. Tanah
Jawaban: B. Tepung
Pembahasan: Padi diolah menjadi beras, sedangkan gandum dapat diolah menjadi tepung. Hubungan yang digunakan adalah bahan mentah dengan hasil pengolahan awalnya.
Contoh Soal TPA Numerik
Soal 5 – Deret Angka
Perhatikan deret berikut:
3, 6, 12, 24, 48, ….
A. 72 B. 84 C. 90 D. 96 E. 108
Jawaban: D. 96
Pembahasan: Setiap bilangan diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan 2.
3 × 2 = 6 6 × 2 = 12 12 × 2 = 24 24 × 2 = 48 48 × 2 = 96
Jadi, angka berikutnya adalah 96.
Soal 6 – Deret Bertingkat
Tentukan angka berikutnya dari deret:
2, 5, 10, 17, 26, ….
A. 35 B. 36 C. 37 D. 38 E. 39
Jawaban: C. 37
Pembahasan: Selisih antarbilangan membentuk pola bilangan ganjil berurutan.
2 + 3 = 5 5 + 5 = 10 10 + 7 = 17 17 + 9 = 26 26 + 11 = 37
Soal 7 – Persentase
Sebuah barang memiliki harga Rp250.000. Jika mendapat diskon 20%, berapa harga yang harus dibayar?
A. Rp175.000 B. Rp190.000 C. Rp200.000 D. Rp210.000 E. Rp225.000
Jawaban: C. Rp200.000
Pembahasan:
Diskon = 20% × Rp250.000 = Rp50.000.
Harga akhir = Rp250.000 − Rp50.000 = Rp200.000.
Soal 8 – Perbandingan
Perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan dalam suatu kelas adalah 3 : 5. Jika jumlah seluruh siswa 40 orang, berapa jumlah siswa perempuan?
A. 15 B. 20 C. 24 D. 25 E. 30
Jawaban: D. 25
Pembahasan:
Jumlah bagian = 3 + 5 = 8.
Jumlah siswa perempuan = 5/8 × 40 = 25 orang.
Soal 9 – Rata-Rata
Nilai lima siswa adalah 70, 80, 75, 85, dan 90. Berapakah rata-rata nilai tersebut?
A. 75 B. 78 C. 80 D. 82 E. 85
Jawaban: C. 80
Pembahasan:
Jumlah nilai = 70 + 80 + 75 + 85 + 90 = 400.
Rata-rata = 400 ÷ 5 = 80.
Baca juga: Cara Efektif Persiapan dan Strategi Tes TPA S2 PDF
Contoh Soal TPA Logika
Soal 10 – Silogisme
Perhatikan pernyataan berikut:
- Semua dokter merupakan tenaga kesehatan.
- Sebagian tenaga kesehatan bekerja di rumah sakit.
Kesimpulan yang tepat adalah ….
A. Semua dokter bekerja di rumah sakit B. Sebagian dokter pasti bekerja di rumah sakit C. Semua tenaga kesehatan adalah dokter D. Tidak dapat dipastikan apakah dokter bekerja di rumah sakit E. Tidak ada dokter yang bekerja di rumah sakit
Jawaban: D. Tidak dapat dipastikan apakah dokter bekerja di rumah sakit
Pembahasan: Kedua pernyataan tidak menjelaskan hubungan langsung antara dokter dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit. Karena itu, kesimpulan tersebut tidak dapat dipastikan.
Soal 11 – Penalaran Logis
Jika hujan turun, maka jalan menjadi basah. Hari ini jalan tidak basah.
Kesimpulan yang tepat adalah ….
A. Hari ini pasti hujan B. Hari ini tidak hujan C. Jalan selalu kering D. Hujan tidak memengaruhi jalan E. Tidak ada kesimpulan
Jawaban: B. Hari ini tidak hujan
Pembahasan: Berdasarkan premis yang diberikan, hujan selalu menyebabkan jalan basah. Karena jalan tidak basah, dapat disimpulkan bahwa hujan tidak turun. Pola penalaran ini disebut modus tollens.
Soal 12 – Kesimpulan Pernyataan
Semua peserta yang lulus seleksi administrasi berhak mengikuti tes berikutnya. Rina dinyatakan lulus seleksi administrasi.
Kesimpulan yang benar adalah ….
A. Rina pasti diterima bekerja B. Rina tidak perlu mengikuti tes C. Rina berhak mengikuti tes berikutnya D. Rina memperoleh nilai tertinggi E. Rina langsung mengikuti wawancara akhir
Jawaban: C. Rina berhak mengikuti tes berikutnya
Pembahasan: Berdasarkan premis, setiap peserta yang lulus administrasi berhak mengikuti tes berikutnya. Karena Rina memenuhi syarat tersebut, kesimpulan C benar.
Contoh Soal TPA Penalaran Analitis
Soal 13 – Urutan Posisi
Lima siswa, yaitu Andi, Budi, Citra, Deni, dan Eka, berdiri dalam satu barisan.
Diketahui:
- Andi berada di posisi pertama.
- Citra berada tepat setelah Budi.
- Deni berada di posisi terakhir.
- Eka berada sebelum Budi.
Siapakah yang berada di posisi ketiga?
A. Andi B. Budi C. Citra D. Deni E. Eka
Jawaban: B. Budi
Pembahasan: Berdasarkan ketentuan, urutan yang memenuhi semua informasi adalah Andi, Eka, Budi, Citra, dan Deni. Dengan demikian, posisi ketiga ditempati Budi.
Soal 14 – Penalaran Waktu
Sebuah rapat dimulai pukul 08.30 dan berlangsung selama 2 jam 45 menit. Pukul berapa rapat tersebut selesai?
A. 10.45 B. 11.00 C. 11.15 D. 11.30 E. 11.45
Jawaban: C. 11.15
Pembahasan:
08.30 + 2 jam = 10.30.
10.30 + 45 menit = 11.15.
Jadi, rapat selesai pukul 11.15.
Soal 15 – Penalaran Pola Huruf
Perhatikan urutan huruf berikut:
A, C, F, J, O, ….
Huruf berikutnya adalah ….
A. R B. S C. T D. U E. V
Jawaban: D. U
Pembahasan: Posisi huruf dalam alfabet membentuk pola penambahan bertingkat.
A = 1 C = 3 (+2) F = 6 (+3) J = 10 (+4) O = 15 (+5)
Posisi berikutnya adalah 15 + 6 = 21, yaitu huruf U.
Ketentuan TPA dan Perbedaan dengan Tes Akademik Lainnya

Meskipun sama-sama digunakan dalam proses seleksi, TPA tidak selalu memiliki materi dan sistem penilaian yang sama dengan tes akademik lainnya.
TPA lebih menitikberatkan kemampuan penalaran, pengolahan informasi, dan penyelesaian masalah. Sementara itu, tes pengetahuan akademik dapat menguji penguasaan materi pelajaran atau bidang studi tertentu.
Berikut perbedaan umum yang perlu dipahami peserta.
| Jenis Tes | Fokus Penilaian |
|---|---|
| TPA | Kemampuan verbal, numerik, logika, dan analitis |
| Tes Pengetahuan Akademik | Penguasaan pengetahuan sesuai bidang yang ditentukan |
| Tes Psikologi | Aspek psikologis sesuai instrumen yang digunakan |
| Tes Kompetensi Bidang | Pengetahuan dan kemampuan sesuai kebutuhan posisi |
Sebagai contoh, Universitas Ciputra pernah menerbitkan panduan penerimaan mahasiswa yang memuat contoh TPA dengan bagian verbal dan angka. Dokumen tersebut memperlihatkan bahwa jumlah soal serta waktu pengerjaan dapat ditetapkan secara khusus oleh penyelenggara.
Ciputra University
+1
Karena itu, tidak ada satu ketentuan jumlah soal, durasi, atau passing grade yang berlaku untuk seluruh TPA pada 2026. Peserta harus mengikuti pedoman terbaru dari instansi atau perguruan tinggi tujuan.
Tips Mengerjakan Soal TPA agar Lebih Cepat dan Tepat
Keberhasilan mengerjakan soal TPA tidak hanya bergantung pada kemampuan menghitung atau menghafal kosakata. Peserta juga perlu memahami pola pertanyaan dan mengelola waktu dengan baik.
Berikut beberapa hal yang dapat diterapkan saat mengerjakan TPA.
- Kenali pola deret angka. Periksa kemungkinan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, atau selisih bertingkat sebelum memilih jawaban.
- Perhatikan hubungan kata. Dalam soal analogi, cari hubungan yang sama antara pasangan kata, bukan sekadar kata yang memiliki tema serupa.
- Gunakan informasi dalam soal logika. Hindari menarik kesimpulan berdasarkan asumsi pribadi yang tidak disebutkan dalam premis.
- Kerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu. Jika aturan ujian mengizinkan berpindah soal, prioritaskan pertanyaan yang dapat diselesaikan dengan cepat.
- Periksa kembali perhitungan. Kesalahan sederhana dalam persentase, perbandingan, atau rata-rata dapat mengubah jawaban akhir.
Selain itu, peserta dapat mengukur kemampuan dengan mengerjakan 15 contoh soal TPA di atas menggunakan batas waktu latihan sendiri. Hasilnya dapat membantu mengidentifikasi materi yang masih membutuhkan penguatan.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor dengan Strategi Tes TPA Beasiswa S2
Mini FAQ Seputar Contoh Soal TPA
Apa saja materi yang biasanya muncul dalam TPA?
Materi TPA umumnya mencakup kemampuan verbal, numerik, logika, dan penalaran analitis. Beberapa penyelenggara juga menggunakan soal figural atau spasial.
Apakah soal TPA 2026 sama untuk semua seleksi?
Tidak. Materi, jumlah soal, waktu pengerjaan, dan sistem penilaian dapat berbeda sesuai ketentuan masing-masing penyelenggara.
Apakah TPA berisi soal matematika?
Ya. Bagian numerik dapat mencakup aritmetika, deret angka, persentase, perbandingan, dan soal cerita matematika dasar.
Berapa nilai minimal agar lulus TPA?
Tidak ada satu nilai minimal yang berlaku untuk semua TPA. Batas kelulusan ditentukan oleh penyelenggara seleksi masing-masing.
Bagaimana cara meningkatkan kemampuan mengerjakan TPA?
Pelajari pola soal, kerjakan berbagai variasi pertanyaan, evaluasi kesalahan, dan biasakan menyelesaikan soal dengan batas waktu.
Kesimpulan
Mempelajari contoh soal TPA 2026 dapat membantu peserta memahami berbagai bentuk pertanyaan yang menguji kemampuan verbal, numerik, logika, dan penalaran analitis. Kelima belas soal di atas memberikan gambaran tentang cara menyelesaikan pertanyaan dengan memahami pola dan informasi yang tersedia.
Perlu diingat bahwa materi dan ketentuan TPA dapat berbeda pada setiap penyelenggara. Oleh karena itu, gunakan soal latihan sebagai bahan penguatan kemampuan dan tetap periksa pedoman resmi seleksi yang akan diikuti.
Ingin lebih percaya diri menghadapi Tes Potensi Akademik? Tingkatkan kemampuanmu bersama Jagotpa, platform belajar yang membantu kamu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tipe soal TPA, mulai dari verbal, numerik, logika, hingga penalaran analitis. Dengan latihan soal dan pembahasan yang mudah dipahami, kamu bisa mengenali pola soal sekaligus meningkatkan kecepatan dan ketepatan menjawab. Yuk, mulai persiapanmu sekarang melalui Jagotpa


