30 contoh soal TPA Bappenas berikut mencakup kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran yang menjadi bagian dari Tes Potensi Akademik. Setiap soal dilengkapi pilihan jawaban, kunci, serta pembahasan singkat agar pembaca dapat memahami hubungan kata, perhitungan, dan penarikan kesimpulan secara tepat.
Kumpulan soal ini disusun berdasarkan kelompok materi dalam dokumen teknis Tes Potensi Akademik Kementerian PPN/Bappenas. Seluruh soal bersifat ilustratif, bukan soal resmi, bocoran, atau salinan soal ujian Bappenas. Materinya dapat digunakan sebagai gambaran bentuk kemampuan yang diuji, sementara ketentuan tes terbaru tetap mengikuti penyelenggara.
Materi yang Tercakup dalam 30 Contoh Soal TPA Bappenas
sumber gambar- staiku.ac.id-/materi soal tpa bappenas
Tes Potensi Akademik digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir melalui pengolahan informasi bahasa, angka, dan hubungan logis.
Sebagai rujukan resmi, dokumen petunjuk teknis Seleksi Kompetensi Bidang Tambahan (SKBT) TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024 mencantumkan tiga kelompok utama, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran.
Dokumen tersebut juga merinci sejumlah bentuk pertanyaan pada setiap kelompok.
Subtes
Cakupan Materi
Jumlah Soal
Verbal
Kosakata, padanan dan lawan kata, analogi, pemahaman bacaan
10 soal
Kuantitatif
Operasi hitung, deret bilangan, perbandingan, soal cerita
10 soal
Penalaran
Logika formal, analitis, keruangan, dan logika pernyataan
10 soal
Total
Tiga kelompok kemampuan
30 soal
← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →
Catatan:
Pembagian 10 soal pada setiap subtes merupakan susunan contoh soal ilustratif dalam artikel, bukan jumlah soal resmi TPA Bappenas. Struktur dan jumlah soal ujian sebenarnya mengikuti ketentuan penyelenggara.
Pada pelaksanaan SKBT TPA Bappenas tahun 2024, struktur tes terdiri dari 250 soal selama 180 menit. Pembagiannya adalah 90 soal Verbal, 90 Kuantitatif, dan 70 Penalaran.
Namun, struktur tersebut merupakan acuan dokumen tahun 2024, bukan konfirmasi bahwa seluruh sesi TPA Bappenas tahun 2026 menggunakan jumlah soal dan waktu yang sama.
Portal UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas masih memuat jadwal TPA Bappenas secara daring maupun luring pada Oktober 2026. Peserta dapat memeriksa ketentuan sesuai sesi yang dipilih melalui portal jadwal TPA Bappenas.
Arsitek merancang bangunan, sedangkan komposer menciptakan komposisi musik.
Soal 7 – Kosakata
Kata valid dalam konteks data penelitian berarti ….
A. Terkenal
B. Rumit
C. Sah atau dapat diterima
D. Mudah diubah
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. Sah atau dapat diterima
Valid menunjukkan sesuatu yang sah atau memenuhi dasar dan ketentuan yang berlaku.
Soal 8 – Antonim
Lawan kata eksplisit adalah ….
A. Jelas
B. Terbuka
C. Langsung
D. Implisit
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: D. Implisit
Eksplisit berarti dinyatakan secara jelas, sedangkan implisit berarti tersirat.
Soal 9 – Pemahaman Bacaan
Tentukan tujuan utama kebijakan perpustakaan berikut.
Perpustakaan kampus memperpanjang jam operasional selama masa ujian. Kebijakan ini dilakukan agar mahasiswa memiliki lebih banyak waktu untuk mengakses ruang belajar dan koleksi buku.
A. Mengurangi jumlah pengunjung
B. Menambah akses mahasiswa terhadap fasilitas belajar
C. Menghapus layanan peminjaman buku
D. Membatasi penggunaan ruang belajar
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. Menambah akses mahasiswa terhadap fasilitas belajar
Kalimat kedua secara langsung menjelaskan tujuan perpanjangan jam operasional perpustakaan.
Soal 10 – Pemahaman Kesimpulan
Tentukan kesimpulan yang paling tepat dari bacaan.
Sebagian peserta memilih ujian daring karena tidak perlu datang ke lokasi tes. Namun, peserta tetap harus memenuhi persyaratan perangkat dan koneksi internet yang ditetapkan penyelenggara.
A. Semua peserta wajib mengikuti ujian daring
B. Ujian daring tidak memiliki persyaratan teknis
C. Ujian daring memberi kemudahan lokasi tetapi tetap memiliki ketentuan perangkat
D. Peserta ujian daring tidak memerlukan internet
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. Ujian daring memberi kemudahan lokasi tetapi tetap memiliki ketentuan perangkat
Kesimpulan tersebut sesuai dengan kedua informasi dalam bacaan, tanpa menambahkan asumsi baru.
B. Contoh Soal Kuantitatif
Soal 11–20
Soal 11 – Persentase
Berapakah 18% dari 250?
A. 35
B. 40
C. 45
D. 50
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. 45
18% × 250 = (18 ÷ 100) × 250 = 45.
Soal 12 – Pecahan
Nilai 3/4 dari 160 adalah ….
A. 100
B. 110
C. 115
D. 120
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: D. 120
160 ÷ 4 = 40, kemudian 40 × 3 = 120.
Soal 13 – Deret Bilangan
4, 9, 16, 25, 36, ….
A. 42
B. 45
C. 49
D. 54
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. 49
Deret merupakan kuadrat bilangan 2, 3, 4, 5, dan 6. Angka berikutnya adalah 7² = 49.
Soal 14 – Pola Angka
2, 6, 12, 20, 30, ….
A. 38
B. 40
C. 42
D. 44
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. 42
Selisih antarangka adalah 4, 6, 8, dan 10. Selisih berikutnya 12 sehingga 30 + 12 = 42.
Soal 15 – Persamaan Linear
Jika 4x − 9 = 35, nilai x adalah ….
A. 9
B. 10
C. 11
D. 12
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. 11
4x = 35 + 9 = 44 sehingga x = 44 ÷ 4 = 11.
Soal 16 – Rata-Rata
Rata-rata dari 68, 72, 80, dan 92 adalah ….
A. 76
B. 78
C. 80
D. 82
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. 78
Jumlah seluruh nilai adalah 312. Rata-rata = 312 ÷ 4 = 78.
Soal 17 – Perbandingan
Perbandingan peserta laki-laki dan perempuan adalah 4 : 7. Jika total 99 orang, berapa jumlah peserta perempuan?
A. 36
B. 45
C. 54
D. 63
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: D. 63
Total bagian 4 + 7 = 11. Setiap bagian bernilai 99 ÷ 11 = 9. Jumlah perempuan = 7 × 9 = 63.
Soal 18 – Jarak dan Waktu
Kendaraan melaju 72 km/jam selama 2,5 jam. Berapa jarak yang ditempuh?
A. 144 km
B. 162 km
C. 180 km
D. 200 km
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. 180 km
Jarak = kecepatan × waktu = 72 × 2,5 = 180 km.
Soal 19 – Diskon
Sebuah tas seharga Rp240.000 mendapat diskon 15%. Berapa harga setelah diskon?
A. Rp196.000
B. Rp200.000
C. Rp204.000
D. Rp216.000
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. Rp204.000
Diskon = 15% × Rp240.000 = Rp36.000. Harga akhir = Rp240.000 − Rp36.000 = Rp204.000.
Soal 20 – Komparasi Kuantitatif
Diketahui A = 3³ + 5 dan B = 4² + 17. Tentukan hubungan kedua nilai.
A. A lebih besar daripada B
B. A lebih kecil daripada B
C. A sama dengan B
D. Tidak dapat ditentukan
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. A lebih kecil daripada B
A = 27 + 5 = 32. B = 16 + 17 = 33. Jadi, A lebih kecil daripada B.
C. Contoh Soal Penalaran
Soal 21–30
Soal 21 – Logika Formal
Jika kartu akses valid, maka pintu dapat dibuka. Ternyata pintu tidak dapat dibuka. Apa kesimpulannya?
A. Kartu akses valid
B. Kartu akses tidak valid
C. Pintu selalu terkunci
D. Semua kartu tidak valid
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. Kartu akses tidak valid
Bentuk logikanya P → Q dan tidak Q, sehingga tidak P. Kesimpulan mengikuti premis yang diberikan.
Soal 22 – Silogisme
Semua pustakawan teliti. Sebagian relawan adalah pustakawan. Apa kesimpulannya?
A. Semua relawan teliti
B. Tidak ada relawan teliti
C. Sebagian relawan teliti
D. Semua pustakawan adalah relawan
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. Sebagian relawan teliti
Sebagian relawan termasuk pustakawan. Karena semua pustakawan teliti, sebagian relawan pasti teliti.
Soal 23 – Urutan Waktu
Rani tiba sebelum Siska. Siska tiba sebelum Tia. Siapa yang tiba paling akhir?
A. Rani
B. Siska
C. Tia
D. Tidak dapat ditentukan
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. Tia
Urutannya Rani → Siska → Tia. Jadi, Tia tiba paling akhir.
Soal 24 – Penarikan Kesimpulan
Jika hujan turun, halaman menjadi basah. Saat ini halaman terlihat basah. Apa kesimpulannya?
A. Pasti sedang hujan
B. Hujan tidak mungkin turun
C. Semua halaman selalu basah
D. Penyebab halaman basah belum dapat dipastikan
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: D. Penyebab halaman basah belum dapat dipastikan
Halaman basah tidak selalu disebabkan hujan. Bisa terdapat penyebab lain sehingga informasi awal belum cukup untuk memastikan penyebabnya.
Soal 25 – Penalaran Arah
Seseorang menghadap timur. Ia berbelok kiri, kemudian kanan, lalu kanan sekali lagi. Arah akhirnya adalah ….
A. Utara
B. Selatan
C. Timur
D. Barat
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. Selatan
Timur → kiri menjadi utara → kanan menjadi timur → kanan menjadi selatan.
Soal 26 – Penalaran Kalender
Jika hari ini Senin, hari apakah 45 hari kemudian?
A. Rabu
B. Kamis
C. Jumat
D. Sabtu
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. Kamis
45 dibagi 7 menyisakan 3 hari. Tiga hari setelah Senin adalah Kamis.
Soal 27 – Urutan Posisi
Bima berada di sebelah kiri Dina. Sari berada di sebelah kanan Dina. Siapa yang duduk di tengah?
A. Bima
B. Dina
C. Sari
D. Tidak dapat ditentukan
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. Dina
Susunan yang memenuhi kedua kondisi adalah Bima – Dina – Sari.
Soal 28 – Silogisme
Semua peserta kelas A mengikuti seminar. Tidak ada peserta seminar yang datang terlambat. Apa kesimpulannya?
A. Semua peserta kelas A datang terlambat
B. Sebagian peserta kelas A terlambat
C. Tidak ada peserta kelas A yang datang terlambat
D. Semua peserta seminar berasal dari kelas A
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. Tidak ada peserta kelas A yang datang terlambat
Seluruh peserta kelas A mengikuti seminar. Karena tidak ada peserta seminar terlambat, maka tidak ada peserta kelas A yang terlambat.
Soal 29 – Pola Simbol
Perhatikan urutan ▲, ▶, ▼, ◀, ▲, …. Simbol berikutnya adalah ….
A. ▲
B. ▶
C. ▼
D. ◀
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. ▶
Arah segitiga berputar 90 derajat searah jarum jam: atas, kanan, bawah, kiri, lalu kembali ke atas. Simbol berikutnya mengarah ke kanan.
Soal 30 – Logika Pernyataan
Seseorang mendapatkan akses khusus jika dan hanya jika namanya terdaftar. Nama Damar tidak terdaftar. Apa kesimpulannya?
A. Damar mendapatkan akses khusus
B. Damar mungkin sudah mendapatkan akses khusus
C. Semua orang tidak mendapatkan akses
D. Damar tidak mendapatkan akses khusus
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: D. Damar tidak mendapatkan akses khusus
Pernyataan jika dan hanya jika menunjukkan dua kondisi yang saling mensyaratkan. Karena nama Damar tidak terdaftar, ia tidak memenuhi syarat memperoleh akses khusus.
Selesai! Kamu sudah melihat 30 contoh soal TPA Bappenas.
Hitung jumlah jawaban yang benar dari 30 soal untuk mengetahui hasil pengerjaan. Skor ini hanya menggambarkan penguasaan terhadap soal ilustratif dan bukan nilai resmi TPA Bappenas.
Catatan: Semua pertanyaan di bawah dibuat khusus sebagai contoh ilustratif. Soal ini tidak berasal dari naskah ujian resmi dan tidak dapat digunakan untuk memprediksi pertanyaan yang pasti muncul. kondisi yang saling mensyaratkan. Karena nama Damar tidak terdaftar, ia tidak memenuhi syarat memperoleh akses khusus.
Hasil Pengerjaan 30 Soal dan Perbedaannya dengan Skor Resmi
Setelah seluruh pertanyaan dikerjakan, jumlah jawaban benar dapat digunakan untuk melihat penguasaan pada setiap kelompok materi.
Sebagai contoh, jika seseorang menjawab benar 8 soal Verbal, 7 soal Kuantitatif, dan 9 soal Penalaran, total jawabannya adalah 24 dari 30 soal.
Nilai persentasenya adalah:
24 ÷ 30 × 100% = 80%.
Namun, 80% tersebut hanya hasil pengerjaan contoh soal dalam artikel, bukan skor TPA Bappenas resmi.
Skor sertifikat TPA Bappenas diterbitkan berdasarkan mekanisme penilaian penyelenggara. Tidak tersedia rumus konversi publik yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa jumlah jawaban benar tertentu menghasilkan satu nilai sertifikat yang sama pada semua pelaksanaan.
Pembaca dapat memeriksa hasilnya berdasarkan tiga bagian:
Verbal: kesalahan pada makna kata, hubungan kata, atau kesimpulan bacaan.
Kuantitatif: kesalahan pada perhitungan, pola angka, dan penerjemahan soal cerita.
Penalaran: kesalahan pada hubungan premis, urutan, posisi, atau pengambilan kesimpulan.
Pembagian tersebut membantu menunjukkan kelompok kemampuan yang perlu lebih diperhatikan tanpa menyamakan hasil simulasi dengan sertifikat resmi.
Untuk mengikuti pelaksanaan TPA yang sebenarnya, informasi sesi dan penyelenggara dapat diperiksa pada jadwal resmi TPA Bappenas. Jadwal serta ketentuan ujian dapat berubah mengikuti penyelenggara dan lokasi tes.
Materi apa saja yang terdapat dalam 30 contoh soal TPA Bappenas?
Ketiga kelompok materi adalah Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran. Artikel ini menyediakan masing-masing 10 soal, lengkap dengan pilihan jawaban dan pembahasan.
Apakah 30 contoh soal TPA Bappenas ini merupakan soal resmi?
Tidak. Seluruh 30 soal bersifat ilustratif dan dibuat untuk menggambarkan kemampuan yang diuji dalam TPA. Soal tersebut bukan soal resmi, bocoran, atau salinan pertanyaan dari penyelenggara Bappenas.
Berapa jumlah soal TPA Bappenas yang sebenarnya?
Dokumen teknis SKBT TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024 mencantumkan 250 soal, terdiri dari 90 Verbal, 90 Kuantitatif, dan 70 Penalaran. Jumlah tersebut merupakan acuan format tahun 2024, bukan jaminan format seluruh sesi tahun 2026.
Berapa lama waktu pengerjaan TPA Bappenas?
Pada format SKBT TPA Bappenas tahun 2024, waktu yang dialokasikan adalah 180 menit atau tiga jam. Durasi ujian terbaru perlu dipastikan melalui petunjuk penyelenggara sesuai jadwal tes yang diikuti.
Jenis soal apa saja yang termasuk dalam tes verbal?
Kelompok verbal pada dokumen teknis Bappenas meliputi kosakata, padanan dan lawan kata, analogi verbal, serta pemahaman bacaan.
Apa saja jenis soal kuantitatif TPA Bappenas?
Materi kuantitatif meliputi hitung menghitung, deret bilangan, komparasi kuantitatif, dan soal cerita sesuai struktur referensi SKBT TPA Bappenas tahun 2024.
Materi penalaran TPA Bappenas meliputi apa saja?
Bagian penalaran mencakup logika formal, penalaran analitis, penalaran keruangan, dan penalaran logis dalam dokumen teknis resmi yang dijadikan acuan.
Apakah hasil benar 24 dari 30 soal bisa diubah menjadi skor sertifikat?
Tidak secara langsung. Jawaban benar 24 dari 30 soal berarti 80% pada kumpulan soal ini. Angka tersebut bukan skor resmi TPA Bappenas, karena hasil sertifikat mengikuti sistem penilaian penyelenggara.
Apakah skor minimum TPA Bappenas sama untuk semua kampus?
Tidak. Setiap perguruan tinggi atau program studi dapat menetapkan skor minimum yang berbeda sesuai ketentuan penerimaan masing-masing.
Di mana melihat jadwal TPA Bappenas 2026?
Jadwal tes daring dan luring dapat diperiksa melalui portal UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas. Pilih jadwal yang tersedia dan baca ketentuan penyelenggara sebelum mendaftar.
Ringkasan
30 contoh soal TPA Bappenas dalam artikel ini terdiri dari 10 soal Verbal, 10 soal Kuantitatif, dan 10 soal Penalaran. Seluruh pertanyaan dilengkapi kunci jawaban serta pembahasan untuk memperjelas cara memperoleh jawaban yang tepat.
Pembagian materi tersebut mengacu pada tiga subtes dalam dokumen teknis SKBT TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024. Dokumen tersebut mencantumkan format 250 soal selama 180 menit, tetapi tidak dapat dijadikan kepastian jumlah soal untuk semua pelaksanaan tahun 2026.
Kupas Tuntas! Pembahasan Soal SIMAK UI 2026 dan Kunci Jawaban Pembahasan soal SIMAK UI membantu calon mahasiswa memahami penyelesaian soal Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta kemampuan verbal, kuantitatif, dan logika. Pada ujian SIMAK UI 2026, materi yang diujikan berbeda antara jalur Sarjana dan Vokasi dengan Pascasarjana, sehingga contoh pertanyaan perlu disesuaikan dengan jenjang tujuan. Universitas Indonesia telah memublikasikan struktur ujian Sarjana dan Vokasi 2026 serta ketentuan terbaru Pascasarjana Gelombang 3 Tahun Akademik 2026/2027. Artikel ini menyajikan 18 contoh soal ilustratif lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan, disertai informasi jumlah soal, waktu pengerjaan, dan sistem penilaian resmi UI. Materi SIMAK UI 2026 Berdasarkan Jenjang Pendidikan SIMAK UI merupakan seleksi masuk yang diselenggarakan Universitas Indonesia untuk berbagai jenjang pendidikan. Materi yang digunakan tidak selalu sama karena masing-masing jalur memiliki jenis ujian dan tujuan pengukuran kemampuan yang berbeda. Pada seleksi Sarjana dan Vokasi 2026, peserta mengikuti kelompok ujian Kemampuan Dasar dan Skolastik. Sementara itu, ujian Pascasarjana mencakup Pengukuran Kemampuan Akademik (PEKA) dan Bahasa Inggris. Materi Sarjana dan Vokasi SIMAK UI 2026 Berdasarkan pengumuman resmi UI tertanggal 25 Mei 2026, rincian mata ujinya adalah sebagai berikut. Kelompok Ujian Mata Uji Jumlah Soal Waktu Kemampuan Dasar Matematika Dasar 15 20 menit Kemampuan Dasar Bahasa Indonesia 15 20 menit Kemampuan Dasar Bahasa Inggris 15 20 menit Skolastik Verbal 25 15 menit Skolastik Kuantitatif 35 50 menit Skolastik Logika 25 40 menit Total 6 mata uji 130 165 menit ← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom → SIMAK UI Sarjana dan Vokasi 2026 dilaksanakan pada 13–14 Juni 2026. Tanggal tersebut merupakan jadwal yang sudah berlangsung, bukan jadwal ujian baru untuk 2027. Untuk keseluruhan mata uji dalam tabel, aturan skor yang diumumkan UI adalah jawaban benar +4, salah −1, dan tidak dijawab 0. Materi Pascasarjana Gelombang 3 Tahun Akademik 2026/2027 Pada 10 Oktober 2026, UI mengumumkan materi Pascasarjana Gelombang 3 dengan komposisi berikut. Kelompok Ujian Mata Uji Jumlah Soal Waktu PEKA Kemampuan Verbal 40 30 menit PEKA Kemampuan Kuantitatif 35 50 menit PEKA Kemampuan Logika 25 40 menit Bahasa Inggris Structure and Written Expression 40 30 menit Bahasa Inggris Vocabulary and Reading Comprehension 50 60 menit Total 5 mata uji 190 210 menit ← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom → Catatan: Materi SIMAK UI Pascasarjana Gelombang 3 Tahun Akademik 2026/2027 terdiri dari 100 soal PEKA dan 90 soal Bahasa Inggris, dengan total waktu 210 menit. Ketentuan ini berlaku untuk periode ujian yang diumumkan Universitas Indonesia. Penilaian PEKA menggunakan jawaban benar +4, salah −1, dan kosong 0. Sementara itu, pada kelompok Bahasa Inggris, jawaban benar memperoleh +1 dan jawaban salah maupun kosong mendapat 0. Ujian Pascasarjana Gelombang 3 dijadwalkan pada 1 November 2026. UI juga telah menetapkan unduhan Safe Exam Browser mulai 19 Oktober dan simulasi pada 27 Oktober 2026. Dengan memahami perbedaan tersebut, pembaca dapat memilih bagian pembahasan soal sesuai kelompok ujian yang akan diikuti. Baca Juga Wajib Dipahami Peserta! Soal SIMAK UI Kemampuan Dasar Lengkap dengan Jenis Materinya Pembahasan Soal SIMAK UI Kemampuan Dasar dan Jawabannya Bagian ini memuat enam contoh soal yang berkaitan dengan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris pada SIMAK UI Sarjana dan Vokasi. Catatan penting: Seluruh soal dalam artikel merupakan ilustrasi yang disusun untuk menjelaskan konsep. Soal ini bukan naskah resmi, bocoran, atau soal yang diklaim pernah muncul dalam SIMAK UI. 20 Contoh Soal SIMAK UI dan Pembahasan Kumpulan soal mencakup Kemampuan Dasar, Skolastik, serta PEKA dan Bahasa Inggris Pascasarjana. Catatan: Seluruh soal berikut bersifat ilustratif. Soal bukan naskah resmi, bocoran, maupun salinan soal ujian Universitas Indonesia. Klik pertanyaan untuk melihat pilihan jawaban, lalu klik “Lihat Jawaban dan Pembahasan” untuk membaca penyelesaiannya. A. Soal SIMAK UI Kemampuan Dasar Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris | Soal 1–6 Soal 1 – Persamaan Linear Diketahui 5x − 8 = 27. Nilai x adalah …. A. 5 B. 6 C. 7 D. 8 Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. 7 Pindahkan −8 ke ruas kanan sehingga diperoleh 5x = 27 + 8 = 35. x = 35 ÷ 5 = 7. Pemeriksaan: 5(7) − 8 = 35 − 8 = 27. Hasilnya sesuai persamaan awal. Soal 2 – Bangun Datar Sebuah taman berbentuk persegi panjang memiliki panjang 12 meter dan lebar 7 meter. Keliling taman adalah …. A. 19 meter B. 24 meter C. 38 meter D. 84 meter Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. 38 meter Rumus keliling persegi panjang adalah K = 2 × (panjang + lebar). K = 2 × (12 + 7) = 2 × 19 = 38 meter. Angka 84 merupakan hasil perhitungan luas, bukan keliling. Soal 3 – Kalimat Efektif Kalimat yang paling efektif adalah …. A. Para peserta-peserta mengikuti ujian dengan tertib. B. Semua para peserta sedang mengikuti ujian. C. Para peserta mengikuti ujian dengan tertib. D. Peserta semuanya seluruhnya mengikuti ujian dengan tertib. Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. Para peserta mengikuti ujian dengan tertib. Kalimat efektif tidak menggunakan kata berlebihan. Pilihan A memakai dua penanda jamak, yaitu “para” dan “peserta-peserta”. Pilihan B dan D juga mengandung pemborosan kata. Pilihan C paling ringkas, jelas, dan sesuai kaidah bahasa. Soal 4 – Gagasan Utama Bacalah paragraf berikut dan tentukan gagasan utamanya. Penggunaan layanan administrasi akademik secara daring membantu mahasiswa mengurus berbagai kebutuhan tanpa harus mendatangi kantor fakultas. Melalui sistem tersebut, mahasiswa dapat mengajukan dokumen, memantau status permohonan, dan menerima pemberitahuan secara elektronik. A. Mahasiswa tidak lagi membutuhkan fakultas. B. Layanan akademik daring mempermudah pengurusan administrasi mahasiswa. C. Seluruh dokumen kampus harus diterbitkan secara elektronik. D. Kantor fakultas tidak melayani mahasiswa secara langsung. Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: B. Kalimat pertama memuat gagasan utama tentang kemudahan administrasi melalui layanan daring. Kalimat kedua merupakan penjelasan berupa contoh layanan yang tersedia. Soal 5 – Conditional Sentence If she _____ earlier, she would catch the train. A. leaves B. left C. leaving D. has left Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: B. left Kalimat ini menggunakan second conditional untuk menyatakan kondisi hipotetis. Polanya adalah If + simple past, would + base verb. Karena klausa kedua menggunakan “would catch”, kata kerja yang tepat adalah “left”.
30 contoh soal TPA Bappenas berikut mencakup kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran yang menjadi bagian dari Tes Potensi Akademik. Setiap soal dilengkapi pilihan jawaban, kunci, serta pembahasan singkat agar pembaca dapat memahami hubungan kata, perhitungan, dan penarikan kesimpulan secara tepat. Kumpulan soal ini disusun berdasarkan kelompok materi dalam dokumen teknis Tes Potensi Akademik Kementerian PPN/Bappenas. Seluruh soal bersifat ilustratif, bukan soal resmi, bocoran, atau salinan soal ujian Bappenas. Materinya dapat digunakan sebagai gambaran bentuk kemampuan yang diuji, sementara ketentuan tes terbaru tetap mengikuti penyelenggara. Materi yang Tercakup dalam 30 Contoh Soal TPA Bappenas Tes Potensi Akademik digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir melalui pengolahan informasi bahasa, angka, dan hubungan logis. Sebagai rujukan resmi, dokumen petunjuk teknis Seleksi Kompetensi Bidang Tambahan (SKBT) TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024 mencantumkan tiga kelompok utama, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran. Dokumen tersebut juga merinci sejumlah bentuk pertanyaan pada setiap kelompok. Subtes Cakupan Materi Jumlah Soal Verbal Kosakata, padanan dan lawan kata, analogi, pemahaman bacaan 10 soal Kuantitatif Operasi hitung, deret bilangan, perbandingan, soal cerita 10 soal Penalaran Logika formal, analitis, keruangan, dan logika pernyataan 10 soal Total Tiga kelompok kemampuan 30 soal ← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom → Catatan: Pembagian 10 soal pada setiap subtes merupakan susunan contoh soal ilustratif dalam artikel, bukan jumlah soal resmi TPA Bappenas. Struktur dan jumlah soal ujian sebenarnya mengikuti ketentuan penyelenggara. Pada pelaksanaan SKBT TPA Bappenas tahun 2024, struktur tes terdiri dari 250 soal selama 180 menit. Pembagiannya adalah 90 soal Verbal, 90 Kuantitatif, dan 70 Penalaran. Namun, struktur tersebut merupakan acuan dokumen tahun 2024, bukan konfirmasi bahwa seluruh sesi TPA Bappenas tahun 2026 menggunakan jumlah soal dan waktu yang sama. Portal UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas masih memuat jadwal TPA Bappenas secara daring maupun luring pada Oktober 2026. Peserta dapat memeriksa ketentuan sesuai sesi yang dipilih melalui portal jadwal TPA Bappenas. Baca Juga Kumpulan Soal TPA Bappenas untuk Latihan, Cek Jawaban dan Pembahasannya 30 Contoh Soal TPA Bappenas Lengkap dengan Kunci Jawaban Berikut 30 soal yang dibagi menjadi tiga kelompok agar mudah dibaca dan dikerjakan. 30 Contoh Soal TPA Bappenas Terdiri dari 10 soal Verbal, 10 soal Kuantitatif, dan 10 soal Penalaran. Semua soal bersifat ilustratif, bukan soal resmi atau bocoran TPA Bappenas. Klik pertanyaan untuk melihat pilihan jawaban. Klik tombol kunci jawaban untuk membuka pembahasan. A. Contoh Soal Verbal Soal 1–10 Soal 1 – Sinonim Kata presisi memiliki makna yang paling dekat dengan …. A. Ketepatan B. Keraguan C. Kelambatan D. Kerumitan Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: A. Ketepatan Presisi berkaitan dengan ketepatan atau kecermatan suatu ukuran, tindakan, maupun hasil. Soal 2 – Antonim Lawan kata sporadis adalah …. A. Jarang B. Sewaktu-waktu C. Teratur D. Tidak menentu Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. Teratur Sporadis berarti terjadi sesekali atau tidak teratur. Lawan maknanya adalah teratur. Soal 3 – Sinonim Makna kata implikasi yang paling tepat adalah …. A. Penyebab B. Akibat C. Rencana D. Dugaan Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: B. Akibat Implikasi merujuk pada konsekuensi atau akibat yang muncul dari suatu tindakan atau keadaan. Soal 4 – Antonim Lawan kata konvergen adalah …. A. Menyatu B. Mendekat C. Memusat D. Divergen Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: D. Divergen Konvergen berarti menuju satu titik, sedangkan divergen berarti menyebar atau bergerak menjauh. Soal 5 – Analogi Kata Kompas : Arah = Termometer : …. A. Cahaya B. Suhu C. Tekanan D. Kecepatan Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: B. Suhu Kompas digunakan untuk menunjukkan arah, sedangkan termometer digunakan untuk mengukur suhu. Soal 6 – Analogi Profesi Arsitek : Bangunan = Komposer : …. A. Musik B. Panggung C. Penonton D. Mikrofon Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: A. Musik Arsitek merancang bangunan, sedangkan komposer menciptakan komposisi musik. Soal 7 – Kosakata Kata valid dalam konteks data penelitian berarti …. A. Terkenal B. Rumit C. Sah atau dapat diterima D. Mudah diubah Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. Sah atau dapat diterima Valid menunjukkan sesuatu yang sah atau memenuhi dasar dan ketentuan yang berlaku. Soal 8 – Antonim Lawan kata eksplisit adalah …. A. Jelas B. Terbuka C. Langsung D. Implisit Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: D. Implisit Eksplisit berarti dinyatakan secara jelas, sedangkan implisit berarti tersirat. Soal 9 – Pemahaman Bacaan Tentukan tujuan utama kebijakan perpustakaan berikut. Perpustakaan kampus memperpanjang jam operasional selama masa ujian. Kebijakan ini dilakukan agar mahasiswa memiliki lebih banyak waktu untuk mengakses ruang belajar dan koleksi buku. A. Mengurangi jumlah pengunjung B. Menambah akses mahasiswa terhadap fasilitas belajar C. Menghapus layanan peminjaman buku D. Membatasi penggunaan ruang belajar Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: B. Menambah akses mahasiswa terhadap fasilitas belajar Kalimat kedua secara langsung menjelaskan tujuan perpanjangan jam operasional perpustakaan. Soal 10 – Pemahaman Kesimpulan Tentukan kesimpulan yang paling tepat dari bacaan. Sebagian peserta memilih ujian daring karena tidak perlu datang ke lokasi tes. Namun, peserta tetap harus memenuhi persyaratan perangkat dan koneksi internet yang ditetapkan penyelenggara. A. Semua peserta wajib mengikuti ujian daring B. Ujian daring tidak memiliki persyaratan teknis C. Ujian daring memberi kemudahan lokasi tetapi tetap memiliki ketentuan perangkat D. Peserta ujian daring tidak memerlukan internet Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. Ujian daring memberi kemudahan lokasi tetapi tetap memiliki ketentuan perangkat Kesimpulan tersebut sesuai dengan kedua informasi dalam bacaan, tanpa menambahkan asumsi baru. B. Contoh Soal Kuantitatif Soal 11–20 Soal 11 – Persentase Berapakah 18% dari 250? A. 35 B. 40 C. 45 D. 50 Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. 45 18% × 250 = (18 ÷ 100) × 250 = 45. Soal 12 – Pecahan Nilai 3/4 dari 160 adalah …. A. 100 B. 110 C. 115 D. 120 Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: D. 120 160 ÷ 4 = 40, kemudian 40 × 3 = 120. Soal 13 – Deret Bilangan 4, 9, 16, 25, 36, …. A. 42 B. 45 C. 49 D. 54 Lihat Jawaban dan Pembahasan Jawaban: C. 49 Deret merupakan kuadrat bilangan 2, 3, 4, 5, dan 6. Angka berikutnya adalah 7² = 49. Soal 14 – Pola Angka 2, 6, 12, 20, 30, …. A. 38 B. 40 C. 42
Contoh soal TPA menjadi salah satu materi yang banyak dicari oleh peserta seleksi masuk perguruan tinggi, beasiswa, maupun rekrutmen kerja. Tes Potensi Akademik (TPA) digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir melalui soal verbal, numerik, logika, dan penalaran analitis. Pada 2026, materi TPA tetap relevan sebagai bahan persiapan berbagai seleksi akademik dan profesional. Namun, bentuk soal dan ketentuan ujian dapat berbeda pada setiap penyelenggara. Berikut 15 contoh soal TPA beserta kunci jawaban dan pembahasannya yang dapat digunakan sebagai bahan belajar. Materi Tes Potensi Akademik yang Perlu Dipahami Tes Potensi Akademik merupakan tes yang dirancang untuk menilai kemampuan kognitif seseorang, terutama dalam memahami informasi, mengolah angka, mengenali hubungan, dan menarik kesimpulan berdasarkan penalaran. Berdasarkan materi pengenalan TPA yang diterbitkan Universitas Negeri Surabaya serta contoh soal dari perguruan tinggi, terdapat beberapa kelompok kemampuan yang umum digunakan dalam tes ini. s1pbing.fbs.unesa.ac.id +1 Jenis Tes Materi yang Diujikan Verbal Sinonim, antonim, analogi kata, pemahaman bacaan Numerik Deret angka, aritmetika, persentase, perbandingan Logika Silogisme, hubungan pernyataan, penarikan kesimpulan Analitis Urutan, pengelompokan, hubungan antarobjek Figural Pola gambar, rotasi, hubungan bentuk jika disertakan penyelenggara Tidak semua penyelenggara menggunakan kelima kelompok tersebut. Oleh karena itu, peserta perlu memeriksa informasi resmi dari lembaga yang menyelenggarakan seleksi. 15 Contoh Soal TPA 2026 dan Pembahasannya Berikut kumpulan soal latihan yang disusun berdasarkan tipe kemampuan yang umum dijumpai dalam Tes Potensi Akademik. Seluruh soal merupakan contoh latihan, bukan soal resmi atau bocoran ujian 2026. Contoh Soal TPA Verbal Soal 1 – Sinonim Kata “KONKRET” memiliki persamaan makna dengan …. A. Abstrak B. Nyata C. Rumit D. Sementara E. Tersembunyi Jawaban: B. Nyata Pembahasan: Konkret berarti nyata, berwujud, atau dapat diamati secara langsung. Sementara itu, abstrak memiliki makna yang berlawanan dengan konkret. Soal 2 – Antonim Lawan kata dari “OPTIMISTIS” adalah …. A. Percaya diri B. Bersemangat C. Pesimistis D. Berani E. Yakin Jawaban: C. Pesimistis Pembahasan: Optimistis menunjukkan sikap penuh harapan atau keyakinan terhadap hasil yang baik. Sebaliknya, pesimistis menunjukkan kecenderungan memandang sesuatu secara negatif. Soal 3 – Analogi Kata Dokter : Rumah Sakit = Guru : …. A. Buku B. Sekolah C. Murid D. Pelajaran E. Perpustakaan Jawaban: B. Sekolah Pembahasan: Hubungan kedua kata menunjukkan profesi dan tempat bekerja. Dokter bekerja di rumah sakit, sedangkan guru bekerja di sekolah. Soal 4 – Hubungan Kata Padi : Beras = Gandum : …. A. Roti B. Tepung C. Sawah D. Jagung E. Tanah Jawaban: B. Tepung Pembahasan: Padi diolah menjadi beras, sedangkan gandum dapat diolah menjadi tepung. Hubungan yang digunakan adalah bahan mentah dengan hasil pengolahan awalnya. Contoh Soal TPA Numerik Soal 5 – Deret Angka Perhatikan deret berikut: 3, 6, 12, 24, 48, …. A. 72 B. 84 C. 90 D. 96 E. 108 Jawaban: D. 96 Pembahasan: Setiap bilangan diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan 2. 3 × 2 = 6 6 × 2 = 12 12 × 2 = 24 24 × 2 = 48 48 × 2 = 96 Jadi, angka berikutnya adalah 96. Soal 6 – Deret Bertingkat Tentukan angka berikutnya dari deret: 2, 5, 10, 17, 26, …. A. 35 B. 36 C. 37 D. 38 E. 39 Jawaban: C. 37 Pembahasan: Selisih antarbilangan membentuk pola bilangan ganjil berurutan. 2 + 3 = 5 5 + 5 = 10 10 + 7 = 17 17 + 9 = 26 26 + 11 = 37 Soal 7 – Persentase Sebuah barang memiliki harga Rp250.000. Jika mendapat diskon 20%, berapa harga yang harus dibayar? A. Rp175.000 B. Rp190.000 C. Rp200.000 D. Rp210.000 E. Rp225.000 Jawaban: C. Rp200.000 Pembahasan: Diskon = 20% × Rp250.000 = Rp50.000. Harga akhir = Rp250.000 − Rp50.000 = Rp200.000. Soal 8 – Perbandingan Perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan dalam suatu kelas adalah 3 : 5. Jika jumlah seluruh siswa 40 orang, berapa jumlah siswa perempuan? A. 15 B. 20 C. 24 D. 25 E. 30 Jawaban: D. 25 Pembahasan: Jumlah bagian = 3 + 5 = 8. Jumlah siswa perempuan = 5/8 × 40 = 25 orang. Soal 9 – Rata-Rata Nilai lima siswa adalah 70, 80, 75, 85, dan 90. Berapakah rata-rata nilai tersebut? A. 75 B. 78 C. 80 D. 82 E. 85 Jawaban: C. 80 Pembahasan: Jumlah nilai = 70 + 80 + 75 + 85 + 90 = 400. Rata-rata = 400 ÷ 5 = 80. Baca juga: Cara Efektif Persiapan dan Strategi Tes TPA S2 PDF Contoh Soal TPA Logika Soal 10 – Silogisme Perhatikan pernyataan berikut: Kesimpulan yang tepat adalah …. A. Semua dokter bekerja di rumah sakit B. Sebagian dokter pasti bekerja di rumah sakit C. Semua tenaga kesehatan adalah dokter D. Tidak dapat dipastikan apakah dokter bekerja di rumah sakit E. Tidak ada dokter yang bekerja di rumah sakit Jawaban: D. Tidak dapat dipastikan apakah dokter bekerja di rumah sakit Pembahasan: Kedua pernyataan tidak menjelaskan hubungan langsung antara dokter dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit. Karena itu, kesimpulan tersebut tidak dapat dipastikan. Soal 11 – Penalaran Logis Jika hujan turun, maka jalan menjadi basah. Hari ini jalan tidak basah. Kesimpulan yang tepat adalah …. A. Hari ini pasti hujan B. Hari ini tidak hujan C. Jalan selalu kering D. Hujan tidak memengaruhi jalan E. Tidak ada kesimpulan Jawaban: B. Hari ini tidak hujan Pembahasan: Berdasarkan premis yang diberikan, hujan selalu menyebabkan jalan basah. Karena jalan tidak basah, dapat disimpulkan bahwa hujan tidak turun. Pola penalaran ini disebut modus tollens. Soal 12 – Kesimpulan Pernyataan Semua peserta yang lulus seleksi administrasi berhak mengikuti tes berikutnya. Rina dinyatakan lulus seleksi administrasi. Kesimpulan yang benar adalah …. A. Rina pasti diterima bekerja B. Rina tidak perlu mengikuti tes C. Rina berhak mengikuti tes berikutnya D. Rina memperoleh nilai tertinggi E. Rina langsung mengikuti wawancara akhir Jawaban: C. Rina berhak mengikuti tes berikutnya Pembahasan: Berdasarkan premis, setiap peserta yang lulus administrasi berhak mengikuti tes berikutnya. Karena Rina memenuhi syarat tersebut, kesimpulan C benar. Contoh Soal TPA Penalaran Analitis Soal 13 – Urutan Posisi Lima siswa, yaitu Andi, Budi, Citra, Deni, dan Eka, berdiri dalam satu barisan. Diketahui: Siapakah yang berada di posisi ketiga? A. Andi B. Budi C. Citra
Fungsi sertifikat TPA Bappenas tidak terbatas pada persyaratan masuk program magister. Dokumen hasil Tes Potensi Akademik ini juga dapat digunakan untuk pendaftaran program doktor, pendidikan profesi tertentu, hingga kebutuhan seleksi beasiswa dan pekerjaan apabila lembaga penyelenggara menerimanya. Pada 2026, sejumlah perguruan tinggi seperti ITB dan UGM masih mencantumkan TPA Bappenas sebagai salah satu sertifikat kemampuan akademik yang diakui. Namun, setiap program memiliki ketentuan berbeda mengenai skor minimal, masa berlaku, dan mekanisme pengumpulan hasil tes. Berikut rincian kegunaan sertifikat TPA Bappenas berdasarkan informasi resmi yang berlaku. Fungsi Sertifikat TPA Bappenas untuk Pendaftaran S2 dan S3 Salah satu penggunaan utama sertifikat TPA Bappenas adalah sebagai bukti hasil pengukuran potensi akademik dalam seleksi pendidikan pascasarjana. Tes ini digunakan untuk menilai kemampuan intelektual umum yang berkaitan dengan pemahaman verbal, kemampuan kuantitatif, dan penalaran. Bagi perguruan tinggi, hasil TPA dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menilai potensi calon mahasiswa dalam mengikuti pendidikan lanjutan. Persyaratan Masuk Program Magister Pada jenjang S2, sertifikat TPA Bappenas digunakan sebagai dokumen seleksi akademik oleh sejumlah universitas. Contohnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada penerimaan program magister untuk semester genap Tahun Akademik 2026/2027 menerima hasil TPA Bappenas sebagai alternatif UPDA ITB. Persyaratan umumnya mencantumkan skor minimal 475, meskipun program studi tertentu dapat menetapkan nilai yang lebih tinggi. Sementara itu, Program Magister Manajemen Agribisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima TPA Bappenas dengan skor minimal 450 untuk penerimaan semester genap Tahun Akademik 2026/2027. Dari kedua contoh tersebut, sertifikat TPA Bappenas dapat berfungsi sebagai: Namun, sertifikat TPA Bappenas bukan pengganti seluruh persyaratan pendaftaran S2. Universitas tetap dapat meminta ijazah, transkrip, kemampuan Bahasa Inggris, rekomendasi, dan dokumen lain. Persyaratan Masuk Program Doktor Sertifikat TPA Bappenas juga digunakan pada sejumlah penerimaan jenjang S3. Contohnya, penerimaan Program Doktor Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Tahun Akademik 2026/2027 mencantumkan sertifikat TPA dengan skor lebih dari 500 serta masa berlaku maksimal dua tahun. ITB juga memasukkan TPA Bappenas sebagai salah satu sertifikat yang diterima untuk membuktikan kemampuan akademik pada pendaftaran program doktor, dengan ketentuan lebih lanjut sesuai program studi. Hal ini menunjukkan bahwa hasil TPA Bappenas dapat digunakan pada jenjang magister maupun doktor, tetapi tidak ada satu skor kelulusan yang berlaku untuk seluruh universitas. Baca Juga Daftar S2 Apakah Perlu Sertifikat TPA Bappenas? Ini Dia Faktanya! Kegunaan Sertifikat TPA Bappenas untuk Beasiswa dan Seleksi Kerja Selain digunakan dalam pendaftaran pascasarjana, TPA memiliki riwayat penggunaan dalam seleksi penerima beasiswa dan pengembangan sumber daya manusia. Publikasi resmi Bappenas dalam Simpul Perencana menjelaskan bahwa TPA awalnya digunakan untuk membantu menyeleksi calon penerima beasiswa pendidikan S2 dan S3. Seiring perkembangannya, penggunaan TPA juga meluas ke lembaga pemerintah dan swasta untuk kebutuhan seleksi maupun promosi pegawai. Namun, terdapat perbedaan penting antara penggunaan tes TPA sebagai alat seleksi dan penerimaan sertifikat TPA Bappenas yang sudah dimiliki peserta. Dokumen Pendukung Seleksi Beasiswa Sertifikat TPA Bappenas dapat digunakan ketika program beasiswa mencantumkannya sebagai dokumen yang diterima. Fungsinya dapat berupa: Meski demikian, tidak semua penyelenggara beasiswa menerima sertifikat TPA yang telah diterbitkan sebelumnya. Sebagai contoh, Pusbindiklatren Bappenas pada seleksi Beasiswa Bappenas Tahun 2025 menyelenggarakan tahapan TPA dan TOEFL tersendiri bagi peserta yang dipanggil mengikuti seleksi. Dengan demikian, memiliki sertifikat TPA Bappenas tidak otomatis membebaskan peserta dari tes yang diwajibkan oleh program beasiswa. Dokumen Pendukung Rekrutmen dan Pengembangan Karier TPA juga memiliki peran dalam proses penilaian potensi intelektual calon pegawai. Dalam publikasi Bappenas, penggunaan TPA pernah mencakup seleksi calon pegawai dan promosi jabatan di sejumlah lembaga pemerintah maupun swasta. Untuk rekrutmen, skor TPA dapat menjadi salah satu indikator kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah apabila instansi menggunakannya. Namun, sertifikat TPA Bappenas tidak otomatis berlaku untuk semua lowongan kerja, seleksi BUMN, atau penerimaan ASN. Sebagai contoh, Kementerian PPN/Bappenas pernah mengadakan Tes Potensi Akademik sebagai bagian dari Seleksi Kompetensi Bidang Tambahan CPNS 2024. Dalam konteks tersebut, TPA dilaksanakan sebagai tahapan seleksi khusus, bukan berarti pelamar dapat menggantinya dengan sertifikat pribadi. Karena itu, peserta harus memeriksa secara langsung jenis tes dan dokumen yang diizinkan oleh instansi tujuan. Baca Juga Persiapan Tepat Agar Sertifikat TPA Meningkatkan Peluang Seleksi Contoh Kampus yang Menerima Sertifikat TPA Bappenas pada 2026 Beberapa perguruan tinggi telah mencantumkan penggunaan sertifikat TPA Bappenas secara jelas dalam persyaratan penerimaannya. Ketentuan tersebut penting karena menunjukkan bahwa fungsi sertifikat tidak hanya bersifat umum, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pendaftaran program tertentu. Daftar Program dan Ketentuan Skor Berikut contoh persyaratan resmi yang dipublikasikan untuk penerimaan tahun akademik 2026/2027. Perguruan Tinggi Program Ketentuan TPA Institut Teknologi Bandung Program Magister Minimal 475, dapat lebih tinggi sesuai prodi Universitas Gadjah Mada Magister Manajemen Agribisnis Minimal 450 Universitas Gadjah Mada Magister Psikologi Minimal 450 Universitas Katolik Parahyangan Program Doktor Lebih dari 500 Universitas Riau PPDS Fakultas Kedokteran Minimal 450 Catatan: Tabel tersebut menunjukkan contoh program yang menerima TPA Bappenas, bukan ketentuan yang berlaku untuk semua jurusan pada masing-masing universitas. Sebagai ilustrasi perbedaan persyaratan, peserta dengan skor 460 dapat memenuhi ketentuan nilai TPA pada Magister Manajemen Agribisnis UGM, tetapi belum memenuhi batas umum 475 pada Program Magister ITB. Contoh tersebut hanya membandingkan skor minimum yang diumumkan. Pemenuhan skor TPA tidak menjamin kelulusan seleksi karena terdapat persyaratan serta tahapan penilaian lainnya. Sertifikat yang Diterima Harus Sesuai Ketentuan Kampus Meskipun dua kampus menerima TPA Bappenas, mekanisme penggunaan sertifikat dapat berbeda. ITB, misalnya, menetapkan bahwa sertifikat resmi TPA harus dikirim langsung oleh lembaga penyelenggara ke alamat email penerimaan pascasarjana ITB. Artinya, calon mahasiswa tidak selalu cukup hanya mengunggah foto atau salinan sertifikat secara mandiri. Sementara itu, universitas lain dapat meminta unggahan dokumen melalui portal pendaftaran. Peserta perlu memperhatikan tiga hal utama: Informasi penerimaan terbaru dapat diperiksa melalui ITB Admission dan UGM Admissions. Masa Berlaku Sertifikat TPA Bappenas dan Ketentuan Penggunaannya Manfaat sertifikat TPA Bappenas juga bergantung pada masa berlaku yang diterima oleh lembaga tujuan. Pada berbagai program pascasarjana, batas maksimal dua tahun menjadi ketentuan yang umum ditemukan. Namun, peserta tidak sebaiknya menganggap bahwa semua lembaga menggunakan masa berlaku yang sama. Ketentuan Masa Berlaku pada Penerimaan 2026 Contoh ketentuan dari lembaga pendidikan menunjukkan adanya perbedaan aturan. Program Ketentuan Masa Berlaku Program Magister ITB Maksimal 2 tahun sejak tanggal tes hingga awal perkuliahan Magister Manajemen Agribisnis UGM Maksimal 2 tahun Program Doktor UNPAR Maksimal 2