Materi TPA Bappenas Apa Saja? Cek Verbal, Kuantitatif, Penalaran, dan Jumlah Soalnya

materi tpa bappenas apa saja

Bagi peserta yang akan mengikuti Tes Potensi Akademik, mengetahui materi TPA Bappenas apa saja menjadi salah satu hal penting sebelum mulai berlatih. Tes ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga menguji kemampuan memahami bahasa, mengolah informasi, mengenali pola, serta menarik kesimpulan secara logis.

Dalam format TPA Bappenas yang pernah digunakan, materi tes dikelompokkan menjadi tiga bagian utama, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran. Masing-masing bagian memiliki beberapa kelompok soal dengan karakter dan kemampuan yang diukur berbeda.

Materi TPA Bappenas Apa Saja?

Secara umum, materi TPA Bappenas dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, yaitu:

  • Verbal
  • Kuantitatif
  • Penalaran

Pada format referensi TPA Bappenas, ketiga bagian tersebut kembali dibagi menjadi beberapa jenis soal.

Materi Verbal

Kelompok verbal mencakup:

  • kosakata;
  • padanan atau lawan kata;
  • analogi verbal;
  • dan pemahaman.

Bagian ini mengukur kemampuan peserta dalam memahami arti kata, hubungan antarkata, serta informasi dalam sebuah bacaan.

Materi Kuantitatif

Kelompok kuantitatif mencakup:

  • hitung-menghitung;
  • deretan bilangan;
  • komparasi kuantitatif;
  • dan soal cerita.

Pada bagian ini, peserta perlu memahami angka sekaligus menemukan hubungan atau pola yang terdapat dalam persoalan.

Materi Penalaran

Kelompok penalaran mencakup:

  • logika formal;
  • penalaran analitis;
  • penalaran keruangan;
  • dan penalaran logis.

Bagian penalaran lebih menekankan kemampuan menghubungkan sejumlah informasi sebelum menentukan kesimpulan yang tepat.

Baca juga: Tes TPA Bappenas Apa Saja? Ini Materi, Jumlah Soal, dan Contohnya

Materi Verbal TPA Bappenas

Materi verbal tidak sekadar menguji seberapa banyak kosakata yang dikuasai peserta. Bagian ini juga menilai kemampuan memahami hubungan bahasa dan menangkap informasi secara tepat.

Kosakata

Pada kelompok kosakata, peserta perlu memahami arti suatu kata dan memilih pilihan jawaban yang paling sesuai.

Kosakata yang muncul dapat berupa kata yang sering digunakan maupun istilah yang lebih jarang ditemukan dalam percakapan sehari-hari.

Karena itu, semakin luas pemahaman kosakata, semakin mudah peserta memahami pertanyaan pada bagian ini.

Padanan dan Lawan Kata

Padanan kata mengharuskan peserta menemukan kata dengan arti paling dekat, sedangkan lawan kata meminta peserta menentukan kata dengan makna berlawanan.

Contohnya:

Efisien = Hemat

Sedangkan:

Optimistis ≠ Pesimistis

Pilihan jawaban biasanya dibuat cukup mirip sehingga ketelitian tetap diperlukan.

Analogi Verbal

Soal analogi menilai kemampuan menemukan hubungan antara dua kata.

Misalnya:

Dokter : Pasien = Guru : Murid

Hubungan pada contoh tersebut adalah profesi dengan pihak yang dilayani atau dibimbing.

Peserta perlu memahami jenis hubungan terlebih dahulu sebelum mencari pasangan yang paling sesuai.

Pemahaman

Pada bagian pemahaman, peserta dapat diberikan teks atau informasi tertentu kemudian diminta menjawab pertanyaan berdasarkan isi bacaan.

Pertanyaan dapat berkaitan dengan:

  • gagasan utama;
  • informasi tertentu;
  • kesimpulan;
  • hubungan antarpernyataan;
  • atau makna sebuah kalimat.

Karena itu, kemampuan membaca cepat tetap perlu diimbangi dengan ketelitian.

Materi Kuantitatif TPA Bappenas

Bagian kuantitatif sering dianggap identik dengan matematika. Namun, materi yang diuji tidak hanya mengenai kemampuan menghitung, tetapi juga memahami hubungan angka dan menerapkan logika kuantitatif.

Hitung-Menghitung

Materi ini dapat mencakup operasi matematika dasar seperti:

  • penjumlahan;
  • pengurangan;
  • perkalian;
  • pembagian;
  • pecahan;
  • persentase;
  • dan rasio.

Peserta perlu memahami konsep dasarnya agar dapat menyelesaikan pertanyaan dengan cepat.

Deretan Bilangan

Soal deret angka meminta peserta menemukan pola yang menghubungkan sejumlah angka.

Contoh:

2, 4, 8, 16, …

Pola tersebut menggunakan perkalian dua sehingga angka berikutnya adalah 32.

Pada soal yang lebih kompleks, pola dapat menggunakan kombinasi beberapa operasi.

Komparasi Kuantitatif

Komparasi kuantitatif menguji kemampuan membandingkan dua nilai atau informasi numerik.

Peserta perlu menentukan apakah salah satu nilai lebih besar, lebih kecil, sama, atau tidak dapat ditentukan berdasarkan informasi yang tersedia.

Soal Cerita

Soal cerita menyajikan persoalan numerik dalam bentuk situasi tertentu.

Peserta perlu memahami informasi yang relevan terlebih dahulu sebelum menentukan operasi hitung yang digunakan.

Kesalahan pada bagian ini sering terjadi bukan karena perhitungannya sulit, melainkan karena salah memahami informasi dalam soal.

Baca juga: Kumpulan Soal TPA Bappenas untuk Latihan, Cek Jawaban dan Pembahasannya

Materi Penalaran TPA Bappenas

Bagian penalaran menguji kemampuan peserta menggunakan sejumlah informasi untuk menentukan hubungan dan kesimpulan secara logis.

Logika Formal

Logika formal biasanya menghadirkan sejumlah premis kemudian meminta peserta menentukan kesimpulan yang benar.

Contohnya:

Semua pegawai Divisi A mengikuti pelatihan.
Rina adalah pegawai Divisi A.

Kesimpulannya adalah:

Rina mengikuti pelatihan.

Peserta tidak perlu menambahkan asumsi dari luar soal.

Penalaran Analitis

Pada soal analitis, peserta dapat diberikan beberapa aturan atau kondisi yang saling berkaitan.

Misalnya, lima orang harus ditempatkan dalam urutan tertentu berdasarkan beberapa ketentuan.

Peserta kemudian perlu menentukan susunan yang memenuhi seluruh aturan tersebut.

Penalaran Keruangan

Penalaran keruangan berkaitan dengan kemampuan memahami posisi, arah, bentuk, atau hubungan objek dalam ruang.

Pertanyaannya dapat berupa:

  • rotasi bentuk;
  • perubahan posisi;
  • hubungan antarobjek;
  • dan pola spasial.

Penalaran Logis

Penalaran logis menguji kemampuan menentukan kesimpulan berdasarkan hubungan informasi yang diberikan.

Pada bagian ini, peserta perlu membedakan kesimpulan yang benar-benar dapat dibuktikan dari premis dengan kesimpulan yang hanya terlihat masuk akal.

Gambaran Jumlah Soal TPA Bappenas

Sebagai referensi, format SKBT TPA Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024 mencantumkan pembagian soal sebagai berikut:

Bagian Kelompok Soal Jumlah Soal
Verbal Kosakata 25
Verbal Padanan/Lawan Kata 25
Verbal Analogi Verbal 25
Verbal Pemahaman 15
Total Verbal 90
Kuantitatif Hitung-Menghitung 25
Kuantitatif Deretan Bilangan 25
Kuantitatif Komparasi Kuantitatif 25
Kuantitatif Soal Cerita 15
Total Kuantitatif 90
Penalaran Logika Formal 15
Penalaran Penalaran Analitis 15
Penalaran Penalaran Keruangan 15
Penalaran Penalaran Logis 25
Total Penalaran 70
TOTAL KESELURUHAN 250 Soal
Catatan: Pembagian 250 soal di atas mengacu pada format SKBT TPA Bappenas 2024 sebagai gambaran. Pada format tersebut, Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran masing-masing memiliki waktu pengerjaan 60 menit sehingga total durasinya 180 menit. Jumlah soal, durasi, dan ketentuan pada pelaksanaan terbaru dapat berubah, sehingga peserta tetap perlu memeriksa informasi resmi penyelenggara.

Pada format tersebut, masing-masing subtes memiliki waktu pengerjaan 60 menit sehingga keseluruhan waktu tes mencapai 180 menit.

Namun, jumlah soal dan durasi tersebut berasal dari format SKBT TPA Bappenas 2024 sehingga tidak sebaiknya dianggap otomatis sama untuk seluruh penyelenggaraan terbaru. Peserta tetap perlu melihat ketentuan pada sesi tes yang akan diikuti.

Apakah TPA Bappenas Dilakukan Online?

TPA Bappenas juga dapat diselenggarakan secara online. Portal penyelenggara Bappenas masih mencantumkan sesi TPA Bappenas Online yang dapat dikerjakan dari lokasi masing-masing peserta.

Ketentuan teknis dapat berbeda pada setiap periode, sehingga peserta perlu mengecek informasi mengenai:

  • jadwal tes;
  • perangkat yang digunakan;
  • koneksi internet;
  • prosedur registrasi;
  • serta tata tertib pelaksanaan.

Jangan hanya mengandalkan ketentuan dari periode sebelumnya karena sistem penyelenggaraan dapat diperbarui.

Contoh Soal TPA Bappenas

No. Materi Contoh Soal Pilihan Jawaban Jawaban & Pembahasan
1 Verbal – Sinonim Sinonim kata “Akurat” adalah … A. Samar
B. Tepat
C. Lambat
D. Rumit
Jawaban: B. Tepat

Akurat berarti tepat atau sesuai dengan keadaan sebenarnya.
2 Verbal – Antonim Antonim kata “Progresif” adalah … A. Maju
B. Modern
C. Konservatif
D. Aktif
Jawaban: C. Konservatif

Progresif berkaitan dengan kemajuan, sedangkan konservatif cenderung mempertahankan keadaan lama.
3 Verbal – Analogi Padi : Beras = Gandum : … A. Tepung
B. Sawah
C. Roti
D. Tanaman
Jawaban: A. Tepung

Beras merupakan hasil pengolahan padi, sedangkan tepung merupakan hasil pengolahan gandum.
4 Verbal – Sinonim Sinonim kata “Esensial” adalah … A. Pokok
B. Tambahan
C. Ringan
D. Sementara
Jawaban: A. Pokok

Esensial berarti penting, mendasar, atau bersifat pokok.
5 Verbal – Antonim Antonim kata “Stabil” adalah … A. Tetap
B. Seimbang
C. Labil
D. Mantap
Jawaban: C. Labil

Stabil berarti tidak mudah berubah, sedangkan labil berarti mudah berubah.
6 Verbal – Analogi Kunci : Pintu = Password : … A. Akun
B. Keyboard
C. Internet
D. Komputer
Jawaban: A. Akun

Kunci digunakan untuk membuka pintu, sedangkan password digunakan untuk mengakses akun.
7 Verbal – Pemahaman “Produktivitas meningkat ketika pekerjaan dilakukan dengan perencanaan yang baik dan pembagian tugas yang jelas.”

Kesimpulan yang paling tepat adalah …
A. Produktivitas tidak dipengaruhi perencanaan
B. Pembagian tugas dapat mendukung produktivitas
C. Semua pekerjaan harus dilakukan sendiri
D. Perencanaan menghambat pekerjaan
Jawaban: B.

Teks menyatakan bahwa pembagian tugas yang jelas menjadi salah satu faktor peningkatan produktivitas.
8 Kuantitatif – Deret Bilangan 5, 9, 13, 17, 21, … A. 23
B. 24
C. 25
D. 26
Jawaban: C. 25

Polanya bertambah 4 pada setiap angka.
9 Kuantitatif – Deret Bilangan 2, 6, 12, 20, 30, … A. 36
B. 40
C. 42
D. 44
Jawaban: C. 42

Selisihnya adalah +4, +6, +8, +10, sehingga berikutnya +12.
10 Kuantitatif – Perbandingan Perbandingan jumlah peserta pria dan wanita adalah 3 : 5. Jika total peserta 64 orang, jumlah peserta pria adalah … A. 18
B. 20
C. 24
D. 40
Jawaban: C. 24

Total bagian = 8. Jumlah pria = 3/8 × 64 = 24.
11 Kuantitatif – Persentase Barang seharga Rp250.000 mendapat diskon 20%. Harga setelah diskon adalah … A. Rp180.000
B. Rp190.000
C. Rp200.000
D. Rp210.000
Jawaban: C. Rp200.000

Diskon = 20% × Rp250.000 = Rp50.000. Harga akhir = Rp200.000.
12 Kuantitatif – Aritmatika 48 ÷ 6 × 4 = … A. 24
B. 28
C. 32
D. 36
Jawaban: C. 32

48 ÷ 6 = 8, kemudian 8 × 4 = 32.
13 Kuantitatif – Soal Cerita Lima buku berharga Rp75.000. Jika harga tiap buku sama, berapa harga 8 buku? A. Rp100.000
B. Rp110.000
C. Rp120.000
D. Rp125.000
Jawaban: C. Rp120.000

Satu buku = Rp75.000 ÷ 5 = Rp15.000. Delapan buku = Rp120.000.
14 Kuantitatif – Komparasi Jika X = 4² dan Y = 2 × 8, hubungan X dan Y adalah … A. X > Y
B. X < Y
C. X = Y
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: C. X = Y

X = 16 dan Y = 16.
15 Penalaran – Logika Formal Semua pegawai Divisi A mengikuti pelatihan.
Rina adalah pegawai Divisi A.

Kesimpulan yang benar adalah …
A. Rina tidak mengikuti pelatihan
B. Rina mengikuti pelatihan
C. Rina bukan pegawai
D. Tidak dapat disimpulkan
Jawaban: B.

Karena semua pegawai Divisi A mengikuti pelatihan dan Rina termasuk di dalamnya.
16 Penalaran – Silogisme Semua peneliti membaca jurnal.
Sebagian dosen adalah peneliti.

Kesimpulan yang benar adalah …
A. Semua dosen membaca jurnal
B. Sebagian dosen membaca jurnal
C. Tidak ada dosen membaca jurnal
D. Semua peneliti adalah dosen
Jawaban: B.

Sebagian dosen merupakan peneliti, sedangkan seluruh peneliti membaca jurnal.
17 Penalaran – Analitis Andi lebih tinggi dari Budi. Budi lebih tinggi dari Citra. Siapa yang paling pendek? A. Andi
B. Budi
C. Citra
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: C. Citra

Urutannya adalah Andi > Budi > Citra.
18 Penalaran – Logika Tidak ada burung yang merupakan mamalia. Elang adalah burung. Kesimpulan yang benar adalah … A. Elang adalah mamalia
B. Elang bukan mamalia
C. Semua mamalia adalah burung
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: B.

Karena elang merupakan burung dan tidak ada burung yang termasuk mamalia.
19 Penalaran – Analitis Deni duduk di sebelah kiri Andi. Andi duduk di sebelah kiri Bima. Siapa yang berada paling kanan di antara ketiganya? A. Deni
B. Andi
C. Bima
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: C. Bima

Urutan posisinya adalah Deni – Andi – Bima.
20 Penalaran – Logika Formal Semua peserta yang lulus administrasi mengikuti tes. Sinta tidak mengikuti tes. Kesimpulan yang paling tepat adalah … A. Sinta pasti lulus administrasi
B. Sinta tidak lulus administrasi
C. Sinta mengikuti tes lain
D. Sinta pasti diterima
Jawaban: B.

Jika seluruh peserta yang lulus administrasi mengikuti tes, maka peserta yang tidak mengikuti tes tidak termasuk kelompok yang lulus administrasi, berdasarkan premis yang diberikan.

Mini FAQ

Kalau belum punya pengalaman kerja, masih bisa lolos Bappenas nggak?

Tentu saja bisa. TPA mengukur potensi akademik dan kemampuan berpikir, bukan pengalaman kerja. Fokuslah pada latihan soal dan strategi mengerjakan yang efektif.

Apakah skor TPA Bappenas harus tinggi untuk semua posisi?

Skor yang dibutuhkan bisa berbeda, tapi secara umum semakin tinggi skor TPA meningkatkan peluang lolos seleksi lanjutan.

Bagaimana agar cepat memahami soal numerik yang rumit?

Mulailah dengan pahami pola dasar seperti deret angka dan latihan hitung cepat, kemudian tingkatkan ke soal berlapis secara bertahap.

Apakah belajar hafalan kata penting untuk soal verbal?

Hafalan vocab bisa membantu, tapi pemahaman konteks dan analisis kemampuan relasi kata lebih utama.

Format tes TPA Bappenas biasanya online atau offline?

Saat ini kebanyakan TPA Bappenas menggunakan format online, jadi latihan dengan simulasi online sangat dianjurkan.

Ringkasan

Materi tpa bappenas apa saja yang harus dikuasai meliputi kemampuan verbal, numerik, dan logika. Kenali pola soal yang sering muncul dan rancang jadwal belajar yang seimbang agar setiap aspek memperoleh perhatian cukup. Latihan berkala dan evaluasi diri membantu mengasah kecakapan serta membangun kepercayaan diri saat tes berlangsung.

Dengan strategi tepat dan pemahaman yang mendalam, peluang untuk meraih skor TPA tinggi dan sukses dalam seleksi S2, beasiswa, maupun rekrutmen Bappenas semakin terbuka lebar. Teruslah belajar dan perkuat latihanmu agar hasil terbaik dapat diraih.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Table of Contents

On Key

Related Posts