Bagi peserta yang baru pertama kali akan mengikuti Tes Potensi Akademik, pertanyaan tes TPA Bappenas apa saja menjadi salah satu hal penting untuk diketahui. Memahami bagian tes sejak awal membantu peserta mengetahui kemampuan apa yang diukur sekaligus mengenali karakter pertanyaan yang akan dihadapi.
Dalam dokumen teknis TPA yang pernah diterbitkan melalui Bappenas, tes dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran. Ketiganya kemudian terbagi lagi menjadi beberapa kelompok soal, mulai dari kosakata dan analogi hingga deret bilangan, soal cerita, serta penalaran analitis dan keruangan.
Format referensi tersebut mencantumkan total 250 soal dengan waktu pengerjaan 180 menit. Namun, peserta pada pelaksanaan terbaru tetap perlu membaca petunjuk tes dari penyelenggara karena format dan ketentuan teknis dapat diperbarui.
Baca juga: Apa Persyaratan Kuliah S2? Cek Dokumen, Tes, dan Tahapan Pendaftarannya
Daftar Isi
- Tes TPA Bappenas Apa Saja dan Apa yang Diukur
- Tes Verbal TPA Bappenas dan Materinya
- Tes Kuantitatif TPA Bappenas dan Materinya
- Tes Penalaran TPA Bappenas dan Materinya
- Jumlah Soal, Durasi, dan Sistem Skor TPA Bappenas
- Contoh Soal TPA Bappenas Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran
- Mini FAQ
- Kesimpulan
Tes TPA Bappenas Apa Saja dan Apa yang Diukur
Secara umum, struktur TPA Bappenas yang tercantum dalam dokumen teknis resmi terdiri dari tiga subtes utama. Masing-masing dirancang untuk melihat kemampuan peserta dari sudut yang berbeda.
Ketiga bagian tersebut adalah:
| Subtes | Kemampuan yang Berkaitan |
|---|---|
| Verbal | Memahami kata, bahasa, hubungan makna, dan informasi tertulis |
| Kuantitatif | Memahami angka, perhitungan, pola bilangan, dan masalah matematis |
| Penalaran | Menganalisis informasi, mengenali hubungan, dan menarik kesimpulan logis |
Tes verbal tidak sama dengan sekadar menghafalkan banyak kosakata. Peserta juga perlu memahami hubungan antar kata dan informasi yang diberikan dalam teks.
Tes kuantitatif juga bukan hanya mengenai kemampuan menghitung. Pada beberapa kelompok soal, peserta harus menemukan pola angka atau menentukan hubungan antara dua nilai.
Sementara itu, bagian penalaran menuntut kemampuan membaca informasi dengan teliti. Peserta perlu mengambil kesimpulan berdasarkan data yang tersedia tanpa menambahkan asumsi sendiri.
Ketiga subtes tersebut membuat TPA memiliki karakter yang berbeda dari tes pengetahuan umum. Fokusnya lebih dekat pada kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan persoalan daripada sekadar mengingat fakta tertentu.
Tes Verbal TPA Bappenas dan Materinya

Tes verbal berkaitan dengan kemampuan peserta memahami bahasa dan hubungan antarkonsep. Dalam struktur TPA yang pernah diterbitkan Bappenas, bagian verbal terdiri dari beberapa kelompok soal.
Kosakata
Kelompok soal kosakata menguji pemahaman peserta terhadap arti suatu kata.
Peserta dapat menemukan kata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari sehingga penguasaan bahasa Indonesia menjadi cukup penting.
ABSOLUT = …
A. Sementara
B. Mutlak
C. Terbatas
D. Berubah
E. Sebagian
Jawaban: B. Mutlak
Kata absolut memiliki makna mutlak atau tidak terbatas oleh kondisi tertentu.
Padanan dan Lawan Kata
Pada bagian ini, peserta dapat diminta mencari kata dengan arti paling dekat maupun arti yang berlawanan.
CERMAT = …
A. Teliti
B. Cepat
C. Lambat
D. Sulit
E. Kasar
Jawaban yang tepat adalah A. Teliti.
STABIL >< …
A. Seimbang
B. Teguh
C. Tetap
D. Labil
E. Kokoh
Jawabannya adalah D. Labil.
Analogi Verbal
Analogi tidak hanya meminta peserta mengetahui arti kata, tetapi juga mengenali hubungan antara dua konsep.
DOKTER : PASIEN = GURU : …
A. Buku
B. Sekolah
C. Murid
D. Pelajaran
E. Kelas
Jawaban: C. Murid
Hubungan pasangan pertama adalah profesi dengan pihak yang menerima layanan. Dokter menangani pasien dan guru mengajar murid.
Pemahaman
Kelompok pemahaman dapat menggunakan informasi atau bacaan yang kemudian diikuti sejumlah pertanyaan.
Peserta perlu menemukan:
- Gagasan utama
- Informasi penting
- Hubungan antarkalimat
- Kesimpulan
- Makna suatu pernyataan berdasarkan konteks
Pada format referensi Bappenas, subtes verbal terdiri dari kosakata, padanan/lawan kata, analogi verbal, dan pemahaman.
Tes Kuantitatif TPA Bappenas dan Materinya
Bagian berikutnya adalah tes kuantitatif. Materinya berhubungan dengan kemampuan memahami angka dan menyelesaikan persoalan yang memiliki hubungan matematis.
Peserta tidak selalu berhadapan dengan rumus panjang. Beberapa soal justru menguji kemampuan menemukan pola atau memahami hubungan angka dengan cepat.
Hitung-Menghitung
Bagian ini dapat berkaitan dengan operasi matematika dasar seperti:
- Penjumlahan
- Pengurangan
- Perkalian
- Pembagian
- Pecahan
- Persentase
- Operasi campuran
25% dari 240 adalah …
A. 40
B. 50
C. 60
D. 70
E. 80
Jawaban: C. 60
Perhitungannya:
25/100 × 240 = 60
Deretan Bilangan
Peserta diminta menemukan pola dari rangkaian angka.
3, 6, 12, 24, 48, …
A. 64
B. 72
C. 84
D. 96
E. 108
Jawaban: D. 96
Setiap angka dikalikan dua:
3 → 6 → 12 → 24 → 48 → 96
Pola tidak selalu berupa perkalian. Deret juga dapat menggunakan penambahan bertingkat, pengurangan, pembagian, atau kombinasi beberapa operasi.
Komparasi Kuantitatif
Komparasi kuantitatif meminta peserta membandingkan dua nilai atau ekspresi matematika.
Peserta perlu menentukan apakah nilai pertama lebih besar, nilai kedua lebih besar, keduanya sama, atau hubungan tidak dapat ditentukan berdasarkan informasi yang tersedia.
Bagian ini membutuhkan ketelitian karena peserta tidak selalu harus menghitung sampai memperoleh hasil akhir. Dalam beberapa kasus, hubungan kedua nilai sudah dapat diketahui dari sifat matematisnya.
Soal Cerita
Soal cerita menggabungkan pemahaman bahasa dan kemampuan matematika.
Materinya dapat berkaitan dengan:
- Persentase
- Perbandingan
- Kecepatan
- Waktu
- Jarak
- Usia
- Jumlah barang
- Permasalahan kuantitatif lainnya
Kesalahan sering terjadi ketika peserta langsung melakukan perhitungan sebelum memahami apa sebenarnya yang ditanyakan.
Tes Penalaran TPA Bappenas dan Materinya
Selain bahasa dan angka, TPA juga menguji kemampuan penalaran. Dalam struktur referensi resmi Bappenas, bagian ini terbagi menjadi logika formal, penalaran analitis, penalaran keruangan, dan penalaran logis.
Logika Formal
Logika formal meminta peserta menarik kesimpulan berdasarkan beberapa pernyataan.
Semua mahasiswa pascasarjana memiliki kartu mahasiswa.
Rina adalah mahasiswa pascasarjana.
Kesimpulan yang tepat adalah:
A. Semua pemilik kartu adalah mahasiswa pascasarjana
B. Rina memiliki kartu mahasiswa
C. Rina bukan mahasiswa
D. Semua mahasiswa adalah Rina
E. Rina tidak memiliki kartu mahasiswa
Jawaban: B. Rina memiliki kartu mahasiswa
Kesimpulan tersebut diperoleh langsung dari dua pernyataan yang tersedia.
Penalaran Analitis
Penalaran analitis biasanya memberikan beberapa kondisi yang perlu dihubungkan.
Misalnya, peserta diminta menentukan urutan beberapa orang berdasarkan informasi tertentu, menyusun jadwal, atau menentukan kemungkinan yang memenuhi seluruh aturan.
Pada tipe soal seperti ini, mencatat hubungan informasi dapat membantu menghindari kesalahan.
Penalaran Keruangan
Penalaran keruangan berkaitan dengan kemampuan memahami hubungan bentuk dan posisi.
Soalnya dapat melibatkan:
- Rotasi
- Pencerminan
- Posisi suatu objek
- Perubahan bentuk
- Hubungan ruang
- Pola visual
Peserta perlu melihat perubahan yang terjadi dari satu bentuk ke bentuk berikutnya, bukan hanya memperhatikan kemiripan gambar.
Penalaran Logis
Penalaran logis menguji kemampuan menemukan kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
Semua pegawai Divisi A mengikuti rapat.
Doni adalah pegawai Divisi A.
Kesimpulan:
Doni mengikuti rapat.
Hal penting pada soal semacam ini adalah tidak menambahkan informasi yang tidak disebutkan dalam premis.
Baca juga: Soal Cerita TPA Bappenas yang Sering Keluar: Contoh, Pembahasan, dan Strategi Menjawab
Jumlah Soal, Durasi, dan Sistem Skor TPA Bappenas

Dokumen teknis TPA yang pernah dipublikasikan melalui Bappenas memberikan gambaran struktur cukup rinci mengenai jumlah soal dan waktu pengerjaan.
Format tersebut terdiri dari:
| Subtes | Kelompok Soal | Jumlah |
|---|---|---|
| Verbal | Kosakata | 25 soal |
| Verbal | Padanan/Lawan Kata | 25 soal |
| Verbal | Analogi Verbal | 25 soal |
| Verbal | Pemahaman | 15 soal |
| Total Verbal | 90 soal | |
| Kuantitatif | Hitung-Menghitung | 25 soal |
| Kuantitatif | Deretan Bilangan | 25 soal |
| Kuantitatif | Komparasi Kuantitatif | 25 soal |
| Kuantitatif | Soal Cerita | 15 soal |
| Total Kuantitatif | 90 soal | |
| Penalaran | Logika Formal | 15 soal |
| Penalaran | Penalaran Analitis | 15 soal |
| Penalaran | Penalaran Keruangan | 15 soal |
| Penalaran | Penalaran Logis | 25 soal |
| Total Penalaran | 70 soal | |
| Total Keseluruhan | 250 soal |
Dalam format tersebut, masing-masing subtes memperoleh waktu 60 menit.
Artinya:
- Verbal: 90 soal dalam 60 menit
- Kuantitatif: 90 soal dalam 60 menit
- Penalaran: 70 soal dalam 60 menit
- Total: 250 soal dalam 180 menit
Informasi tersebut sebaiknya dipahami sebagai format referensi yang tercantum dalam dokumen teknis Bappenas, bukan jaminan bahwa seluruh tes terbaru pada 2026 selalu memiliki format identik.
Halaman jadwal resmi UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas pada 2026 masih menampilkan pelaksanaan TPA Bappenas, termasuk sesi online maupun tatap muka. Peserta tetap perlu membaca ketentuan pada sesi yang didaftarkan untuk memastikan prosedur terbaru.
Sistem Skor
Hasil TPA disajikan dalam bentuk skor yang kemudian dapat digunakan sesuai kebutuhan peserta.
Tidak ada satu skor yang otomatis dianggap “lulus TPA Bappenas” untuk seluruh tujuan. Kampus, program beasiswa, perusahaan, maupun instansi dapat menetapkan batas nilai masing-masing.
Sebagai contoh, skor yang diminta untuk pendaftaran program pascasarjana di satu kampus belum tentu sama dengan persyaratan lembaga lainnya.
Karena itu, sebelum menetapkan target skor, peserta sebaiknya memeriksa:
- Nilai minimal yang diminta lembaga tujuan
- Jenis TPA yang diterima
- Ketentuan sertifikat
- Masa berlaku hasil tes
- Ketentuan tambahan pada periode pendaftaran
Angka passing grade yang digunakan dalam seleksi tertentu juga tidak boleh langsung dianggap sebagai batas kelulusan universal TPA Bappenas.
Contoh Soal TPA Bappenas Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran
Berikut beberapa soal tambahan untuk memberikan gambaran mengenai karakter masing-masing bagian. Seluruh contoh merupakan soal buatan dan bukan soal resmi atau bocoran TPA Bappenas.
Contoh Verbal
OPTIMIS >< …
A. Percaya
B. Berani
C. Pesimis
D. Aktif
E. Tegas
Jawaban: C. Pesimis
Pembahasan:
Optimis berarti memiliki keyakinan terhadap hasil yang baik. Lawan katanya adalah pesimis.
Contoh Analogi
PADI : BERAS = GANDUM : …
A. Tepung
B. Tanaman
C. Sawah
D. Roti
E. Jagung
Jawaban: A. Tepung
Pembahasan:
Hubungannya adalah bahan dengan hasil pengolahannya. Padi diolah menjadi beras, sedangkan gandum dapat diolah menjadi tepung.
Contoh Kuantitatif
5, 9, 13, 17, 21, …
A. 23
B. 24
C. 25
D. 26
E. 27
Jawaban: C. 25
Pembahasan:
Setiap angka bertambah empat:
5 → 9 → 13 → 17 → 21 → 25
Contoh Perbandingan
Jumlah peserta kelompok A dan B memiliki perbandingan 3 : 5. Jika total peserta 64 orang, berapa jumlah peserta kelompok A?
A. 20
B. 24
C. 30
D. 35
E. 40
Jawaban: B. 24
Pembahasan:
Total bagian:
3 + 5 = 8
Jumlah kelompok A:
3/8 × 64 = 24 orang
Contoh Penalaran
Semua peserta yang lolos administrasi menerima kartu ujian.
Raka dinyatakan lolos administrasi.
Kesimpulan yang tepat adalah:
A. Raka tidak menerima kartu ujian
B. Semua pemilik kartu pasti Raka
C. Raka menerima kartu ujian
D. Raka menjadi panitia ujian
E. Tidak dapat disimpulkan
Jawaban: C. Raka menerima kartu ujian
Pembahasan:
Premis pertama menyatakan semua peserta yang lolos administrasi menerima kartu ujian. Karena Raka termasuk peserta yang lolos, maka Raka menerima kartu ujian.
Contoh Penalaran Urutan
Dina datang lebih awal daripada Rani.
Rani datang lebih awal daripada Sinta.
Siapa yang datang paling awal?
A. Sinta
B. Rani
C. Dina
D. Semua bersamaan
E. Tidak dapat diketahui
Jawaban: C. Dina
Urutannya:
Dina → Rani → Sinta
Contoh tersebut menggambarkan perbedaan karakter dari tiga subtes. Verbal berfokus pada bahasa dan hubungan makna, kuantitatif menggunakan angka serta hubungan matematis, sedangkan penalaran meminta peserta mengolah informasi untuk menentukan kesimpulan.
Baca juga: Cara Efektif Menguasai Latihan Soal TPA Bappenas Online untuk Skor Tinggi
Mini FAQ
Tes TPA Bappenas terdiri dari apa saja?
Struktur referensi TPA Bappenas terdiri dari tiga bagian utama, yaitu verbal, kuantitatif, dan penalaran. Setiap bagian memiliki beberapa kelompok soal yang lebih spesifik.
Berapa jumlah soal TPA Bappenas?
Dokumen teknis Bappenas yang menjadi referensi mencantumkan 250 soal, terdiri dari 90 verbal, 90 kuantitatif, dan 70 penalaran. Format tes terbaru tetap perlu dikonfirmasi melalui petunjuk penyelenggara.
Berapa lama TPA Bappenas?
Pada struktur referensi tersebut, total waktu pengerjaan adalah 180 menit atau tiga jam. Setiap subtes memperoleh waktu 60 menit.
Berapa nilai minimal untuk lulus TPA Bappenas?
Tidak ada satu nilai kelulusan yang berlaku untuk seluruh kebutuhan. Kampus, instansi, perusahaan, atau program yang meminta hasil TPA dapat menentukan persyaratan skor masing-masing.
Kesimpulan
Menjawab pertanyaan tes TPA Bappenas apa saja, secara garis besar terdapat tiga subtes utama dalam struktur referensi resmi, yaitu Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran.
Tes verbal mencakup kosakata, padanan atau lawan kata, analogi verbal, dan pemahaman. Tes kuantitatif berisi hitung-menghitung, deretan bilangan, komparasi kuantitatif, dan soal cerita. Sementara bagian penalaran meliputi logika formal, penalaran analitis, penalaran keruangan, dan penalaran logis.
Dokumen teknis Bappenas yang menjadi referensi mencantumkan 250 soal dengan durasi 180 menit, terdiri dari 90 soal verbal, 90 soal kuantitatif, dan 70 soal penalaran. Namun, informasi tersebut tidak sebaiknya digunakan untuk menganggap bahwa seluruh penyelenggaraan terbaru pasti menggunakan struktur identik.
Untuk peserta 2026, ketentuan pada jadwal dan petunjuk resmi penyelenggara tetap menjadi acuan utama. Dengan memahami isi setiap subtes terlebih dahulu, peserta dapat lebih mudah mengenali karakter pertanyaan dan mengetahui kemampuan apa yang akan digunakan selama TPA.
Sumber Artikel
- Kementerian PPN/Bappenas – Petunjuk Teknis Instalasi dan Tata Tertib SKB TPA
- Kementerian PPN/Bappenas – Ketentuan Pelaksanaan TPA
- UUOPT Koperasi Pegawai Bappenas – Jadwal TPA Bappenas 2026



