Tes Potensi Akademik atau TPA sering digunakan dalam berbagai proses seleksi, mulai dari pendidikan pascasarjana hingga kebutuhan tertentu pada seleksi lainnya. Bagi peserta yang baru pertama kali mengikutinya, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal TPA isinya apa saja?
TPA pada dasarnya tidak menguji hafalan dari satu bidang ilmu tertentu. Soalnya dirancang untuk melihat kemampuan peserta dalam memahami bahasa, mengolah angka, menemukan hubungan antarinformasi, serta menarik kesimpulan secara logis.
Soal TPA Isinya Apa Saja?

Kumparan.com-/soal soal tpa
Jika dilihat dari kemampuan yang diukur, soal TPA dapat dibagi menjadi beberapa kelompok utama. Masing-masing mempunyai karakter yang berbeda sehingga peserta tidak hanya menghadapi soal hitungan.
Secara umum, materi yang perlu dikenali antara lain:
- kemampuan verbal;
- kemampuan numerik atau kuantitatif;
- logika dan penalaran;
- serta soal spasial atau figural pada format TPA tertentu.
Berikut gambaran setiap bagian agar lebih mudah dipahami.
Soal Verbal dalam TPA
Bagian verbal mengukur kemampuan memahami informasi yang disampaikan melalui bahasa. Peserta perlu mengenali arti kata, hubungan antarkata, hingga informasi yang terdapat dalam sebuah bacaan.
Jenis soal verbal dapat mencakup:
- sinonim;
- antonim;
- analogi;
- hubungan kata;
- pemahaman bacaan;
- dan penalaran berbasis informasi tertulis.
Sinonim dan Antonim
Sinonim meminta peserta memilih kata yang mempunyai makna paling dekat dengan kata pada soal. Sebaliknya, antonim meminta peserta menemukan kata dengan makna berlawanan.
Contohnya, ketika diberikan kata “absolut”, peserta perlu memahami maknanya terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan yang mempunyai arti paling sesuai.
Jenis pertanyaan ini dapat terlihat sederhana, tetapi pilihan jawabannya terkadang memiliki arti yang hampir berdekatan sehingga ketelitian tetap diperlukan.
Analogi Kata
Analogi menguji kemampuan menemukan hubungan antara dua kata.
Contohnya:
Dokter : Pasien = Guru : …
Hubungan pada pasangan pertama adalah profesi dan pihak yang dilayani. Dengan pola tersebut, pasangan yang sesuai adalah Guru : Murid.
Jadi, yang dinilai bukan sekadar arti masing-masing kata, tetapi kemampuan menemukan hubungan logis di antara keduanya.
Pemahaman Bacaan
Pada soal ini peserta diberikan teks kemudian diminta menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang tersedia.
Pertanyaannya dapat meminta peserta menentukan:
- gagasan utama;
- informasi yang disebutkan dalam teks;
- kesimpulan;
- makna suatu pernyataan;
- atau hubungan antarbagian bacaan.
Kemampuan membaca dengan teliti menjadi penting karena pilihan jawaban terkadang dibuat mirip dengan isi teks.
Baca juga: Materi Tes TPA Lengkap, Cek Verbal, Numerik, Logika, dan Spasial
Soal Numerik atau Kuantitatif dalam TPA
Ketika bertanya soal TPA isinya apa saja, banyak peserta langsung membayangkan matematika. Padahal, numerik hanyalah salah satu bagian dari TPA.
Soal numerik mengukur kemampuan peserta memahami angka, melakukan perhitungan dasar, serta menemukan hubungan kuantitatif.
Materinya dapat berupa:
- aritmatika;
- operasi hitung;
- persentase;
- rasio dan perbandingan;
- deret angka;
- soal cerita;
- serta interpretasi tabel atau data.
Aritmatika dan Operasi Hitung
Bagian ini dapat melibatkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pecahan, persentase, maupun perbandingan.
Soal yang diberikan tidak selalu membutuhkan perhitungan panjang. Tantangannya sering berada pada kemampuan memahami informasi dan menentukan operasi hitung yang tepat.
Deret Angka
Deret angka meminta peserta menemukan pola dari sejumlah angka.
Contoh sederhana:
2, 4, 8, 16, …
Setiap angka merupakan hasil perkalian dua dari angka sebelumnya sehingga jawabannya adalah 32.
Namun, soal deret tidak selalu menggunakan satu pola. Bisa terdapat kombinasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, atau pola berselang.
Perbandingan dan Interpretasi Data
Peserta juga dapat menghadapi soal yang menyajikan tabel, grafik, maupun informasi angka lainnya.Pertanyaan kemudian meminta peserta membandingkan data, menghitung persentase perubahan, atau menemukan hubungan tertentu berdasarkan informasi yang tersedia.Karena itu, kemampuan numerik tidak sekadar berkaitan dengan menghitung cepat, tetapi juga membaca data secara tepat.
Soal Logika dan Penalaran
Bagian penalaran menguji kemampuan peserta menggunakan informasi untuk menentukan hubungan atau menarik kesimpulan.
Materinya dapat meliputi:
- penalaran deduktif;
- penalaran induktif;
- silogisme;
- penalaran analitis;
- hubungan sebab-akibat;
- serta pola atau hubungan tertentu.
Dalam salah satu format TPA Bappenas yang didokumentasikan, kelompok tes juga mencakup Verbal, Kuantitatif, dan Penalaran dengan sejumlah subtes di dalamnya. Format aktual tetap perlu mengikuti ketentuan penyelenggara tes yang diikuti.
Silogisme
Silogisme memberikan beberapa pernyataan atau premis kemudian meminta peserta memilih kesimpulan yang paling tepat.
Contohnya:
- Semua pegawai di bagian A mengikuti pelatihan.
- Rani adalah pegawai di bagian A.
Berdasarkan kedua informasi tersebut, kesimpulan logisnya adalah:
Rani mengikuti pelatihan.
Peserta harus menggunakan informasi yang tersedia dalam soal dan tidak menambahkan asumsi dari luar.
Penalaran Analitis
Pada soal analitis, peserta dapat menerima sejumlah aturan atau kondisi.
Misalnya terdapat lima orang yang harus ditempatkan berdasarkan urutan tertentu. Peserta kemudian diminta menentukan siapa yang dapat berada pada posisi tertentu berdasarkan seluruh ketentuan yang diberikan.Soal seperti ini membutuhkan kemampuan menghubungkan beberapa informasi sekaligus.
Apakah Ada Soal Gambar atau Spasial dalam TPA?
Pada beberapa tes, peserta juga dapat menemukan soal spasial atau figural. Namun, pembagian subtes ini tidak selalu sama pada setiap penyelenggara.
Soal spasial berkaitan dengan kemampuan memahami hubungan bentuk dan ruang.
Pertanyaannya dapat melibatkan:
- rotasi bentuk;
- susunan gambar;
- kelanjutan pola;
- pencerminan;
- hubungan antarobjek;
- atau perubahan posisi suatu bentuk.
Pada format tertentu, kemampuan spasial dapat dimasukkan sebagai bagian dari penalaran keruangan. Karena itulah peserta sebaiknya melihat kisi-kisi atau petunjuk resmi dari penyelenggara tes yang akan diikuti daripada menganggap seluruh TPA mempunyai struktur identik.
Baca juga: Tes TPA Contoh Soal dan Pembahasan untuk Membiasakan Diri dengan Pola Soal
Contoh Soal TPA
| No. | Jenis Soal | Contoh Soal | Pilihan Jawaban | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Verbal – Sinonim | Sinonim dari kata “Implisit” adalah … |
A. Terbuka B. Tersurat C. Tersirat D. Tegas |
Jawaban: C. Tersirat Implisit berarti sesuatu yang tidak disampaikan secara langsung. |
| 2 | Verbal – Analogi | Dokter : Pasien = Guru : … |
A. Sekolah B. Murid C. Buku D. Kelas |
Jawaban: B. Murid Hubungannya adalah profesi dengan pihak yang dilayani atau dibimbing. |
| 3 | Numerik – Deret Angka |
Tentukan angka berikutnya: 3, 6, 12, 24, … |
A. 30 B. 36 C. 42 D. 48 |
Jawaban: D. 48 Setiap angka dikalikan 2. |
| 4 | Numerik – Persentase | Sebuah barang seharga Rp200.000 mendapat diskon 20%. Berapa harga akhirnya? |
A. Rp140.000 B. Rp150.000 C. Rp160.000 D. Rp180.000 |
Jawaban: C. Rp160.000 Diskon = Rp40.000, sehingga Rp200.000 − Rp40.000 = Rp160.000. |
| 5 | Logika – Silogisme |
Semua mahasiswa kelas A mengikuti ujian. Dina adalah mahasiswa kelas A. Kesimpulan yang benar adalah … |
A. Dina tidak mengikuti ujian B. Dina mengikuti ujian C. Dina bukan mahasiswa D. Tidak dapat disimpulkan |
Jawaban: B. Dina mengikuti ujian Dina termasuk mahasiswa kelas A, sehingga mengikuti ujian. |
| 6 | Verbal – Antonim | Antonim dari kata “Optimistis” adalah … |
A. Percaya diri B. Pesimistis C. Aktif D. Tegas |
Jawaban: B. Pesimistis Optimistis berlawanan makna dengan pesimistis. |
| 7 | Verbal – Analogi | Padi : Beras = Gandum : … |
A. Sawah B. Tepung C. Roti D. Tanaman |
Jawaban: B. Tepung Hubungannya adalah bahan dengan hasil pengolahan awalnya. |
| 8 | Numerik – Deret Angka |
Tentukan angka berikutnya: 4, 7, 10, 13, … |
A. 14 B. 15 C. 16 D. 17 |
Jawaban: C. 16 Setiap angka bertambah 3. |
| 9 | Numerik – Perbandingan | Perbandingan siswa laki-laki dan perempuan adalah 2 : 3. Jika total 50 siswa, berapa siswa laki-laki? |
A. 15 B. 20 C. 25 D. 30 |
Jawaban: B. 20 2/5 × 50 = 20. |
| 10 | Logika – Penalaran | Semua dokter adalah sarjana. Budi adalah dokter. Kesimpulan yang benar adalah … |
A. Budi bukan sarjana B. Budi adalah sarjana C. Semua sarjana adalah dokter D. Tidak dapat disimpulkan |
Jawaban: B. Budi adalah sarjana Karena semua dokter termasuk sarjana. |
| 11 | Verbal – Sinonim | Sinonim dari kata “Valid” adalah … |
A. Sah B. Salah C. Kabur D. Lemah |
Jawaban: A. Sah Valid berarti sah atau dapat diterima kebenarannya. |
| 12 | Numerik – Aritmatika | Berapa hasil dari 25 × 8 ÷ 4? |
A. 25 B. 40 C. 50 D. 80 |
Jawaban: C. 50 25 × 8 = 200, kemudian 200 ÷ 4 = 50. |
| 13 | Numerik – Deret | 2, 5, 10, 17, 26, … |
A. 35 B. 36 C. 37 D. 38 |
Jawaban: C. 37 Selisihnya +3, +5, +7, +9, sehingga berikutnya +11. |
| 14 | Logika – Silogisme | Semua peneliti membaca jurnal. Sebagian dosen adalah peneliti. Kesimpulan yang benar adalah … |
A. Semua dosen membaca jurnal B. Sebagian dosen membaca jurnal C. Tidak ada dosen membaca jurnal D. Semua peneliti adalah dosen |
Jawaban: B. Sebagian dosen membaca jurnal Sebagian dosen termasuk peneliti dan semua peneliti membaca jurnal. |
| 15 | Verbal – Antonim | Antonim dari kata “Stabil” adalah … |
A. Tetap B. Mantap C. Labil D. Seimbang |
Jawaban: C. Labil Stabil berarti mantap atau tidak mudah berubah, sedangkan labil berarti tidak stabil. |
| 16 | Numerik – Persentase | Nilai seorang peserta naik dari 60 menjadi 75. Berapa persen kenaikannya? |
A. 15% B. 20% C. 25% D. 30% |
Jawaban: C. 25% Kenaikan = 15. Persentase = 15/60 × 100% = 25%. |
| 17 | Logika – Analitis | Andi lebih tinggi dari Budi. Budi lebih tinggi dari Candra. Siapa yang paling pendek? |
A. Andi B. Budi C. Candra D. Tidak dapat ditentukan |
Jawaban: C. Candra Urutannya Andi > Budi > Candra. |
| 18 | Verbal – Analogi | Kunci : Pintu = Password : … |
A. Akun B. Internet C. Komputer D. Data |
Jawaban: A. Akun Kunci digunakan untuk membuka pintu, sedangkan password digunakan untuk mengakses akun. |
| 19 | Numerik – Soal Cerita | Jika 5 buku berharga Rp75.000, berapa harga 8 buku dengan harga satuan yang sama? |
A. Rp100.000 B. Rp110.000 C. Rp120.000 D. Rp125.000 |
Jawaban: C. Rp120.000 Harga satu buku = Rp75.000 ÷ 5 = Rp15.000. Jadi 8 × Rp15.000 = Rp120.000. |
| 20 | Logika – Penalaran | Tidak ada burung yang merupakan mamalia. Elang adalah burung. Kesimpulan yang benar adalah … |
A. Elang adalah mamalia B. Elang bukan mamalia C. Semua mamalia adalah burung D. Tidak dapat disimpulkan |
Jawaban: B. Elang bukan mamalia Premis menyatakan tidak ada burung yang termasuk mamalia, sedangkan elang adalah burung. |
Latihan Soal TPA untuk Mengenali Isi Tes

Setelah mengetahui soal TPA isinya apa saja, latihan dapat digunakan untuk mengenali bagaimana materi tersebut muncul dalam bentuk pertanyaan.
Jago TPA menyediakan halaman latihan soal dengan kategori verbal, numerik, dan penalaran. Peserta dapat menggunakannya sebagai salah satu sarana untuk membiasakan diri dengan variasi pertanyaan.
Latihan dapat diakses melalui halaman Latihan Soal TPA Jago TPA.
Selain mengerjakan soal, perhatikan kesalahan yang paling sering muncul. Hal tersebut dapat memberikan gambaran apakah kesulitan terbesar berada pada kosakata, perhitungan, pemahaman pola, atau penalaran.
Mini FAQ
Kapan waktu terbaik mulai latihan soal TPA?
Idealnya mulai latihan minimal 3 bulan sebelum tes untuk memberi waktu perbaikan dan pengulangan.
Apakah soal TPA sama untuk seleksi S2 dan kerja?
Secara garis besar sama, tapi seleksi kerja biasanya lebih menekankan soal logika dan numerik sesuai posisi yang dilamar.
Bagaimana cara menghadapi soal numerik yang rumit?
Fokus pada teknik pemecahan pola, gunakan eliminasi, dan jangan panik jika tidak langsung tahu jawabannya.
Apakah latihan soal TPA harus menggunakan aplikasi atau bisa manual?
Keduanya bisa digunakan, namun aplikasi latihan seperti JagoTPA memberikan simulasi waktu dan jenis soal yang sesuai standar tes aktual.
Nilai TPA berapa yang ideal untuk beasiswa S2?
Biasanya skor minimal 500 ke atas dibutuhkan, tapi tergantung kebijakan masing-masing lembaga pemberi beasiswa.
Ringkasan
Soal TPA isinya meliputi kemampuan verbal, numerik, dan logika yang harus kamu kuasai dari berbagai pola soal spesifik. Strategi belajar yang terstruktur dimulai dari pemetaan kemampuan, jadwal latihan efektif, hingga teknik pengerjaan soal dan manajemen waktu akan sangat mendukung peningkatan skor. Hindari kesalahan umum seperti mengandalkan hafalan dan malas evaluasi.
Terus asah kemampuan lewat latihan soal berkualitas dan bangun kepercayaan diri dengan memahami pola soal secara menyeluruh. Dengan begitu, persiapanmu bukan hanya siap secara materi, tetapi juga mental menghadapi Tes Potensi Akademik yang semakin kompetitif.



